Selasa, 12 April 2016

Maaf aku melanggarnya

Malam ini, aku melanggar janji yang telah ku buat kepada diriku sendiri maupun sahabatku. Entah sejak kapan janji itu terbuat. Entah sejak kapan aku menyetujui perjanjian itu. Aku pun tak pernah mengerti. Yang ku tau, aku sudah beberapa kali melanggarnya. Mungkin memang bukan dalam waktu dekat ini aku melanggarnya, tapi itu selalu terjadi. Janji yang tak pernah siap jika aku harus melakukannya. Janji yang mungkin hanya bulshit bagiku. Aku yang begitu terjerumus oleh semuanya yang telah kau buat mungkin terlalu mudah atau bahkan sangat mudah meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, yang ku ingat sudah sangat lama aku tak meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, kenapa malam ini berbeda?
Malam ini, kupandangi jendela bus yang berlaju. Kulihat indahnya suasana malam pulau Bali dari balik kotak kaca ini. Lagu dangdut yang sedari tadi diputar oleh teman temanku pun berubah menjadi lagu lagu pop yang beralunan sangat mellow. Yang membuat suasana menjadi hening dan larut dalam suasana malam ini. Dan seketika lagu dari Afgan yang berjudul Jodoh Pasti Bertemu pun terputar didalam heningnya bus malam ini. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Entah apa yang ada benakku saat itu. Entah apa yg merasuki ku saat itu. Aku tak pernah tau hingga sekarang. Yang ku tau, saat itu air mata ini tiba tiba mengalir begitu saja membuat aliran dipipiku. Tanpa aku sadar aliran tangis ini makin lama makin deras. Hingga seseorang yang membuatku sadar jika saat itu aku sudah menangis dalam gelapnya malam itu. Aku pun segera menenangkan perasaan yang sedang beradu dengan pikiranku sendiri. Hingga beberapa orang menyadari bahwa aku telah menangis dan membuat bus malam ini pun menjadi ramai dengan gurau-an mereka tentang ku yang sedang menangis. Dan beberapa mulut pun berbunyi yang berkata kau pun sedang menangis. Menangis dalam heningnya malam sama sepertiku? Sungguh hati ini ingin melihatmu, ingin mengerti apakah semua itu benar? Kau yang duduk jauh didepanku sedang menangis? Apa itu benar? Celotehan temanmu pun mulai berbunyi memecah heningnya malam ini,dan akupun ingat beberapa celotehan mereka dari yang sedap untuk didengar maupun tidak. Entah kenapa aku memilih untuk tidur agar semuanya terasa lebih tenang dan perkataan mereka tak semuanya kudengar tapi ternyata tak semudah itu. Saat kumulai menutup mata entah kenapa timbul beberapa pertanyaan yang ingin aku tau jawabannya. Apa benar kau menangis? Mengapa kau menangis? Apa terlalu menyedihkan hingga aku dengar kau menangis lagi? Segitu penting kah dia hingga air matamu menetes karnanya? Semua pertanyaan perlahaan menggebu dipikiranku yang entah akan dijawab oleh siapa dan kapan. Dan sekarang aku tau jika kau telah meneteskan air mata mu untuknya berarti kau tulus menyayanginnya dan aku hanya bisa melihatmu dan mendoakanmu dari kejauhan.

Dari perempuan yang menangisimu.
Untuk lelaki yg duduk jauh didepanku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez