Malam ini, aku
melanggar janji yang telah ku buat kepada diriku sendiri maupun sahabatku. Entah
sejak kapan janji itu terbuat. Entah sejak kapan aku menyetujui perjanjian itu.
Aku pun tak pernah mengerti. Yang ku tau, aku sudah beberapa kali melanggarnya.
Mungkin memang bukan dalam waktu dekat ini aku melanggarnya, tapi itu selalu
terjadi. Janji yang tak pernah siap jika aku harus melakukannya. Janji yang
mungkin hanya bulshit bagiku. Aku yang begitu terjerumus oleh semuanya yang
telah kau buat mungkin terlalu mudah atau bahkan sangat mudah meneteskan air
mata ini untukmu. Tapi, yang ku ingat sudah sangat lama aku tak meneteskan air
mata ini untukmu. Tapi, kenapa malam ini berbeda?
Malam ini,
kupandangi jendela bus yang berlaju. Kulihat indahnya suasana malam pulau Bali
dari balik kotak kaca ini. Lagu dangdut yang sedari tadi diputar oleh teman
temanku pun berubah menjadi lagu lagu pop yang beralunan sangat mellow. Yang membuat
suasana menjadi hening dan larut dalam suasana malam ini. Dan seketika lagu
dari Afgan yang berjudul Jodoh Pasti Bertemu pun terputar didalam heningnya bus
malam ini. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Entah apa yang ada benakku
saat itu. Entah apa yg merasuki ku saat itu. Aku tak pernah tau hingga
sekarang. Yang ku tau, saat itu air mata ini tiba tiba mengalir begitu saja
membuat aliran dipipiku. Tanpa aku sadar aliran tangis ini makin lama makin
deras. Hingga seseorang yang membuatku sadar jika saat itu aku sudah menangis
dalam gelapnya malam itu. Aku pun segera menenangkan perasaan yang sedang
beradu dengan pikiranku sendiri. Hingga beberapa orang menyadari bahwa aku
telah menangis dan membuat bus malam ini pun menjadi ramai dengan gurau-an
mereka tentang ku yang sedang menangis. Dan beberapa mulut pun berbunyi yang
berkata kau pun sedang menangis. Menangis dalam heningnya malam sama sepertiku?
Sungguh hati ini ingin melihatmu, ingin mengerti apakah semua itu benar? Kau
yang duduk jauh didepanku sedang menangis? Apa itu benar? Celotehan temanmu pun
mulai berbunyi memecah heningnya malam ini,dan akupun ingat beberapa celotehan
mereka dari yang sedap untuk didengar maupun tidak. Entah kenapa aku memilih untuk
tidur agar semuanya terasa lebih tenang dan perkataan mereka tak semuanya
kudengar tapi ternyata tak semudah itu. Saat kumulai menutup mata entah kenapa
timbul beberapa pertanyaan yang ingin aku tau jawabannya. Apa benar kau
menangis? Mengapa kau menangis? Apa terlalu menyedihkan hingga aku dengar kau
menangis lagi? Segitu penting kah dia hingga air matamu menetes karnanya? Semua
pertanyaan perlahaan menggebu dipikiranku yang entah akan dijawab oleh siapa
dan kapan. Dan sekarang aku tau jika kau telah meneteskan air mata mu untuknya
berarti kau tulus menyayanginnya dan aku hanya bisa melihatmu dan mendoakanmu
dari kejauhan.
Dari perempuan yang menangisimu.
Untuk lelaki yg duduk jauh didepanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar