Senin, 02 Mei 2016

Menghapusmu

Pagi ini aku terbangun oleh sinar mentari itu. Cahayanya memasuki ruangan ini yg membuat mataku silau. Aku pun bergegas untuk bangun, tapi entah kenapa mata ini masih ingin untuk terpejam diatas kasur. Aku pun langsung menuju kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka. Aku pun langsung membenahi rambut yg sedari tadi tak beraturan, aku biarkan rambut ini terurai. Rambut hitam lurus dengan panjang se punggung ini hanya ku beri aksesoris topi baseball yg berwarna merah muda dengan hiasan tulisan namaku didepannya. Kubiarkan baju yg sedari tadi kupakai tetap melekat ditubuhku. Aku pun melihat diriku di kaca, ya aku hanya gadis biasa itu lah ucapanku pada diriku di hari ini. Kaos ombre merah muda dengan haotpans biru muda pun siap menemani badan mungilku ini keluar. Kuputuskan untuk menikmati suasana pagi di homestay ini. Ya, sedari kemarin aku memang tinggal di homestay ini dan sepertinya aku akan disini untuk beberapa hari kedepan. Homestay ini memang tak sebagus yg lainnya, tapi entah kenapa aku suka dengan desain setiap ruangnya. Terlihat sederhana, terlihat unik, ya walaupun aku tau tempat ini sangatlah berbeda dari rumah tempat ku tinggal tapi aku tak begitu mengkhawatirkannya. Aku pun memutuskan duduk di salah satu ayunan yg sedari tadi tak berpenghuni di depan homestay. Dari sini aku bisa melihat keindahan tempat ini. Deburan ombak didepanku menjadi hal menarik pagi ini. Karna masih pagi aku pun memutuskan untuk bermain air di pantai ini. Indah nya pantai ini membuatku betah bermain air disini. Sesekali aku pun memainkan pasir pasir disana dan menulis beberapa kata aneh. Dan yg terakhir kutuliskan sebuah nama yaitu namamu. Nama sosok lelaki yg sudah beberapa tahun terakhir ini menetap di hatiku. Nama sosok lelaki yang ingin kuhapus dari ingatanku. Aku pun menulisnya di ujung pantai, dengan harapan itu akan terhapus dengan cepat. Tapi nyatanya itu tak berjalan sesuai keinginanku. Ombak yg sedari tadi sangat keras tiba tiba menghilang begitu saja, yg menyebabkan air tak mengenai tulisan yg kubuat ini. Hingga aku menunggu beberapa menit pun itu semua belum terjadi sesuai keinginanku. Tapi kenapa? Kenapa saat aku berniat seperti itu seakan pantai ini tak menyetujui jika aku akan menghapus namamu disini. Aku pun langsung menutup tulisan itu dengan setumpuk pasir yg kumainkan di kaki ku. Dan aku lebih memilih menikmatinya di atas jaring jaring sambil duduk duduk menikmati indahnya pantai ini. Sejujurnya aku memilih tempat ini sebagai liburan untuk menjauhkan diriku dari suasana kota yg membuatku ingat padamu, tapi entah kenapa di pantai ini aku masih tetap membayangkan sosokmu. Membayangkan sosok lelaki yg sudah menghianati semuanya. Sosok lelaki yg sudah membuatku sangat kecewa. Sosok lelaki yg dulu pernah menjadikan ku sebagai alasanya untuk tetap disini. Kenapa kamu selalu ada di fikiranku? Kenapa aku tak bisa secepat itu menghilangkan ingatanku tentangmu? Kenapa tak semudah itu? Sedangkan kau sekarang sudah bersama wanita itu. Wanita yg tak aku tau siapa dia. Wanita yg bisa merubah sikapmu terhadapku. Ya, semua berubah begitu saja. Ahh sial kenapa aku malah terus terbayang setiap detail darimu. Aku pun berganti posisi menjadi tiduran dengan menghadap kelangit. Aku ingin melepas semua perasaanku terhadapmu sebentar saja. Aku ingin menikmati suasana ini. Aku pun memasang earphon yg tadi kubawa. Ku bawa  diriku relax dengan semua suasana ini. Dan aku harap setelah ini, perasaanku bisa lebih tenang dari sebelumnya dan perlahan semua itu akan terhapus oleh waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez