*Pernah ada rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh bintangku...
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini kucoba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh kekasih...
Np: Gaby-tinggal kenangan
Lagu itu pun terputar dalam earphone mungilku. Kutatap langit dari balkon rumahku. Pemandangannya pun sangat indah, tapi tak tampak satupun bintang di atas sana. Langitpun terlihat dipenuhi awan. Angin yg berhembuspun cukup kencang. Tiba tiba rintikan hujan pun mengenaiku, aku pun mengambil ancang ancang untuk masuk kedalam tepatnya kamarku. Saat sudah didalam kamar aku pun lansung nelemparkan diriku diatas kasur empuk yg berukuran cukup besar untuk diriku sendiri diatasnya. Merebahkan badan sambil melihat langit kamar yang penuh hiasan bintang disana. Dan lagu dari Gaby pun masih setia meramaikan telingaku. Suasana ini sungguh membuatku ingat dengan sosok lelaki berbadan jakung itu. Ya lelaki itu memiliki badan jakung, mata teduh, bibir tipis, dan suara berat yg sangat khas di telingaku. Ku ingat betul saat kita duduk di bangku kelas sebelas. Kita yg dulu sempat dekat entah kenapa tiba-tiba menjauh karna alasan yg belum tentu jelas. Ya, mungkin saat itu salahku yg menggantungkan sebuah jawaban yg selalu kau tunggu. Tapi, salahkah aku jika saat itu aku berharap jika sahabatku sendiri mengikhlaskanmu dekat dan mempunyai suatu hubungan denganku? Maafkan aku jika saat itu aku benar benar egois. Dan setelah hari dimana aku merasa kita benar benar menjauh, tiba tiba kaupun duduk didekatku saat istirahat berlangsung. Kau yg saat itu membawa gitar akustik terlihat sangat menawan dimataku. Perlahan tapi pasti kau mengalunkan nada nada itu, jari jemari yg belum terbiasa itu pun masih terlihat sangat kaku, tapi entah mengapa kau tak berhenti mencobanya. Alunan yg kau nyanyikan pun terasa sangat menusuk hatiku. Entah apa tujuan kau menyanyikan lagu itu dengan gitar didekatku. Yang ku tau kau bukan lah orang yg lihai memainkan gitar, bahkan aku dengar kau belum bisa saat itu, tapi entah kenapa kau ada didepanku dengan membawa gitar dan menyanyikanku satu lagu yg sangat mengena untukku. Dari kejadian itu kita semakin berjalan berjauhan, bahkan seperti orang yg tak pernah mengenal. Bisakah semua ini tak hanya jadi kenangan belakang untuk kita berdua? Bisakah kita saling bertahan dalam situasi apapun? Okay baiklah, sepertinya aku tau apa jawabanmu. Pasti tidak bisa, bukan? Maafkan gadis yg egois ini. Dan trimakasih atas semua yg telah kau berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar