Masih tersisa bayang-bayangmu
disetiap inci tempat ini. Suara lagu dan barang-barang ini entah mengapa
mengingatkanku denganmu. Aku tau, ini bukan perasaan yang biasa. Perasaan ini
sangat tak jelas ujungnya, perasaan ini membuatku bingung, dan perasaan ini
sungguh abstrak. Aku pun makin dibuat bingung dengan sikapmu akhir-akhir ini,
tingkah yang dari awal tak ku kenal. Aku yang saat itu baru saja menyelesaikan
semua tugas-tugasku dan mendengar ucapan-ucapan temanmu, yang menghancurkan
kelegaanku.
Diam, cuek mungkin
respon itu yang kuberikan padamu, tapi apakah kamu tau jika saat itu aku marah?
Jika saat itu aku benar-benar kecewa padamu? Kenapa kau seperti ini? Meskipun aku
tau kita belum terikat dalam status dan kejelasan tapi aku kira kita sudah
berkomitmen, dan kejadian ini sungguh membuatku cukup terluka. Adakah hal yang
paling membuatmu sakit ketika kau dibohongi dengan orang yang benar benar kau
percayai? Dan kau melakukan itu, kamu merusak kepercayaanku yang telah kubangun
susah payah demimu. Aku nggak tau harus marah, benci, menyesal, meninggalkanmu
atau bagaimana. Yang ku tau, ternyata aku sangat tolol bisa dengan mudah
percaya apa katamu. Kamu cuma lelaki yang menghalalkan segala cara untuk
menghapuskan kesepihan dan kehausan atas perhatian.
Kalau kamu ingin
aku bercerita sangat jujur, aku bakal cerita. Cerita tentang pertama kita dekat
yang telah membuatku begitu tertarik, cerita tentang betapa aku kagum dengan
semua usahamu, cerita betapa aku merasa beruntung bisa dekat denganmu, cerita
tentang semua hal diduniaku yang berisikan tentangmu. Kamu terlihat sangat
sempurna. Silaumu menggelapkan mataku, aku seakan dengan pasrah berjalan menuju
kearah cahayamu. Aku terlena dengan percakapan kita, pada tawa candamu, pada
selera humormu, pada kata-kata cintamu, dan pada semua usahamu.
Aku telah
memilihmu, bahkan ketika aku menemukan factor yang entah disebut apa, yang
mungkin bisa membuatku berfikir berkali kali untuk dekat denganmu lagi. Dari ucapan
teman-temanmu, yang tak sepenuhnya kukenal. Mungkinkah aku salah telah
mengagumimu? Dan mungkin seharusnya, sebelum kita bergerak terlalu jauh, aku
harus tau bagaimana kamu. Aku tak tau ini perasaan apa, aku hanya merasakan
mataku panas dan ada yang basah dipipiku.
Sekarang, apa aku
harus menyesali semua ini? Kau dengannya sudah bersahabat lama, dan aku adalah
orang yang baru kau kenal. Memang sudah pasti kau lebih dekat dengannya, tapi apa
kau harus dengannya setiap waktu? Apa kau harus membawakan barang barangnya? Apa
kau harus menunggu dia pulang? Dan siapa gadis gadis itu? Setiap ku tanya kau
hanya menutup mulut, berkata bahwa kau dengannya hanya teman, berkata bahwa kau
mencintaiku, berkata kau takut kehilanganku. Setelah kau hancurkan semua ini,
kau masih ingin ku bersikap normal ketika luka dihatiku ini semakin berdarah?
Ku tau ini bukan
salahmu, dan juga bukan salah sahabat atau teman-temanmu. Tapi salahku, gadis
yang terlalu cepat nyaman dengan semua perhatian yang kau berikan. Gadis yang
egois dan mudah cemburu. Dan gadis ini tak paham bahwa perkenalan ini ternyata bisa
menjerumuskan nya pada perasaan yang seharusnya tidak dirasakan sekarang.
Aku tak pernah tau
perasaan ini disebut apa. Yang jelas ketika kubilang ku ingin meninggalkanmu,
aku ingin mengakhiri semua ini, aku ingin kau pergi menjauh, aku ingin kau bahagia
dengannya, aku merasa seperti sangat membohongi diriku sendiri. Aku tak tau
perasaan ini disebut apa, jika memang bukan cinta apa mungkin hanya
ketertarikan sesaat? Tapi mengapa sampai sekarang aku masih menatap ponselku,
berharap kamu menanyakan kabarku?
Ter-inspirasi
dari kak Dwitasari.
Maaf
ya kak ada kata-kata yang sama, habisnya ada beberapa kata yang ngena banget.
But
this is real about me.
Jangan
asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau
mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
LUCI
♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar