Sabtu, 13 Agustus 2016

219/366

Kulihati langit kamarku ini. Pikiranku pun ikut melayang layang memikirkan semua hal tentangmu. Kamu, entah kenapa kata itu selalu menarik pikiranku. Bahkan terkadang aku memikirkan kenapa bayangmu selalu memenuhi pikiranku. Kamu bukanlah orang hebat, bukan pula orang yang terpandang, tapi kenapa selalu kamu yang aku pikirkan?
Kamu? Entah apa yg bisa aku banggakan dari sosokmu,aku tak mengerti. Kemarahan itu mengancurkan semua yg aku percaya. Kesedihan itu perlahan menghapus semua hal manis tentang kita. Dan kekecewaan itu yang membuat aku sadar bahwa semua yg aku percaya tentang mu adalah omong belakang seseorang lelaki yg sedang jatuh hati. Aku mengingat ingat semua yg pernah kau katakan , ku mengingat ingat semua yg kau lakukan, entah mana yg harus aku percaya. Apakah aku harus percaya dengan semua perilaku manismu terhadapku atau perilaku busukmu dibelakangku? Apa kau tak sadar aku selalu memperhatikanmu? Apakah kau sadar akan itu? Hingga kau menggunakan kesempatan itu untuk semakin dekat dengannya? Apakah kau tak sadar dari awal aku sudah tau semua itu, tapi aku selalu menunggu agar kau sendirilah yg akan bercerita padaku, pada orang yg saat itu berstatus pacarmu. Sadarkah kau semua itu sayang? Kurasa tidak, kau hanya lelaki yg mengandalkan semua cara untuk menutupi hal busukmu.
Entah sejak kapan lelaki yg berada didekatku saat itu, berubah jadi lelaki berhidung belang yg tak pernah mengerti perasaanku. Aku selalu melihat semuanya, aku selalu mendengar semuanya, tapi kenapa tak sekalipun ucapan jujur itu ku dengar dari mulut manismu itu? Kenapa kau sembunyikan semuanya? Apa yg kau tunggu? Tau kah kau, semakin lama aku semakin terluka? Ya, aku tau kau tak pernah perduli denganku, bahkan tak pernah tau tentangku. Kemana perginya lelaki yg saat itu bersamaku? Kemana perginya lelaki yg selalu membuatku nyaman? Kemana perginya lelaki yg selalu bisa aku percaya? Kemana perginya sosok itu? Kenapa sekarang hanya ada lelaki jahat yg ada didepanku mataku? Aku merindukan sosokmu yg dulu, sosok orang yg selalu bisa aku banggakan, aku kagumi, dan aku sayang. Tapi kenapa sekarang semua itu tak terlihat lagi? Semuanya musnah karna hal yg aku yakini yaitu dia. Entah adilkah aku menganggap dialah penyebab dari hancur nya semua ini. Entah adilkah menyalahkan seseorang yg bahkan kau tak pernah mendengarkan pembelaan darinya. Aku pun tak pernah memikirkan itu. Yg aku tau lelakiku sudah benar benar membuatku kecewa. Semua yg ia katakan ternyata hanya kata kata manis dari mulut orang yg tengah mabuk. Dan entah kenapa kenapa aku selalu mempercayai dan bersepakat tak akan melanggarnya. Sedangkan kmu, kamu lah yg melanggar semua yg kau ucapkan sendiri, semua aturan yg kau ucapkan sendiri, semua aturan tak tertulis yg selalu kau ucapkan untuk mengingatkanku. Aku ingat betul, kau selalu mengingatkanku untuk saling terbuka, untuk saling menceritakan keluh kesah yg kita alami, untuk saling bercerita semua hal yg terjadi pada kita , untuk saling jujur dan tak ada yg ditutup tutupi, tapi apa kenyataannya, apakah kau melakukan itu? Apakah lelakiku melakukan apa yg ia ucapkan? Kenapa itu semua hanya ucapan yg tak ada buktinya? Aku juga masih terngiang omonganmu untuk mengingatkanku , jangan ada orang ketiga diantara kita, jangan ada orang lain yg bisa ngerebut hati salah satu diantara kita, jangan biarkan ada spasi untuk diisikan oleh orang ketiga. Tapi apa, apa nyatanya? Kenapa kau langgar? Kenapa semua omonganmu hanya berlaku untukku ? Adilkah itu? Aku slalu mentaatinya, aku slalu berusaha tak pernah melakukan hal yg membuatmu terluka bahkan kecewa, tapi kenapa kau begitu kejam melakukan semua itu padaku? Melakukan semua hal yg katanya itu membuat trauma, membuatmu takut, tapi kenapa kau lakukan padaku? Kenapa sosok lelaki yg aku sayang begitu jahat kepadaku?
Aku selalu percaya padamu, aku slalu yakin dengan mu, tapi kenapa sekarang kau membuktikan padaku bahwa kau tak pantas untuk aku percaya?
Dari : gadis yg selalu memperhatikanmu
Untuk: lelaki yg tak pernah menyadari diriku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez