Selasa, 07 Juni 2016

Kau bukanlah bintang

Dari sini dia menatapmu. Dari tempat ini dia melihatmu. Dan dari bawah sini dia memperhatikanmu. Angin malam pun turut menemani malam panjang ini. Entah sudah berapa lama dia memperhatikanmu. Entah seberapa lama dia selalu berdiri disini untuk terus menunggumu datang. Entah sejauh apa dia berjalan untuk terus kearahmu, tanpa pernah memperdulikan bahwa dia telah terjatuh beribu kali demi melihatmu diatas sana. Entah seberapa banyak luka yg didapat. Entah apa yg selalu dia pikirkan tentangmu. Kau bukan lah bintang yg selalu diatas. Kau bukan lah bintang yg selalu dipuja. Kau bukanlah bintang yg selalu menerangi saat kegelapan. Tapi entah kenapa dia selalu memperlakukanmu seolah kau adalah bintang, bahkan bintang yg sangat terang. Dia selalu memujimu, dia selalu terpesona oleh silaumu, dia selalu terpukau dengan semua yg kau lakukan, kenapa selalu seperti itu? Padahal kau bukanlah seperti yg kupikirkan. Kau hanyalah orang yg sedang asik oleh pujian beberapa orang hingga kau lupa kau bukanlah bintang. Bahkan jika kau memang bintang kau tak sebagus itu. Kau hanyalah sebercak cahaya yg ada saat malam hari dan tak lebih dari itu. Bahkan kau lupa ada cahaya yg lebih indah dibanding kau. Kau terlalu asik dengan semua pujian itu hingga kau lupa kalau ada matahari yg lebih indah, hingga kau lupa siapa dirimu sebenarnya, hingga kau lupa saat ada matahari bintang tak lagi terlihat. Kau melupakan itu. Kau melupakan semua itu. Kau terlalu asik dengan semua pujianmu. Bahkan kau melupakan seseorang yg telah menemanimu menjadi seperti ini. Kau melupakan semuanya. Kau melupakan bahwa dialah yg menemanimu saat kau hancur, dia lah yg ada saat kau butuh semangat, dialah yg ada saat kau benar benar terpuruk, dialah yg ada untuk menopang tubuhmu saat kau mulai terjatuh, dia lah yg setia menunggumu hingga kau selesai mengerjakan semua tugasmu, dialah yg selalu mendengar keluh kesahmu, dialah yg selalu terkena emosimu saat kau gagal, dan dialah orang yg setia menemani mu dari bawah hingga di titik ini. Tapi, saat kau sudah diatas, kau melupakan segalanya. Kau melupakan dia yg telah berjuang susah payah denganmu. Bahkan mungkin kau sudah lupa dengan cita cita dan tujuanmu bersamanya. Kau sudah terlalu asik diatas hingga kau lupa dengannya yg telah menemanimu dibawah. Bahkan sekarang kau sekarang sudah seperti orang yg tak mengenalnya lagi. Seakan dirimu sudah sangat jauh diatasnya. Tapi dari sini dia tetap memperhatikanmu diantara ribuan orang, dia selalu mendukungmu, dan dia selalu berharap bintang itu akan selalu jadi miliknya. Dia selalu berharap kau akan selalu bahagia diatas sana. Tapi kenapa kau tak pernah menganggapnya sekarang? Kenapa seakan ada batasan diantara kalian? Dan kenapa kau memperlakukannya sepeti itu?

Dari : salah satu orang yg selalu memperhatikanmu didalam keramaian
Untuk : kau yg selalu berhasil menarik perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez