Sabtu, 27 Agustus 2016

Iseng

Untuk kamu, Yang sempat hadir.

Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.

Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan kala itu. kau terus melajukan motor dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan. Aku hanya bisa bersembunyi sambil mengeratkan pelukan dibalik punggungmu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..

Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.

Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.

- Jihan E. Mufidah -

Jumat, 26 Agustus 2016

Percakapan

***Percakapan***
Cwe : hay aku suka kamu..!
Cwo :iya
Cwe : kamu suka aku tdk..??
Cwo : (tdk ada jwbn) . . .
Cwe : (diam)
Cwo : knp kamu suka aku..??
Cwe : aku jg tdk tau..perasaan inii muncul begitu saja..
Cwo : ooh..pasti kamu suka banyak cwo'kan..bkn cmn aku..?
Cwe : hmm bagaimana bisa aku menyukai banyak cwo' sementara menyukai 1 cwo' saja aku tak tau alasan mengapa aku menyukainya(kamu)...
Cwo : ooh gitu..tp kamu pasti suka berkomunikasi sama banyak cwo'kn..
Cwe : mm iya..tp klw itu hal yg penting dan wajar..
Cwo : knp setiap aku komunikasian sama kamu gaya bhsmu berubah-ubah..?
Cwe : itu karena aku takut..
Cwo : maksudnya..?
Cwe : yang suka kamukan bkn cmn aku..banyak cwe" yang suka sama kamu bahkan itu tmn kamu sendiri..kamu mungkin tdk sadar tp aku merasakan dia juga suka kamu..itu sebabnya saat aku komunikasian sama kamu dit4 umum gaya bahasaku hanya sekedar spt tmn saja(tdk menunjjukkan aku suka kamu)...
Cwo : ooh begitu.
Cwe : iye
Cwo : kenapa kamu jarang sms aku..katanya cinta..?
Cwe : itu karena aku tdk mau menggangu kamu.
Cwo : klw aku juga cinta kamu..bagaimana..?
Cwe : aku senang ternyata cinta ku selama inii tdk bertepuk sebelah tangan..
Cwo : terus klw aku cinta kamu apa yg akan kamu lakukan..
Cwe : tdk ada..
Cwo : apa kamu tdk mau pacaran..kan sama" cinta..
Cwe : kenapa harus pacaran
Cwo : jadi kamu tdk mau pacaran..percuma donk..
Cwe : kalau misalkan kamu benar" cinta aku..Aku akan menunggumu sampa'i kamu siap menjadi imam ku.
Cwo : oO jadi serius kamu tdk mau pacaran.
Cwe : iya..cinta akan lebih indah saat cinta itu terikat dlm satu ikatan resmi(bkn pacaran).

Minggu, 14 Agustus 2016

Hujan

Hujan datang, dan membawa ingatan masa lalu tersendiri buat seseorang, termasuk pula aku. rintik demi rintik hujan pun membuatku ingatanku semakin tajam oleh sosokmu. Sosok lelaki yang pernah berada dalam dekapanku, tapi kini aku bahkan tak tau kabar tentang dirinya. Rintikan hujan ini membuatku mengenang tentang sosokmu lagi, sosok orang yang sempat menjadi kata kita saat itu. Aku merindukan setiap detik yang terlewat denganmu. Ingatkah kamu saat aku bermain dibawah rintiknya hujan saat itu? Berjalan, berlari, tertawa, menari dibawah rintikan hujan saat itu, yang akhirnya sukses membuatmu ikut bermain dibawah rintikannya. Dan kau hanya berdecak bahwa aku adalah gadis kecilmu, yang selalu terlihat menarik dengan segala tingkah yang aku lakukan. Kau tau bahwa aku selalu menyukai hujan, karna setelah itu akan akan bisa melihat pelangi yang indah, dan disaat hujan kita dapat masuk kedalam atmosfer dimana kamu bisa mengenang seseorang dengan sangat nikmat. Tapi, saat itu berbeda, aku sangat menyukai hujan karena kamu ada bersamaku didalamnya. Menikmati setiap tetesan hujan yg mengenai tubuh hingga akhirnya badan kita menjadi basah, tertawa seakan kita takkan bertemu dihari esok, menggenggam satu sama lain seakan kita takingin saling kehilangan, dan rintikan hujan inilah yang menjadi saksi bisu tentang kita. Aku merindukan itu semua. Terkadang aku birfikir, apakah kita bisa mengulang saat saat itu lagi? Masa dimana kita bersama, masa dimana kita saling takut kehilangan, dan masa dimana kita saling berjuang bersama bukan hanya aku yang berjuang. Aku merindukan tetesan hujan yg membasahi rambutmu, aku merindukan memeluk baju yg basah itu dengan aroma tubuhmu yang menyelimutinya, aku merindukan wajah itu yang tak pernah berhenti melukiskan senyuman. Dan kini aku berada dibawah rintikan hujan, tanpamu. Tanpa lelaki yang dulu selalu disampingku. Sekarang aku berdiri disini sendiri. Aku memainkan permainanku dibawahnya tanpamu lagi. Dan hingga saat ini, aku masih menyukai hujan walaupun tak ada kamu didalamnya. Kau tau kenapa? karna disaat hujan aku bisa menangis, tanpa ada seorangpun yang tau jika aku sedang menangis dibawah rintikan hujan.

"Aku" "Kamu"

Aku? Aku adalah kosakata yang terkadang terasa menyedihkan ditelingaku. Kata yg selalu membuatku pilu. Kata yang selalu membuatku berfikir ribuan kali tentang apa yang akan terjadi tentang kedepannya. Kata yang mungkin terasa hambar beberapa waktu kemarin.
Dan kamu? Kamu adalah satu dari jutaan kosakata yang sangat aku sukai. Kata yang sempat menjadi tujuanku. Kata yang memberiku semangat tersendiri saat mendengarnya. Kata yang menjadi tujuan dari petaku. Kata yang berhasil merubah sebagian dari diriku. Kata yang membuatku sadar akan beberapa hal. Kata yang selalu membuatku terhipnotis kearahnya. Kata yang ketika aku mendengarnya rona merah dan setengah lingkaran itu terpancar diwajahku secara tak sadar. Dan kata yg tak ada hentinya jika aku menelaskannya.
Tiba-tiba kata “kamu” dan “aku” berubah menjadi kata “kita”. Kata yang sebelumnya tak kukenal di kamusku, tapi berhasil membuatku terjerumus kedalamnya. Aku terobsesi dengan kata “kita”. Aku terlalu berharap kedalamnya. Aku terlalu mengharapkan kata “kita” yang abadi. Aku terlalu berharap hingga aku lupa akan batasanku. Aku menyangi kata “kita” lebih dari kata “aku”. Dan kata “kita” inilah yang berhasil merubah duniaku. Dunia yang dulunya hanya berwarna hitam dan putih untuk mengisi hariku, dan sekarang berubah menjadi puluhan warna yang terlihat sangat menarik. Bahkan aku merasa warna warna itu begitu indah, lebih indah dari warna yang biasanya kujumpai.

Tapi tiba-tiba waktu merubah kata “kamu” menjadi sosok aneh, menjadi sosok yang dingin. Dan aku kira aku tau penyebabnya. Dia adalah kosakata yang sangat aku benci. Bahkan benci untuk sekedar mendengarnya. Kata “dia” dapat merubah kata “kamu” menjadi kata yg tak aku kenal sebelumnya, bahkan kata yg dulu sangat kita tak inginkan yaitu kata “kalian”. Kata “dia” adalah kata yg dulu pernah kau takuti untuk berada diantara kata “kita”, tapi kata “dia” lah yang dapat merubahmu menjadi sosok yang tak aku kenal. Merubah kata “kita” menjadi kata “kalian”,dan merubah kata “aku” menjadi kata “dia” didalam kamus besarmu.

Sabtu, 13 Agustus 2016

219/366

Kulihati langit kamarku ini. Pikiranku pun ikut melayang layang memikirkan semua hal tentangmu. Kamu, entah kenapa kata itu selalu menarik pikiranku. Bahkan terkadang aku memikirkan kenapa bayangmu selalu memenuhi pikiranku. Kamu bukanlah orang hebat, bukan pula orang yang terpandang, tapi kenapa selalu kamu yang aku pikirkan?
Kamu? Entah apa yg bisa aku banggakan dari sosokmu,aku tak mengerti. Kemarahan itu mengancurkan semua yg aku percaya. Kesedihan itu perlahan menghapus semua hal manis tentang kita. Dan kekecewaan itu yang membuat aku sadar bahwa semua yg aku percaya tentang mu adalah omong belakang seseorang lelaki yg sedang jatuh hati. Aku mengingat ingat semua yg pernah kau katakan , ku mengingat ingat semua yg kau lakukan, entah mana yg harus aku percaya. Apakah aku harus percaya dengan semua perilaku manismu terhadapku atau perilaku busukmu dibelakangku? Apa kau tak sadar aku selalu memperhatikanmu? Apakah kau sadar akan itu? Hingga kau menggunakan kesempatan itu untuk semakin dekat dengannya? Apakah kau tak sadar dari awal aku sudah tau semua itu, tapi aku selalu menunggu agar kau sendirilah yg akan bercerita padaku, pada orang yg saat itu berstatus pacarmu. Sadarkah kau semua itu sayang? Kurasa tidak, kau hanya lelaki yg mengandalkan semua cara untuk menutupi hal busukmu.
Entah sejak kapan lelaki yg berada didekatku saat itu, berubah jadi lelaki berhidung belang yg tak pernah mengerti perasaanku. Aku selalu melihat semuanya, aku selalu mendengar semuanya, tapi kenapa tak sekalipun ucapan jujur itu ku dengar dari mulut manismu itu? Kenapa kau sembunyikan semuanya? Apa yg kau tunggu? Tau kah kau, semakin lama aku semakin terluka? Ya, aku tau kau tak pernah perduli denganku, bahkan tak pernah tau tentangku. Kemana perginya lelaki yg saat itu bersamaku? Kemana perginya lelaki yg selalu membuatku nyaman? Kemana perginya lelaki yg selalu bisa aku percaya? Kemana perginya sosok itu? Kenapa sekarang hanya ada lelaki jahat yg ada didepanku mataku? Aku merindukan sosokmu yg dulu, sosok orang yg selalu bisa aku banggakan, aku kagumi, dan aku sayang. Tapi kenapa sekarang semua itu tak terlihat lagi? Semuanya musnah karna hal yg aku yakini yaitu dia. Entah adilkah aku menganggap dialah penyebab dari hancur nya semua ini. Entah adilkah menyalahkan seseorang yg bahkan kau tak pernah mendengarkan pembelaan darinya. Aku pun tak pernah memikirkan itu. Yg aku tau lelakiku sudah benar benar membuatku kecewa. Semua yg ia katakan ternyata hanya kata kata manis dari mulut orang yg tengah mabuk. Dan entah kenapa kenapa aku selalu mempercayai dan bersepakat tak akan melanggarnya. Sedangkan kmu, kamu lah yg melanggar semua yg kau ucapkan sendiri, semua aturan yg kau ucapkan sendiri, semua aturan tak tertulis yg selalu kau ucapkan untuk mengingatkanku. Aku ingat betul, kau selalu mengingatkanku untuk saling terbuka, untuk saling menceritakan keluh kesah yg kita alami, untuk saling bercerita semua hal yg terjadi pada kita , untuk saling jujur dan tak ada yg ditutup tutupi, tapi apa kenyataannya, apakah kau melakukan itu? Apakah lelakiku melakukan apa yg ia ucapkan? Kenapa itu semua hanya ucapan yg tak ada buktinya? Aku juga masih terngiang omonganmu untuk mengingatkanku , jangan ada orang ketiga diantara kita, jangan ada orang lain yg bisa ngerebut hati salah satu diantara kita, jangan biarkan ada spasi untuk diisikan oleh orang ketiga. Tapi apa, apa nyatanya? Kenapa kau langgar? Kenapa semua omonganmu hanya berlaku untukku ? Adilkah itu? Aku slalu mentaatinya, aku slalu berusaha tak pernah melakukan hal yg membuatmu terluka bahkan kecewa, tapi kenapa kau begitu kejam melakukan semua itu padaku? Melakukan semua hal yg katanya itu membuat trauma, membuatmu takut, tapi kenapa kau lakukan padaku? Kenapa sosok lelaki yg aku sayang begitu jahat kepadaku?
Aku selalu percaya padamu, aku slalu yakin dengan mu, tapi kenapa sekarang kau membuktikan padaku bahwa kau tak pantas untuk aku percaya?
Dari : gadis yg selalu memperhatikanmu
Untuk: lelaki yg tak pernah menyadari diriku

Malaikat?

Percakapan seorang lelaki dengan perempuan.
Cewe: siapa kau?
Cowo: aku adalah malaikat
Cewe: malaikat?
Cowo: iya betul
Cewe: apa buktinya kau seorang malaikat? Bahkan kau tak memiliki sayap? dan kenapa kau ada dibumi?
Cowo: menurutmu kenapa?
Cewe: kan saya tak tau, jadi saya bertanya
Cowo: aku melepaskan sayapku agar bisa jatuh dibumi dan aku akan tinggal disini.
Cewe: kenapa begitu?
Cowo: karna aku ingin melindungi sesrorang disini,aku ngga pingin liat dia sedih, sendiri, tersiksa dll. Aku ingin selalu menemaninya.
Cewe: dengan cara?
Cowo: merelakan sayapku dan tinggal disini untuk melindungi gadis kecil ini.
Cewe: pasti gadis kecil itu sangat beruntung memiliki malaikat yang rela berkorban seperti mu.
Cowo: benarkah? Apakah perasaanmu seprti itu?
Cewe: jika itu aku, aku akan merasakan seprti itu
Cowo: kau tau, gadis kecil itu adalah kau.
Hanya sebuah dialog hayalan kita dahulu. Kau adalah lelaki yg menggap dirimu seorang malaikat, yang bersedia turun kebumi dan mengorbankan sayapmu untuk berada disisiku, untuk menemani gadis kecil yang belum mengenal dunia fana ini. Terimakasih telah membuat hayalanku, anganku hidup. Walaupun hanya dalam sekejap mata semuanya berakhir.

Minggu, 10 Juli 2016

Promosi

Saya pikir Anda akan menyukai cerita ini: " Everything About You oleh null di Wattpad http://my.w.tt/UiNb/Yc3hLHnETu

Terlalu cepat

Untuk Laut, yang kuat dan telah berhasil membuat batu karang berlubang.

Hujan dimalam hari ini, membuatku kembali membaca ulang semua percakapan kita. Percakapan disaat kamu dan aku masih saling peduli dan dekat. Aku pun tertawa geli saat membacanya, walaupun diam diam hati ini teriris mengingat bahwa hal manis itu sudah takkan terjadi lagi. Tak mungkin aku berharap bahwa kamu akan berubah menjadi pria yang dulu kukenal. Kenyataannya kamu bukanlah orang yang dulu kukagumi, kamu berubah menjadi orang yang tak kukenal.
Aku masih mengingat benar wajahmu, mata mu yang teduh, bibir yang tipis yang aku biarkan terus berkata meskipun kadang aku tak memahami apa yang kau katakan. Aku masih ingat betapa suara beratmu merasuk kedalam telingaku, membisikkan hal-hal yang sebelumnya tak pernah ku dengar. Aku masih menyimpan memori ketika kamu menggunakan kaos coklat, saat kau berjalan denganku, saat kau mengatakan itu  dan banyak hal yang jika semakin kuingat, itu hanya membuat dadaku semakin terasa sesak. Aku tak sadar mengapa perkenalan kita sukses membuatku berharap terlalu jauh pada sosok yang sempurna sepertimu?
Kamu adalah pria yang luar biasa, yang diceritakan begitu sempurna dalam film dan rangkaian peristiwa drama, sedangkan aku hanya gadis lugu yang hanya berani melihatmu dari kejauhan. Aku pernah berharap tidak akan terbangun dari mimpiku, yang akan menyadarkanku bahwa mendekatimu adalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi.
Ternyata semua itu benar, kau tak sejauh matahari, dan kau bukanlah ilusi. Aku semakin dibuat terpesona oleh semua usahamu. Tapi, aku tak paham apa yang membuatmu seperti ini, aku tak tau kenapa kau bisa percaya dengan hal yang tak pasti, dan kenapa kau tak menanyakan semua itu dulu kepadaku? Aku tak tau mengapa hubungan yang awalnya main main ternyata bisa menimbulkan luka yang cukup dalam bagiku.
Mungkin memang, semua ini terlalu cepat bila harus berakhir. Aku sedang dipuncak-pucak sayangnya padamu, tapi kamu malah mendorongku jatuh kedalam jurang, jatuh senidiri kedalam tempat yang gelap dan kamu tertawa seakan tidak melakukan kesalahan. Ini terlalu cepat, Laut. Perempuan yang kau anggap batu karang ini masih ingin disini, masih ingin bertahan. Tapi kudengar kau telah dengan yang lain? Apa yang harus kulakukan? Aku tak punya status denganmu, dan menangis pun rasanya percuma.
Aku tak pernah membencimu.,tapi aku hanya benci jika hari-hariku tanpamu.
Aku tak pernal menyesal pernah mengenalmu, tapi aku hanya menyesal mengapa aku terlalu cepat mengulurkan tanganku.

Dari Batu karang yang akhirnya lubang karena airmu.

Terinspirasi dari kak Dwitasari

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^

LUCI ♡

Salahkah?

Bel berbunyi menandakan waktunya pulang. Teman temanku pun bersiap membereskan semua barangnya, begitu pula dengan dirimu. Kamu yg sedang merapikan buku terlihat penuh semangat saat waktu menunjukan pelajaran berakhir. Jaket merah marun itu pun kau kenakan. Kau yg tadi bersiap untuk pulang tiba tiba nenghampiri ke bangku ku yg terletak tak jauh dari tempat dudukmu. Kau mencoba memulai pembicaraan yg santai, dan menanyakan suatu hal yg menurutku tak penting walaupun ku tau itu hanya usahamu untuk basa-basi belakang denganku. Aku pun menjawab pertanyaan demi pertanyaan tanpa sedikitpun menghadap kearahmu. Kau yg merasa tak dianggap tiba tiba merubah posisimu. Seketika wajah itu kau taruh tepat didepanku. Aku yg terkejut seketika menemukan dua mata teduh yg sedang menatap tajam kearahku. Kau yg saat itu sedang mencari jawaban dariku, mencoba membuatku yakin dengan tatapan itu. Aku yg belum terbiasa denganmu (lagi) masih merasa aneh dengan semua perbincangan kita kali ini. Aku pun menjawab dengan nada cuek, dingin, dan datar. Aku tau mungkin nada itu tak seenak biasanya dan bukan nada itu yg kau inginkan, tapi aku tak bisa seperti dulu. Kau yg mungkin merasa jengkel dengan tingkahmu dari tadi mulai menjauh dan meninggalkanku. Langkah demi langkah pun kau ayunkan dan kau pun menuju keluar. Perlahan sosok jaket merah marun itu pun menghilang dari ambang pintu. Kau benar benar keluar dari pembicaraan ini, pembicaraan yg kau sendirilah yg memulai. Tak ada canda, tak ada bincangan hangat seperti dulu, dan sekarang hanya tersisa perbincangan yg canggung diantara dua orang yg dulu sempat menjadi kata kita. Terkadang aku merindukan basa-basi, canda gurihmu, sifat konyolmu, yg selalu mengisi hari hariku dulu, tapi sekarang semua terasa canggung karna perkataanmu yg tak pernah aku kira sebelumnya. Perkataan yg membuat semuanya hancur dan mungkin butuh waktu untuk semua ini. Bisa kah waktu itu berjalan lebih cepat agar rasa canggung itu bisa menghilang dengan cepat pula?

Minggu, 19 Juni 2016

Tinggal kenangan

*Pernah ada rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh bintangku...
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini kucoba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh kekasih...
Np: Gaby-tinggal kenangan

Lagu itu pun terputar dalam earphone mungilku. Kutatap langit dari balkon rumahku. Pemandangannya pun sangat indah, tapi tak tampak satupun bintang di atas sana. Langitpun terlihat dipenuhi awan. Angin yg berhembuspun cukup kencang. Tiba tiba rintikan hujan pun mengenaiku, aku pun mengambil ancang ancang untuk masuk kedalam tepatnya kamarku. Saat sudah didalam kamar aku pun lansung nelemparkan diriku diatas kasur empuk yg berukuran cukup besar untuk diriku sendiri diatasnya. Merebahkan badan sambil melihat langit kamar yang penuh hiasan bintang disana. Dan lagu dari Gaby pun masih setia meramaikan telingaku. Suasana ini sungguh membuatku ingat dengan sosok lelaki berbadan jakung itu. Ya lelaki itu memiliki badan jakung, mata teduh, bibir tipis, dan suara berat yg sangat khas di telingaku. Ku ingat betul saat kita duduk di bangku kelas sebelas. Kita yg dulu sempat dekat entah kenapa tiba-tiba menjauh karna alasan yg belum tentu jelas. Ya, mungkin saat itu salahku yg menggantungkan sebuah jawaban yg selalu kau tunggu. Tapi, salahkah aku jika saat itu aku berharap jika sahabatku sendiri mengikhlaskanmu dekat dan mempunyai suatu hubungan denganku? Maafkan aku jika saat itu aku benar benar egois. Dan setelah hari dimana aku merasa kita benar benar menjauh, tiba tiba kaupun duduk didekatku saat istirahat berlangsung. Kau yg saat itu membawa gitar akustik terlihat sangat menawan dimataku. Perlahan tapi pasti kau mengalunkan nada nada itu, jari jemari yg belum terbiasa itu pun masih terlihat sangat kaku, tapi entah mengapa kau tak berhenti mencobanya. Alunan yg kau nyanyikan pun terasa sangat menusuk hatiku. Entah apa tujuan kau menyanyikan lagu itu dengan gitar didekatku. Yang ku tau kau bukan lah orang yg lihai memainkan gitar, bahkan aku dengar kau belum bisa saat itu, tapi entah kenapa kau ada didepanku dengan membawa gitar dan menyanyikanku satu lagu yg sangat mengena untukku. Dari kejadian itu kita semakin berjalan berjauhan, bahkan seperti orang yg tak pernah mengenal. Bisakah semua ini tak hanya jadi kenangan belakang untuk kita berdua? Bisakah kita saling bertahan dalam situasi apapun? Okay baiklah, sepertinya aku tau apa jawabanmu. Pasti tidak bisa, bukan? Maafkan gadis yg egois ini. Dan trimakasih atas semua yg telah kau berikan.

Stuck

Malam ini sudah terasa sangat larut. Waktu pun sudah menunjukkan tengah malam dan aku masih sangat terjaga. Kaki yg sedari tadi kugantungkan di tembok pun masih tetap menungguku. Handphone yg sedari tadi menemaniku tiba tiba hening tanpa seribu suara yg sedari tadi muncul. Fikiranku pun melayang kemana-mana tanpa tujuan. Fikiran yg sedari tadi tertuju pada suatu hal tiba tiba menghilang begitu saja. Mata ku menyapu isi dari setiap inci kamarku ini. Beberapa gantungan yg mewarnai kamarku, menjadi pemanis untuk malam ini dan menyisakan senyum penuh arti yg tergambar dibirku ini. Beberapa hiasan dikamarku ini mengingatkanku pada sosokmu. Ya, kamu.. Sosok lelaki yg pergi dengan meninggalkan luka dan kecewa yg sangat dalam. Dan entah kenapa bayangmu masih belum benar benar bisa terhapus dari fikiranku hingga saat ini. Entah sudah berapa lama ku mencoba tapi semuanya percuma. Aku pun memutar lagu untuk menemani malam yg sepi ini. Fikiranku makin dibuat melayang layang tentang sosokmu. Ku ingat benar tahun lalu saat bulan puasa seperti saat ini. Kita yg baru saja menjalin hubungan tiba tiba sangat jarang sekali berkomunikasi sejak memasuki bulan puasa. Aku yg tak terbiasa dengan situasi ini sangat menyayangkan kenapa ini terjadi. Hampir setiap hari kita hanya bertanya kabar melalui chat, dan itu hanya beberapa kali kirim. Sungguh aku tak terbiasa oleh sikapmu yg tiba tiba menjadi orang sok sibuk ini. Ya, ku tau jika bulan ramadhan adalah bulan yg penuh berkah dan kita harus memperbanyak ibadah, tapi salahkah aku jika berharap sebelum kau sibuk kau bisa memberi ku sebuah kabar? Salahkah aku yg merindukan sosokmu yg biasa hadir di kehidupanku setiap jamnya? Salahkah aku mengharapkan kau ada seperti biasanya? Salahkah aku bersikap sepeti itu? Hingga sekarang pun aku masih ingat apa saja yg kau lakukan di tahun lalu. Ku masih ingat betul saat setiap pagi aku memberimu pesan singkat yg akan kamu balas saat siang hari setelah kau bangun; ku ingat betul saat aku menunggu lama untuk mengharapkan kabar dari mu padahal kamu sedang bermain band, basket, ataupun ps; ku ingat betul betapa aku berharap kau lah yg pertama mengucapkanku selamat berbuka tapi tak terjadi; ku ingat betul saat aku berharap kamulah yg menemaniku saat aku menunggu jemputan dan bukanlah dia; ku ingat betul betapa aku merindukan suara berat itu hingga membuatku menangis disiang hari saat puasa; ku ingat betul saat aku mematikan ponselku karna aku merasa tak lagi penting untukmu; ku ingat betul mata teduh itu melihatku dari kejauhan saat aku berlatih; ku ingat betul bahwa ada lelaki yg mengatakan bahwa dialah yg akan mengajakku ke desanya untuk melihat suasana sawah; aku ingat betul dengan semua kata manisnya tentang desanya; aku masih ingat betul semua moment bersamamu, bahkan kukira moment itu masih tertata rapi dipikiranku. Aku merindukan hal itu terjadi. Aku merindukan rasanya mengkhawatirkanmu. Aku merindukan menunggumu hingga tengah malam demi bisa chat dengan mu walaupun akhirnya salah satu dari kita ketiduran. Aku merindukan suara lelaki yg membaca al-quran setiap harinya. Aku merindukan air mata yg mengalir begitu saja saat kita saling berkomunikasi. Aku merindukan keras kepalamu, egoismu yg selalu membuatku luluh saat aku marah. Aku merindukan setiap detik bersamamu. Dan terkadang aku berkhayal akan kah semuanya akan terjadi lagi? Akan kah kesempatan itu terjadi lagi untuk kesekian kalinya? Akan kah aku biasa merasakan hal itu lagi denganmu? Tapi rasanya itu semua tak mungkin, bahkan sangat tidak mungkin. Kau sudah sibuk dengannya, dengan wanita itu. Dan kau sudah tak pernah melihat ke arahku lagi. Lalu akankah harapanku terwujud? Aku terlalu tertancap didasar permasalahan ini, dan aku tak bisa semudah itu untuk keluar. Maafkan aku yg masih menyimpan rasa untukmu.

Dari: wanita mu yg bodoh
Untuk: lelaki yg membuatku terjebak

Senin, 13 Juni 2016

Merindu

Ruang kosong ini terisi olehmu bayangmu lagi. Perasaan ini pun makin tak berujung dan membuat perasaanku makin dibuat penasaran dengan kabarmu. Mengingat beberapa minggu ini kita tak bertemu karna kesibukan kita masing masing. Akhirnya handphone yg berbunyi pun membuat lamunanku berakhir. Handphone yg sedari tadi asik berbunyi seakan asik dengan orang yg menge-chat ku tapi kenapa tak sekalipun ada namamu dilayar handphone ku. Ku coba membalas satu persatu mesage yg masuk di handphone. Kubuka BBM yg sedari tadi berbunyi, tapi kenapa tak juga ada. Ku coba mengecek RU, TL hingga semua akun social media yg kau miliki berharap ada aktivitas di salah satu sosial media yg kau miliki tapi ternyata semua itu nihil. Ya kau benar benar seperti menghilang dengan kesibukanmu sendiri. Aku pun memutuskan untuk menghubungimu duluan untuk sekedar mencari tau kabarmu, dengan harapan kau membalas semua itu. Dada yg makin berdetak membuatku semakin nervous untuk mengiriminya sebuah pesan singkat. Dan akhirnya tombol sendmu tertekan dengan harapan kau segera membalas. Aku tau mungkin aku terlalu berharap dengan semua itu tapi aku sungguh tak enak hati jika aku tak mengetahui kabarmu. Dan kuharap kau akan selalu baik baik saja disana.

Dari: gadis yg merindukan sosok dirimu
Untuk: lelaki yg sibuk dengan rutinitasnya

Jumat, 10 Juni 2016

Dialog

A: aku
D: dia

*Ceritanya ini lagi keluar sama temen yg udah lama ngga ketemu. Lagi ketemuan di taman gitu. Melepas rindu sama temen lama.
A: Haiiii^^
D: heii.. Tumben kesini~
A: astaga jahatanya~ emang ngga boleh ya kesini?
D: hahaha ya boleh aja sih, tapi tumbenan gitu~
A: tak pa lah~ saya lagi free wkwkwk
D: mau Un malah free... Hmm dasar~
A: biarinlah~ kan ai butuh piknik mas bro wkwkwk
D: ya deh apa kata situ lah ya~
A: wkwwk gitu dong~
*Aku pun langsung membenarkan posisi duduk ku. Mengambil tempat yg lebih dekat dengannya dan menghadap ke langit langit
D: eh gimana hubungan mu sama dia?
A: dia sapa nih?
D: yg kamu anggep pangeran tuh~
A: sudah berakhir^^
*Dia pun langsung menoleh kearah ku seakan menerka apa yg sedang kupikirkan saat itu.
D: sudah berakhir? Lah serius?
A: iyap, udah lama kok lagian~
D: Kapan?
A: Januari tanggal 16 kemaren~
D: weeehhhh gila yaa.. Kenapa end?
A: entahlah sibuk un kali ya wkwkwk
D: ishh sriusan lah kenapa kamu end?
A: aku aja gapaham kenapa~
*aku pun memasang muka polos kearahnya yg sedari tadi masih belum percaya dengan ceritaku
D: wahh.. Gak bener ya kamu tuh.. Yg mutusin dia ta?
A: iya benar sekali~
D: terus sekarang dia deket sama cewe lain?
A: hmm entahlah katanya sih gitu~ terus habis ini dia mau shoot tuh cewe deh~
D: wihhh gila tu orang..
A: ih ni orang.. Santai aja kali~ omongannya dari tadi gila muluu.. Ngga boleh~
D: masih aja dibela.. Ya gila lah tuh orang.. Jadi dia main dibelakangmu.. Jadi dia bohongin kamu..
A: entahlah aku juga gapaham, mungkin begitu~
D: lucu ya tuh orang.. Gila beneran dah..
A: ish biarin lah hidup hidup dia, terserah dia lah mau ngelakuin apa~
D: ehh tapi itu juga ada kaitannya tentang perasaanmuu.. Nah dikira hati itu mainan apa, bisa seenak itu..
A: ish nyantai aja kali~ aku yg korbannya aja woles napa situ yg sewot yaa..
D: ih iya juga ya.. Tapi aku ngga nyangka aja dia ngginiin kamu..
A: ngga nyangka kenapa emang?
D: ya gini deh.. Coba kamu inget pas dia deketin kamu.. Sampe pacaran sama kamu.. Itu dia kaya gimana.. Dan tarattt dia ngelepas kamu semudah itu? Alig tuh orang..
A: wkwkwk iya ya~ Padahal dulu gitu banget~
D: nah kamu inget sendiri kan dia gimana.. Dan aku juga sempet tau dia beberapa kali dan liat reaksinya dia kalau sama kamu.. Dan ahh gila tu orang..
A: yah kamuuu kenapa malah ngingetin yg begitu ann...
D: bukan ngingetin kamu tentang yg dulu, tapi rasanya ngga imbang aja.. Gini ya.. Dia ndeketin kamu dalam beberapa bulan.. Dia berusaha kesana kesini karna kamu.. Dia ngikutin semua aktivitas nya kamu.. Dia ngelakuin apa apa demi deket sama kamuu.. Dia ngepoin kamu.. Dia protect banget sama kamu.. Itu aja sebelum pacaran.. Pas pacaran malah makin deket kan? Nah kok dia semudah itu ngelepas kamu demi cewe yg baru dia kenal.. Lebihnya dia dari kamu apa? Lebih cantik? Mulus? Pinter? Ato apa? Bisa segampang itu ninggalin semuanya..
A: yg cewe kan emang lebih dari aku dalam segala hal~ ya pantes aja sih kalau berpaling~ btw kamu kok nyebelin ya ngingetin kenangan kenangan yg begituan..
D: ish ngga nyangka aja ada cowo kaya gitu.. Udah tau susah dapetinnya harus berkorban gini gitu gini gitu.. Eh ditinggal demi cewe yg baru dia kenal.. Itu ngga pantes wah.. Apa dia ngga tau susahnya berjuang? Dia tau kan? Kamu deket sama dia aja udah lama banget.. Gitu jadiannya cuma beberapa  bulan..
A: huftt nih orang mulutnya emang dasar yaa.. Lagian ya biarin lah kalau dia bahagia sama yg lain ya tinggal ikhlasin aja~
D: emang tuh hati bisa ngelakuin?
A: yahh kamu kannn nyebelinnya mestii..
D: bisa ngga?
A: insyaalah bisa kok. Dan harus bisa lahh..
D: nah tuhh buktinya.. Kamu aja belum bisa ikhlasin dia padahal ini udah lama dari tanggal putus..
A: ya kan itu perasaan ngga bisa segampang itu di hapus..
D: ya aku tau kalau itu..
A: nahh
D: masih ngga nyangka wa, kalau tu orang kaya gitu ke kamu..
A: ish udahlah, biarin dia bahagia sama cewe yg dia pilih..
D: ish sok sok an banget itu mulut.. Emang yakin kamu bisa liat dia sama cewe lain?
A: bisa lah^^ orang yg cewe itu adik kelasku.. Sering satu backstage kalau acara sekolah.. Jadi kurang lebih aku tau lah dia gimana~ lagian liat dia senyum itu lebih bahagia dari pada liatin muka dia ditekuk beberapa hari ini, menyedihkan tau ngelihatnya~
D: wih omongan muu... Tunggu aku punya banyak pertanyaan~ kamu kenal sama yg cewe? Tuh cewe ngga sungkan sama kamu? Emang dia ngga tau kalau kamu pacaran sama dia? Kok serem tuh adek kelas.. Dan kenapa mukanya pangeran mu sekarang ditekuk? Nyesel? Galo atau apaan?
A: ish itu sih longstory males ceritanya..
D: yah elaaa.. Jangan bikin kepo lah..
A: iya iyaa.. Intinya tuh.. Awalnya itu cewe ngga tau, tapi akhir akhirnya tau kalau aku pacarnya dia,tapi ya gitu lah.. Ngga tau juga sih kenapa.. Tapi katanya temenku yg cowo lagi galau gara-gara marahan terus sama gebetannya sekarang.. Kasian banget itu mukannya..
D: apa yg harus dikasihanin coba? Harusnya kamu seneng, kan dia dapet karmanya..
A: ya kali aku bahagia liat dia sedih gitu.. Ngga mungkin lah.. Dia bahagia saya bahagia, dia sedih saya pun sedih, dia bahagia dengan yg lain baru saya sedih wkwkwk nggaa nggaaa wkwkwk
D: nah loo..
A: ya udah lah biarin.. Biar dia bahagia sama kehidupannya dia yg sekarang..
D: iya deh.. Saya kan ngikut ceritamu sajo~
A: ishh yg dari tadi marah+sewot kan dirimu mas browww..
D: hahaha ke bawa emosi neng~
A: yaudahlah lupain~ seenggaknya sekarang saya free~ bisa bebas~
D: hahaha asik tuh~ ngga harus lapor lagi kan sekarang~
A: wkwkwk apaan sih~ udah ngga ada wajib lapor~
D: baiklah~ jadi saya bisa bebas ngajakin dirimu keluar tanpa ada yg curiga sama saya~
A: wkwkwk ya ya ya~ udah lah ngga usah dibahas~ liat in awan tuh seru~
D: hahaha iya iya~

Nb: ceritanya ngga jelas ya? Maaf ya.. Bingung mau nulis apa lagi. Sorry for all.. Maaf juga kalau ada yg tersindir dari cerita ini. Ngga ada maksud buat nyindir..

Isakan seorang gadis

Sore ini aku masih berdiri di tempat ini. Angin yg berhembus pun setia menemaniku disini. Sore ini, suasana sangat sejuk dan membuatku masih terpaku disini. Dari ketinggian ini aku bisa melihat daerah sekitar dengan indah. Suasana sekolah saat sore hari selalu terlihat menyenangkan buatku. Semua orang terlihat sangat asik dengan kegiatannya. Dan seketika mataku tertuju ke seorang gadis yg berada di tengah lapangan, yg sedang bercanda gurau dengan temannya. Ya, dia terlihat sangat senang dengan canda tawa yg tergambar pada raut mukanya. Dia adalah seorang perempuan yg sungguh manis, baik dan terlihat selalu bahagia. Entah kenapa aku selalu senang melihatnya. Dia terlihat sangat teduh, tenang dan anggun. Ia juga selalu tersenyum dengan semua hal yg ia hadapi seakan semuanya baik baik saja, walaupun aku tau kehidupannya tak semudah itu. Dan aku ingat betul, hari sabtu kemarin ia menangis dibelakang sekolah, dan tak ada seorang pun disana selain dia. Ya, dia memang begitu. Saat dia menangis dia selalu bersembunyi dari keramaian, entah itu dikamar mandi, belakang sekolah atau mushola karna tempat itu lah yg sepi saat semua orang sibuk dengan masalah perut dan harus pergi ke kantin. Dan sudah beberapa kali aku menemukannya saat seperti itu, saat ditanya pun ia selalu berkata semua tak apa walaupun terkadang aku tau jelas apa alasan dia menangis. Saat itu aku pernah mendengar dia menangis karna nilainya turun dan terkadang aku mendengar dia menangis karena lelaki yg ia sebut sebagai pacarnya. Ya laki laki itu hampir selalu menjadi alasan kenapa ia menangis. Tapi saat di kelas, saat dia bersama lelaki itu aku selalu melihatnya tersenyum dan tertawa seakan tak pernah terjadi masalah apapun dengan hubungan mereka. Dan beberapa teman kami pun selalu menginginkan hubungan seperti itu, tenang, selalu senang, selalu bahagia, dan selalu menyayangi. Tapi kenapa dilain tempat aku selalu melihatnya dengan raut muka yg berbeda. Dia memiliki cukup banyak teman bahkan teman dekat, apakah tak ada satu pun yg ia anggap sebagai sahabat? Sampai ia menangis ditempat yg sepi ini. Aku selalu ingin tau tentangnya, dan selalu ingin tau apa yg terjadi padanya. Tapi, tak semudah itu mencari sebuah cerita tentangnya.aku harus mencari itu sendiri atau bahkan aku harus bisa benar benar membuatnya nyaman untuk bercerita denganku.
Dan sabtu kemarin, aku masih ingat betul bagaimana dia saat itu. Raut wajah itu sangat berbeda dari biasanya. Semuanua seakan hancur, seperti ada luka yang dalam bahkan terlihat seperti kehilangan suatu hal yg berharga. Tangisan itu, raut muka itu sangat berbeda dengan yg kulihat biasanya. Aku pun mencoba menghampirinya. Mencoba menanyakan apa yg sedang terjadi, tapi semua itu tak membuatnya membuka mulut melainkan sebuah tangis yg makin terisak. Aku yg duduk disampingnya makin dibuat bingung melihatnya yg tak pernah seperti itu, dan aku pun menenangkannya, walaupun butuh beberapa menit tapi akhirnya tangis itu berhenti, dan yg tersisa hanya isakan yg sedari tadi belum hilang dan sepasang mata sembab yg ada di depanku. Perlahan tapi pasti ia mengatur emosinya, mengatur nafasnya seakan akan ia akan meluapkan semua ceritanya yg akan membuatnya menangis lagi. Dan ya semua itu benar, ia mulai merubah posisinya menjadi menghadapku dan mulai membuka mulutnya untuk menceritakan semua yg terjadi padaku. Aku pun menyiapkan sepasang telinga ini untuk menjadi pendengar setianya. Ia pun menceritakan semuanya dengan penuh isakan dan air mata itu lansung mengalir di pipinya lagi. Dan aku pun akhirnya tau kenapa ia seperti ini, kenapa ia terlihat seperti orang yg sangat kecewa. Ya, aku bisa merasakan semuanya yg ia rasakan dari cerita dan isakan tangis itu. Seseorang perempuan yg sungguh menyayangi seseorang lelaki yg sudah beberapa bulan terakhir menjadi pacarnya tapi semua itu berakhir disini. Semua berakhir, dengan alasan yg menurutku sendiri tak masuk akal. Lelaki itu memutuskan hubungan karena hal yg menurutku tak pantas untuk menjadi alasannya. Yang kulihat mereka sama sama menyayangi, mereka sama sama tak ingin kehilangan, tapi kenapa lelaki itu mengakhiri semuanya? Mengakhiri semua hal manis itu?

Dari: perempuan yg hanya bisa menutup mulutnya
Untuk: lelaki yg mengakhiri hubungan dengannya

Selasa, 07 Juni 2016

Kau bukanlah bintang

Dari sini dia menatapmu. Dari tempat ini dia melihatmu. Dan dari bawah sini dia memperhatikanmu. Angin malam pun turut menemani malam panjang ini. Entah sudah berapa lama dia memperhatikanmu. Entah seberapa lama dia selalu berdiri disini untuk terus menunggumu datang. Entah sejauh apa dia berjalan untuk terus kearahmu, tanpa pernah memperdulikan bahwa dia telah terjatuh beribu kali demi melihatmu diatas sana. Entah seberapa banyak luka yg didapat. Entah apa yg selalu dia pikirkan tentangmu. Kau bukan lah bintang yg selalu diatas. Kau bukan lah bintang yg selalu dipuja. Kau bukanlah bintang yg selalu menerangi saat kegelapan. Tapi entah kenapa dia selalu memperlakukanmu seolah kau adalah bintang, bahkan bintang yg sangat terang. Dia selalu memujimu, dia selalu terpesona oleh silaumu, dia selalu terpukau dengan semua yg kau lakukan, kenapa selalu seperti itu? Padahal kau bukanlah seperti yg kupikirkan. Kau hanyalah orang yg sedang asik oleh pujian beberapa orang hingga kau lupa kau bukanlah bintang. Bahkan jika kau memang bintang kau tak sebagus itu. Kau hanyalah sebercak cahaya yg ada saat malam hari dan tak lebih dari itu. Bahkan kau lupa ada cahaya yg lebih indah dibanding kau. Kau terlalu asik dengan semua pujian itu hingga kau lupa kalau ada matahari yg lebih indah, hingga kau lupa siapa dirimu sebenarnya, hingga kau lupa saat ada matahari bintang tak lagi terlihat. Kau melupakan itu. Kau melupakan semua itu. Kau terlalu asik dengan semua pujianmu. Bahkan kau melupakan seseorang yg telah menemanimu menjadi seperti ini. Kau melupakan semuanya. Kau melupakan bahwa dialah yg menemanimu saat kau hancur, dia lah yg ada saat kau butuh semangat, dialah yg ada saat kau benar benar terpuruk, dialah yg ada untuk menopang tubuhmu saat kau mulai terjatuh, dia lah yg setia menunggumu hingga kau selesai mengerjakan semua tugasmu, dialah yg selalu mendengar keluh kesahmu, dialah yg selalu terkena emosimu saat kau gagal, dan dialah orang yg setia menemani mu dari bawah hingga di titik ini. Tapi, saat kau sudah diatas, kau melupakan segalanya. Kau melupakan dia yg telah berjuang susah payah denganmu. Bahkan mungkin kau sudah lupa dengan cita cita dan tujuanmu bersamanya. Kau sudah terlalu asik diatas hingga kau lupa dengannya yg telah menemanimu dibawah. Bahkan sekarang kau sekarang sudah seperti orang yg tak mengenalnya lagi. Seakan dirimu sudah sangat jauh diatasnya. Tapi dari sini dia tetap memperhatikanmu diantara ribuan orang, dia selalu mendukungmu, dan dia selalu berharap bintang itu akan selalu jadi miliknya. Dia selalu berharap kau akan selalu bahagia diatas sana. Tapi kenapa kau tak pernah menganggapnya sekarang? Kenapa seakan ada batasan diantara kalian? Dan kenapa kau memperlakukannya sepeti itu?

Dari : salah satu orang yg selalu memperhatikanmu didalam keramaian
Untuk : kau yg selalu berhasil menarik perhatiannya

Minggu, 05 Juni 2016

Perkenalan yg mengesankan

Suasana siang ini tampak mendung. Matahari tampak ragu ragu memunculkan sinarnya. Awan kelabu pun jadi pusat perhatianku yg sedang menghiasi langit siang ini. Angin pun sesekali tertiup sangat keras. Ya, bulan ini memang bulan pacaroba. Tiba-tiba panas, tiba-tiba itu pula hujan, dan aku pun tak pernah tau apa yg akan terjadi sedetik kemudian. Siang ini kusiapkan semua peralatanku. Beberapa barang pun sudah masuk dalam tas yg akan kubawa ini. Seketika teman ku pun datang untuk menjemputku, dan tak berpikir lama kita pun berangkat. Perjalan kita memang cukup jauh, apalagi hanya menggunakan sepeda motor. Angin yg berhembus pun membuat mataku sayu sayu dan akhirnya tertidur. Dan entah kenapa saat mata ini terbuka ternyata sudah samapi ditempat yg kutuju. Aku pun bersiap siap untuk melakukan gladi risik untuk penampilan sore nanti. Beberapa pengisi acara pun turut melakukannya. Setelah semua selesai, kita pun menyiapkan diri untuk tampil. Mulai dari make up, rambut, costume pun sudah harus dipersiapkan. Polesan polesan makeup pun mulai terbentuk diwajahku. Hingga akhirnya menjadi muka yg tampak sempurna seperti boneka. Ahh sial kenapa saat di make up olehnya muka ini tampak seperti boneka yg sungguh imut. Bahkan aku tak menyadari bahwa wajahku bisa berubah sepeti ini. Hingga tampilan demi tampilan pun telah selesai demikian juga denganku. Acara pertama pun sukses membuat beberapa mata tertuju padaku, dan sekarang aku harus menunggu acara ke dua yg dilakukan nanti malam. Sambil menunggu, aku pun menghabiskan waktu untuk membeli makanan untuk mengganjal perut yg sudah berdemo sedari tadi. Kubiarkan diriku bersantai tanpa adanya peraturan pengisi acara. Hingga akhirnya aku harus bersiap siap untuk kembali tampil. Ya, penampilan kedua kali ini sukses membuat beberapa orang terpanah, bahkan beberapa orang rela melihat hingga aku selesai tampil, termasuk pula kau. Entah sejak kapan, aku tersadar bahwa kau berada tepat didepanku. Kau melihatku, dan tersenyum. Setengah lingkaran yg tergambar diwajahmu pun sukses membuat diriku terkesan. Sang mc pun masuk ke atas panggung. Beberapa games kita mainkan dengan aku sebagai salah satu lawannya. Dan kau pun mengajukan diri untuk ikut dalam games kali ini. Entah apa aku menyebutnya, entah ini kebetulan atau apa, kau berpasangan denganku dalam games ini, dan kita memainkan games yg bernama panco mata. Ah sial itu permainan yg paling aku benci, tapi dalam kocokan itu kau mendapatkannya. Permainan pun dimulai, kita saling menatap mata satu sama lain tanpa boleh berkedip. Dan entah kenapa aku terpaku oleh wajah itu, wajah yg terlukis setengah lingkaran dibibirnya, hingga akhirnya aku lah yg berkedip dan kau jadi juaranya. Permainan ini sukses membuat kita jatuh dalam pesona kita masing masing. Dan setelah acara berakhir, kau pun tiba tiba datang menemuiku. Aku tak tau apa yg kau fikirkan tentangku, kita pun memilih tempat untuk saling bercerita dan berkenalan yg tak seberapa jauh dari backstage ku. Perkenalan malam ini sukses membuat pikiran ku terngiang oleh namamu. Dan beberapa fotomu bersamamu pun sudah tersimpan di memori handphoneku. Malam ini aku sukses dibuat kagum oleh nya, oleh pemilik senyuman itu. Dan aku harap kita akan bertemu lagi dilain waktu. Terimakasih atas perkenalan yg singkat itu.

Jumat, 06 Mei 2016

Tak Mengenalmu

Siang ini terik mentari tak ragu ragu tuk menyinari bumi. Siang ini terasa sangat panas. Angin pun seakan pergi entah kemana. Suasana sekolah ini pun terasa sangat panas, ya walau aku tau di kelas ada 2 AC yg sedang menyala. Tapi, entah kenapa aku memilih diam diluar melihat ke arah lapangan. Ya, sekarang aku berdiri di lantai atas dengan menghadap ke lapangan basket. Beberapa teman lelaki ku pun sedang berada di sana untuk sekedar bermain basket. Ku rasa terik mentari ini tak mengganggu mereka untuk melakukan hobinya. Baju seragam pun terlepas dan di taruh didekat ring. Mereka hanya menggunakan kaos polos yg membuat badan nya terlihat tegap. Termasuk juga kau. Tapi, kenapa kau hanya duduk di bawah ring? Kenapa kau tak bergabung dengan yg lain? Kenapa muka itu seperti itu? Ada apa denganmu? Kenapa mukamu tak sedap untuk di lihat? Kenapa wajah itu tampak sangat kusut? Tangan mu pun masih tetap memegang handphone, dan setiap detik pun wajah itu selalu tertuju ke layar handphone itu. Ada apa? Apa yg kau tunggu? Apa yg kau cemaskan? Kenapa wajah itu tak berpaling sedikitpun dari layar handphone itu? Dan seketika itu kau lansung beridiri dan membanting handphone putih itu ke arah kursi dekat lapangan, yg membuat beberapa mata tertuju padamu. Kau yg tak peduli dengan sorotan mata yg melihatmu pun lansung bergabung dengan teman temanmu dilapangan tanpa memperdulikan kondisi handphone yg kau miliki. Raut wajah dengan penuh emosi yg tertahan, itu lah yg kulihat siang ini. Wajah itu tak tampak se-cool biasanya. Wajah itu tampak sangat menakutkan. Ada apa? Apa yg terjadi? Bahkan permainanmu siang ini sangatlah kacau. Kau yg tak bisa mengontrol emosimu, seakan membuatmu tak bisa memasukkan poin ke dalam ring itu. Kemana dirimu yg dulu? Sosok orang yg tenang, cool, penuh senyum, canda tawa, sosok orang yg selalu jadi pusat perhatianku. Kemana sosok itu? Bahkan sekarang entah kenapa, aku takut melihatmu. Seakan aku melihat sosok monster yg siap memangsa. Ah kau sangat berbeda sekarang. Mengapa? Karna apa? Karenanya? Ah ya, aku tau pasti karenanya. Karena sosok perempuan itu. Sosok perempuan yg kau puja. Sosok perempuan yg kau damba. Entahlah kau sadar atau tidak. Tapi, sejak kau mengenalnya kau berbeda. Bahkan sangat berbeda dengan sosok lelaki yg selalu menarik perhatianku dulu. Sesekali kau tampak begitu hancur, penuh amarah, penuh emosi, penuh duka, penuh kecewa, dan yg lain. Dan entah kenapa , terkadang aku bisa melihatmu tapi aku tak merasa jika itu adalah kau. Kemana sosok dirimu yg dulu? Sosok orang yg santai, tenang, penuh wibawa, cool, semangat. Bahkan aku tak melihat ada yg menarik di dirimu. Kenapa aku melihat dirimu sangat hancur? Kenapa aku tak merasakan hadirmu walaupun kau berada tepat didepanku? Ahh sial kau bukan lagi sosok yg dulu ku kagumi. Dan aku harap itu hanya perasaanku saja. Ya perasaan gadis yg selalu senang mengawasimu dari kejauhan.

Rabu, 04 Mei 2016

Abstrak

Malam ini, malam yg sangat indah, tapi kenapa aku tak merasakan keindahan itu? Aku ingat betul setahun yg lalu pada tanggal ini. Tanggal yg kita berdua nantikan setiap bulannya. Tanggal yg sangat berkesan buat kita. Tanggal yg membuat kita menjadi seperti itu. Tapi kenapa pada saat ini sangat berbeda. Kau tau, aku sangat menantinya, aku sangat menginginkan hari ini sejak lama. Walaupun aku tak yakin apa kau menantinya, atau bahkan kau sudah melupakannya.
Ku biarkan rambut hitam lurusku tergerai. Dress hitam itu masih melekat ditubuhku sejak tadi sore, dan sekarang hanya diberi tambahan jumper untuk sekedar  melindungi tubuhku dati angin malam. Aku pun berjalan keluar dari homestay. Fikiranku saat ini terlalu kacau untuk berada di suatu ruangan. Akhirnya aku memilih pergi ke jaring jaring di tepi pantai. Aku biarkan diriku tidur terlentang disana. Kubiarkan fikiranku melayang layang tak tau tujuan. Entah kenapa fikiranku kacau. Entah kenapa aku merasa sangat bimbang. Entah kenapa perasaanku sangat abstrak. Aku ingin sekali menangis tapi aku tak tau sebabnya. Kubiarkan mata ini melihat ke arah langit langit malam. Malam ini, tak ada suara lain kecuali hanya deburan ombak yg terdengar dalam keheningan. Deburan ombak yg menyanyi dengan sendunya. Angin yg bertiup kencang pun menemani malam ku ini. Aku menyukai suasana ini, tenang dan damai. Tapi, kenapa hati ini tak bisa sedamai itu? Apa yg aku fikirkan? Kenapa perasaan ini sungguh tak bisa tergambarkan? Perasaan apa ini? Ku coba memejamkan mata dan mencoba merasakan semuanya, merasakan keheningan, kenyamanan, kesenangan, kedamaian. Tapi, kenapa aku bisa merasakannya? Kenapa aku merasa takut? Kenapa aku merasa sedih? Kenapa aku merasakan abstrak sepeti ini? Ahhh fikiranku terlalu abstrak untuk dijelaskan. Aku pun tetap memejamkan mata, setidaknya dengan ini aku bisa membuat diriku lebih tenang.

Maaf kalau pos nya ngga jelas.

Senin, 02 Mei 2016

Menghapusmu

Pagi ini aku terbangun oleh sinar mentari itu. Cahayanya memasuki ruangan ini yg membuat mataku silau. Aku pun bergegas untuk bangun, tapi entah kenapa mata ini masih ingin untuk terpejam diatas kasur. Aku pun langsung menuju kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka. Aku pun langsung membenahi rambut yg sedari tadi tak beraturan, aku biarkan rambut ini terurai. Rambut hitam lurus dengan panjang se punggung ini hanya ku beri aksesoris topi baseball yg berwarna merah muda dengan hiasan tulisan namaku didepannya. Kubiarkan baju yg sedari tadi kupakai tetap melekat ditubuhku. Aku pun melihat diriku di kaca, ya aku hanya gadis biasa itu lah ucapanku pada diriku di hari ini. Kaos ombre merah muda dengan haotpans biru muda pun siap menemani badan mungilku ini keluar. Kuputuskan untuk menikmati suasana pagi di homestay ini. Ya, sedari kemarin aku memang tinggal di homestay ini dan sepertinya aku akan disini untuk beberapa hari kedepan. Homestay ini memang tak sebagus yg lainnya, tapi entah kenapa aku suka dengan desain setiap ruangnya. Terlihat sederhana, terlihat unik, ya walaupun aku tau tempat ini sangatlah berbeda dari rumah tempat ku tinggal tapi aku tak begitu mengkhawatirkannya. Aku pun memutuskan duduk di salah satu ayunan yg sedari tadi tak berpenghuni di depan homestay. Dari sini aku bisa melihat keindahan tempat ini. Deburan ombak didepanku menjadi hal menarik pagi ini. Karna masih pagi aku pun memutuskan untuk bermain air di pantai ini. Indah nya pantai ini membuatku betah bermain air disini. Sesekali aku pun memainkan pasir pasir disana dan menulis beberapa kata aneh. Dan yg terakhir kutuliskan sebuah nama yaitu namamu. Nama sosok lelaki yg sudah beberapa tahun terakhir ini menetap di hatiku. Nama sosok lelaki yang ingin kuhapus dari ingatanku. Aku pun menulisnya di ujung pantai, dengan harapan itu akan terhapus dengan cepat. Tapi nyatanya itu tak berjalan sesuai keinginanku. Ombak yg sedari tadi sangat keras tiba tiba menghilang begitu saja, yg menyebabkan air tak mengenai tulisan yg kubuat ini. Hingga aku menunggu beberapa menit pun itu semua belum terjadi sesuai keinginanku. Tapi kenapa? Kenapa saat aku berniat seperti itu seakan pantai ini tak menyetujui jika aku akan menghapus namamu disini. Aku pun langsung menutup tulisan itu dengan setumpuk pasir yg kumainkan di kaki ku. Dan aku lebih memilih menikmatinya di atas jaring jaring sambil duduk duduk menikmati indahnya pantai ini. Sejujurnya aku memilih tempat ini sebagai liburan untuk menjauhkan diriku dari suasana kota yg membuatku ingat padamu, tapi entah kenapa di pantai ini aku masih tetap membayangkan sosokmu. Membayangkan sosok lelaki yg sudah menghianati semuanya. Sosok lelaki yg sudah membuatku sangat kecewa. Sosok lelaki yg dulu pernah menjadikan ku sebagai alasanya untuk tetap disini. Kenapa kamu selalu ada di fikiranku? Kenapa aku tak bisa secepat itu menghilangkan ingatanku tentangmu? Kenapa tak semudah itu? Sedangkan kau sekarang sudah bersama wanita itu. Wanita yg tak aku tau siapa dia. Wanita yg bisa merubah sikapmu terhadapku. Ya, semua berubah begitu saja. Ahh sial kenapa aku malah terus terbayang setiap detail darimu. Aku pun berganti posisi menjadi tiduran dengan menghadap kelangit. Aku ingin melepas semua perasaanku terhadapmu sebentar saja. Aku ingin menikmati suasana ini. Aku pun memasang earphon yg tadi kubawa. Ku bawa  diriku relax dengan semua suasana ini. Dan aku harap setelah ini, perasaanku bisa lebih tenang dari sebelumnya dan perlahan semua itu akan terhapus oleh waktu.

Selasa, 26 April 2016

Celoteh malam

Yang dulunya saling mengagumi pada saatnya akan saling melukai.
Yang dulunya saling mengamati pada saatnya saling mengacuhi.
Yang dulunya saling mengerti pada saatnya akan saling tak berhati.
Yang dulunya saling menunggu pada saatnya akan pergi tanpa babibu.
Saat hati, otak dan kenyataan tak lagi berjalan beriringan,
Saat hati ini tak lagi berarti,
Saat semua kasih terlalu tak berguna,
Pada saatnya semua akan terjadi.
Selamat malam, selamat bermimpi.
Dan selamat menggapai cintamu sekalipun hanya sebuah mimpi dan saat mentari tiba esok pagi, jangan lupa untuk menghapus kesedihanmu.

Senin, 25 April 2016

Malam rindu

Kupandangi langit malam ini. Malam ini bulan tak malu malu menunjukkan wujudnya, ia menunjukkan wujudnya. Kutatap bulan yg berbentuk lingkaran itu. Cahaya nya sangat lah terang untuk malam ini. Dan beberapa bintang pun ikut menemani bulan diatas sana. Malam ini langit terlihat sangat cantik dengan taburan cahaya bintang dan cahaya bulan yg sangat terang. Angin malam ini pun terasa sangat sejuk tak seperti hari biasanya. Malam ini terasa sunyi ya bahkan sangat sunyi mungkin karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi entah kenapa aku masih duduk terpaku di kursi lantai atas rumahku, ya tepatnya di balkon kamarku yg berada di lantai atas. Aku cukup sering melihat suasana malam dari tempat ini. Dan kali ini suasana cukup sepi bahkan tak terdengar suara orang yg biasanya sedang berjualan keliling disekitar kompleks. Aku pun memasang earphone yg sedari tadi kutaruh di meja dekat ku. Lagu pun terputar dan menemani malam panjang ku ini. Seketika lagu dari tulus yg berjudul teman hidup pun mulai bernyanyi. Aku pun kembali dibawa oleh arus ingatan itu lagi, dimana kamu adalah pemeran utamanya. Entah kamu ingat atau tidak tentang kejadian itu, tapi kejadian itu masih terngiang di fikiranku. Saat itu kita sedang menghabiskan waktu bersama. Ya tepatnya di balkon kamarku ini kita berada. Kita yg saat itu berniat untuk mengerjakan tugas bersama mulai lelah dengan semua pr yg ada. Dan kita pun miulai menghabiskan waktu di tempat ini. Kau yg membawa gitar akustikmu pun mulai menarikan jari jemarimu diatas senar senar gitar itu. Iringan gitar itu terasa sangat indah malam itu bahkan sangat indah menurutku. Langit yg bertabur bintang pun hanya bisa menjadi saksi bisu betapa aku sangat menyukai malam malam panjang bersamamu. Kita yg duduk menatap langit sambil berkhayal tentang masa depan yg indah, tentang masa depan yg menyenangkan, tentang masa depan kita sendiri yg gemilang seperi bintang di atas sana. Lalu mata kita terfokus pada satu bintang yg sangat lah terang. Ya diatas sana memang ada satu bintang yg paling gemerlap. Entah apa yg saat itu kau katakan aku tak seberapa mendengarnya. Yg aku dengar hanyalah ucapan "terimakasih kau telah jadi seperti itu. Terimakasih kau telah menjadi penerang saat malam" ucapan itu terdengar sangat lirih tanpa menoleh ke arahku, tapi setelah kau selesai berbicara kau tiba tiba menoleh ke arah ku dan ada garis simpul diwajahmu yg aku tak tau apa artinya. Aku pun segera membalas senyuman itu. Seketika gitar yg sedari tadi kau taruh kembali kau ambil. Dan lagu dari tulus yg berjudul teman hidup mulai kau nyanyikan. Malam itu kita hanyut dalam suasana yg kita buat. Dari lagu itu entah kenapa aku merasa kau menekan kan beberapa kalimat "Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku" ya kalimat itu. Seketika kau selesai menyanyi mata itu seketika berubah, mata itu seprti ingin mengatakan suatu hal. Tapi hingga beberapa menit setelahnya pun kau tak juga bersuara. Tiba-tiba kau pun berpamitan untuk pulang karena sudah terlalu malam. Entah apa yg ingin kau utarakan, entah apa yg kau rasakan, aku tak pernah tau karna kau tak juga mengatakannya hingga kini. Dan kini semuanya terasa beberbeda. Kita yg sedang sibuk untuk mendaftar ke jenjang selanjutnya tak pernah bisa menghabiskan waktu seperti dulu, bahkan untuk berkomunikasi pun sudah sangatlah jarang. Kau tau aku rindu menatap langit bersamamu, walaupun dari jauh dan hanya melalu telfon aku sudah sangat senang. Aku merindukan itu dan kini kita sibuk dengan cita cita kita sendiri. Tapi aku percaya kamu akan kembali melihat bintang bersamaku walaupun bukan waktu dekat ini. Terimaksih
Untuk lelaki yg melihat bintang dari tempat lain
Dari gadis yg menunggu telfon demi melihat bintang bersamamu

Maaf kalau post nya ngga jelas dan ngga ada feel nya. Maafkan.

Kamis, 21 April 2016

Mata teduh

Siang ini matahari tampak malu malu menunjukkan sinarnya. Awan pun tampak menutupi sinarnya. Angin yg bertiup juga menemani lajuku. Kali ini aku sedang mengendarai sepeda motor kesayanganku menuju taman kota tempatku berlatih dance. Walaupun sekarang seluruh umat muslim sedang melakukan ibadah puasa tapi semua itu tak menutup kegiatan kegiatanku biasanya.
Tepat saat matahari berada diatas kepala aku sampai di taman kota. Matahari mulai menyengat tapi sejuknya taman kota ini membuat aku betah disini. Karna teman temanku pun belum ada yg datang aku pun memutuskan untuk mempelajari garakan itu sendiri. Hingga beberapa menit akhirnya satu persatu temanku mulai datang kesini. Dan akhirnya semuanya lengkap. Kita pun berlatih beberapa lagu hingga tak terasa waktu sudah  sore dan adzan sore pun sudah berkumandang. Aku dan beberapa temanku pun memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Dan tak lama aku pun kembali berlatih dengan yg lain. Baru tiga kali lagu terputar tapi temanku pun memilih untuk istirahat. Akhirnya kita pun istirahat, sebagian dari kita ada yg beli minum, berlatih sendiri dan bermain handphone. Dan aku sendiri lebih memilih untuk mengistirahatkan badan sambil mengecek handphone yg sedari tadi belum aku pegang karna sibuk berlatih. Dan ternyata ada beberapa notif tentang kamu. Iya, entah sudah berapa lama pesan ini nganggur tak terbalas. Aku pun segera membuka pesan yg sedari tadi belum terbaca. Dan betapa terkejut nya aku saat ada pesan yg berisi
"Aku lagi lihat in cewe cantik latihan"
Aku pun segera membalasnya dengan perasaan aneh "Siapa? Gituu kamuu"
"Coba lihat ke depanmu" "kirim photo dengan aku sebagai objeknya"
Aku pun mencoba mencarimu. Ya aku menemukanmu. Menemukan mata teduh itu sedang melihat ke arahku. Tapi pemilik mata teduh itu sedang ditemani oleh kedua temannya. Aku pun makin terkejut karna ternyata kamu sedang memperhatikanku dari jauh. Entah sudah berapa lama kamu disitu. Dan entah kenapa aku tak sadar jika kamu tepat di depanku, ya walaupun itu cukup jauh seharusnya aku menyadari itu. Mata teduh itu melihat kearahku. Dengan muka yg entah kenapa ditutup oleh masker. Dan yg aku tau pasti kamu tidak sedang sakit lalu kenapa menggunakan masker? Akupun meminta ijin kepada temanku untuk menemuimu. Ya menemui sosokmu yg mungkin sudah lama tak kujumpai karna kita sedang libur sekolah. Canda dan tawa mungkin tergambar di muka kita masing masing. Pertemuan itu terasa sangat sebentar karna aku harus melanjutkan latihan ku. Dan entah kenapa kamu tetap berada disitu melihatku dari kejauhan.
Hai pemilik mata teduh^^ aku merindukan moment ini~ bisakah kita melakukannya lagi? Aku merindukan kamu yg saat itu menggunakan jaket abu abu dengan muka yg tertutup masker dan hanya berani melihatku dari kejauhan~ but it's make me so ... Hmm i can't discrib so thankyou so much~

Maaf post kali ini ngga jelas~ dan ngga ada feel nya~ bingung njelasin perasaan jadi begini~ so sorry readers

Senin, 18 April 2016

Hanya Waktu

Malam ini terasa sangat dingin. Hujan sedari tadi sore pun, tak kunjung berhenti. Aku yang sedari tadi dihalte pun sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang, dan sesekali orang yg berhenti untuk meneduh dan menggunakan jas hujannya. Asiknya cahaya lampu kendaraanpun ikut menemani malam panjang itu. Entah apa yang membuatku sedari tadi tetap terpaku disini. Aku yang mengenakan baju sweater putih dengan corak bunga vintage dan paduan celana jeans denim pun, mulai terasa kedinginan karena baju yang kukenakan ini sudah basah terkena rintikan hujan saat aku menuju halte. Angin malam itu pun mulai merasuk kedalam kulitku yang membuat udara semakin dingin. Beberapa orang yang berhenti pun menatap kepadaku dengan senyuman ringannya. Aku yang sedari tadi  sibuk membuat diriku hangat pun terkejut karena sebuah bunyi yang kukenal. Ya, handphone mungilku ini berbunyi yang menunjukkan ada sebuah pesan yang masuk. Loockscreen pun ku buka, dan ternyata sebuah pesan darimu yang berisi “Maaf ya, kelihatannya aku ngga bisa nemenin kamu besok”. Ya jawaban itu, aku sudah tau jawaban itu yang akan selalu kau ucapkan. Aku pun lansung membalasnya “Iya gapapa sayang^^”. Dan jawaban itu juga yang akan selalu ku jawab untuknya walaupun perasaan ini kecewa.
Pernah aku berharap kau memiliki waktu untuk menemaniku keluar walaupun sebentar saja, tapi itu semua selalu berujung kecewa atas semua penolakannya. Dan kali ini sungguh aku sudah mempersiapkan suatu hal untukmu, suatu hal yang akan kulakukan untukmu, suatu hal yg akan kutunjukan untukmu, suatu hal yg ingin ku berikan untukmu, tapi semuanya gagal. Disaat aku berharap apa yang aku lakukan terjadi dengan baik untukmu, tapi semua itu gagal karena penolakanmu kepada ajakanku. Dan semuanya yang telah dipersiapkan terlepas begitu saja, terbuang begitu saja, saat kau menolaknya. Ya, mungkin memang harapanku terlalu besar jika aku berharap kau akan menghabiskan waktu dengan ku. Mungkin itu hanya lah mimpiku yang tak akan jadi nyata. Maaf jika aku terlalu egois dan selalu berharap kau akan selalu ada waktu untukku.


Selasa, 12 April 2016

Maaf aku melanggarnya

Malam ini, aku melanggar janji yang telah ku buat kepada diriku sendiri maupun sahabatku. Entah sejak kapan janji itu terbuat. Entah sejak kapan aku menyetujui perjanjian itu. Aku pun tak pernah mengerti. Yang ku tau, aku sudah beberapa kali melanggarnya. Mungkin memang bukan dalam waktu dekat ini aku melanggarnya, tapi itu selalu terjadi. Janji yang tak pernah siap jika aku harus melakukannya. Janji yang mungkin hanya bulshit bagiku. Aku yang begitu terjerumus oleh semuanya yang telah kau buat mungkin terlalu mudah atau bahkan sangat mudah meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, yang ku ingat sudah sangat lama aku tak meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, kenapa malam ini berbeda?
Malam ini, kupandangi jendela bus yang berlaju. Kulihat indahnya suasana malam pulau Bali dari balik kotak kaca ini. Lagu dangdut yang sedari tadi diputar oleh teman temanku pun berubah menjadi lagu lagu pop yang beralunan sangat mellow. Yang membuat suasana menjadi hening dan larut dalam suasana malam ini. Dan seketika lagu dari Afgan yang berjudul Jodoh Pasti Bertemu pun terputar didalam heningnya bus malam ini. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Entah apa yang ada benakku saat itu. Entah apa yg merasuki ku saat itu. Aku tak pernah tau hingga sekarang. Yang ku tau, saat itu air mata ini tiba tiba mengalir begitu saja membuat aliran dipipiku. Tanpa aku sadar aliran tangis ini makin lama makin deras. Hingga seseorang yang membuatku sadar jika saat itu aku sudah menangis dalam gelapnya malam itu. Aku pun segera menenangkan perasaan yang sedang beradu dengan pikiranku sendiri. Hingga beberapa orang menyadari bahwa aku telah menangis dan membuat bus malam ini pun menjadi ramai dengan gurau-an mereka tentang ku yang sedang menangis. Dan beberapa mulut pun berbunyi yang berkata kau pun sedang menangis. Menangis dalam heningnya malam sama sepertiku? Sungguh hati ini ingin melihatmu, ingin mengerti apakah semua itu benar? Kau yang duduk jauh didepanku sedang menangis? Apa itu benar? Celotehan temanmu pun mulai berbunyi memecah heningnya malam ini,dan akupun ingat beberapa celotehan mereka dari yang sedap untuk didengar maupun tidak. Entah kenapa aku memilih untuk tidur agar semuanya terasa lebih tenang dan perkataan mereka tak semuanya kudengar tapi ternyata tak semudah itu. Saat kumulai menutup mata entah kenapa timbul beberapa pertanyaan yang ingin aku tau jawabannya. Apa benar kau menangis? Mengapa kau menangis? Apa terlalu menyedihkan hingga aku dengar kau menangis lagi? Segitu penting kah dia hingga air matamu menetes karnanya? Semua pertanyaan perlahaan menggebu dipikiranku yang entah akan dijawab oleh siapa dan kapan. Dan sekarang aku tau jika kau telah meneteskan air mata mu untuknya berarti kau tulus menyayanginnya dan aku hanya bisa melihatmu dan mendoakanmu dari kejauhan.

Dari perempuan yang menangisimu.
Untuk lelaki yg duduk jauh didepanku

Jumat, 12 Februari 2016

Kupu-Kupu cantik

Kupu- kupu… Ya dia selalu memiliki corak dan warna yang cantik sehingga dapat memikat beberapa mata. Bahkan terkadang ada kupu-kupu yg memiliki corak warna yg sangat indah sehingga beberapa orang berniat menangkapnya untuk dijadikan sebuah pajangan atau koleksi.
Kau tau? Aku bagaikan kupu kupu. Dahulu aku bisa terbang kesana-kemari, melihat orang orang beraktivitas, melihat mereka dari jauh. Dan aku selalu bisa terbang bebas. Banyak orang yang ingin menangkapku tapi entah kenapa tak ada yg berhasil. Tapi, saat itu kau datang seolah ingin menangkapku. Kau selalu mencoba, mencoba, mencoba dan tak kunjung menyerah. Kau mencoba dengan beberapa cara sehingga aku bisa masuk dalam perangkapmu. Dan saat aku sudah kau tangkap, kau hanya memberiku ruang yg sangat kecil yaitu ‘stoples’ kaca. Di sana aku seolah menurut dengan apa yg kau suruh, aku diam didalam kaca terus-menerus, tanpa bisa berinteraksi dengan dunia luar, bahkan tanpa ada teman sekalipun. Setiap hari selalu begitu. Saat ada binatang yg mendekat di stoples ku pun kau selalu menjauhkannya dariku. Entah apa maksud dari perilakumu itu. Awalnya kau selalu datang untuk melihat stoples kaca yg berisikan diriku, kau selalu mengajakku bicara seolah aku mengerti dengan apa yang kau katakan. Hari-hari ku selalu berjalan seperti itu, menunggu kau datang dan kembali untuk sekedar mengajakku bicara atau hanya menengok keadaanku. Sedangkan aku tak pernah tau bagaimana kehidupanmu diluar sana, karna kau selalu membatasi ruang hidupku. Tapi aku selalu percaya kau akan datang untukku.
Hari demi hari pun berganti. Kau semakin berubah seakan kau menemukan hal yg membuat mu tertarik lagi. Aku selalu mencari tau apa yg kau lakukan diluar sana, aku selalu berharap bahwa kau akan membuka tutup stoples ini untuk mengijinkanku melihatmu diluar sana, tapi itu tak pernah terjadi. Yang aku lihat hanya senyum sumringah yg melekat diwajahmu saat kau datang.
Hingga hari itu datang. Kau membuka tutup stoples ini dan menyuruhku keluar, kau buat stoples kaca itu kosong, kau mengusirku dari tempat ini secara paksa tanpa memberitau alasannya. Aku pun mengepakkan sayapku untuk benar benar keluar. Aku mengikutimu, aku melihatmu, dan aku memperhatikanmu secara diam diam. Dan saat itu aku benar benar tau alasan mengapa kau menyuruhku untuk keluar dari stoples itu. Karna stoples itu akan kau isi dengan kupu kupu itu. Kupu kupu yg terlihat sangat menarik, sangat cantik, dan sangat menawan. Dan kau telah menyiapkan tempat kosong itu untuk diisikan olehnya.
Sekarang aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan yang selalu mencoba menangkapnya. Mungkin memang perasaan ini kecewa, tapi entah kenapa melihat senyuman itu semuanya terlihat bahagia. Semuanya terlihat asik dan menyenangkan. Oh iya, terimakasih telah membuka tutup stoples itu dan membiarkanku terbang lagi. Sekarang kehidupanku sungguh berwarna, ditemani beberapa orang dan kupu kupu diluar sana yang selalu buat aku ketawa. Semuanya terasa indah, bahkan sangat indah. Terimakasih. Dan semoga kau berhasil menangkap kupu-kupu cantik itu.
Dari kupu-kupu yg selalu mengikutimu

Untuk manusia yg berhasil menangkapku

maaf kalau post ini nggajelas.

Jumat, 05 Februari 2016

Terimakasih



Sore ini, aku masih berdiri ditempat ini. Dengan suasana yg masih sama seperti dulu. Dan membawa perasaan yang masih pula sama seperti awal aku pergi ketempat ini. Tempat ini pun belum berubah, hanya ada beberapa bangunan yg berganti warna. Dari ujung sini, aku bisa melihat semuanya. Ya, semua hal yg pernah terjadi disini, termasuk suasana saat itu. Entah kenapa suasana saat itu masih sangat melekat di memori otakku. Mungkin memang baru dua kali kita ketempat ini dan aku pun masih sangat ingat betul semua kejadian di tempat ini. Tanggal dan waktunya pun masih belum terhapus dari memori ini. Bahkan ada beberapa kalimat yg masih sangat terngiang di fikiranku hingga saat ini. Seolah semua baru saja terjadi kemarin. Aku ingat betul delapan bulan yang lalu ada hal yg sangat mengesankan disini, bahkan menurutku sangat mengesankan. Semua itu terjadi begitu saja, dan sekarang semua terasa berbeda. Entah apa yg membuat semuanya terasa berbeda. Dahulu, dengan alasan yg sama aku pergi ke tempat ini. Tapi, sekarang semuanya hanya kenangan belakang. Kenangan yg akan menjadi sejarah dihidupku maupun dihidupmu. dan terimakasih kau telah mengajarkanku banyak hal.
 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez