Suasana siang ini tampak mendung. Matahari tampak ragu ragu memunculkan sinarnya. Awan kelabu pun jadi pusat perhatianku yg sedang menghiasi langit siang ini. Angin pun sesekali tertiup sangat keras. Ya, bulan ini memang bulan pacaroba. Tiba-tiba panas, tiba-tiba itu pula hujan, dan aku pun tak pernah tau apa yg akan terjadi sedetik kemudian. Siang ini kusiapkan semua peralatanku. Beberapa barang pun sudah masuk dalam tas yg akan kubawa ini. Seketika teman ku pun datang untuk menjemputku, dan tak berpikir lama kita pun berangkat. Perjalan kita memang cukup jauh, apalagi hanya menggunakan sepeda motor. Angin yg berhembus pun membuat mataku sayu sayu dan akhirnya tertidur. Dan entah kenapa saat mata ini terbuka ternyata sudah samapi ditempat yg kutuju. Aku pun bersiap siap untuk melakukan gladi risik untuk penampilan sore nanti. Beberapa pengisi acara pun turut melakukannya. Setelah semua selesai, kita pun menyiapkan diri untuk tampil. Mulai dari make up, rambut, costume pun sudah harus dipersiapkan. Polesan polesan makeup pun mulai terbentuk diwajahku. Hingga akhirnya menjadi muka yg tampak sempurna seperti boneka. Ahh sial kenapa saat di make up olehnya muka ini tampak seperti boneka yg sungguh imut. Bahkan aku tak menyadari bahwa wajahku bisa berubah sepeti ini. Hingga tampilan demi tampilan pun telah selesai demikian juga denganku. Acara pertama pun sukses membuat beberapa mata tertuju padaku, dan sekarang aku harus menunggu acara ke dua yg dilakukan nanti malam. Sambil menunggu, aku pun menghabiskan waktu untuk membeli makanan untuk mengganjal perut yg sudah berdemo sedari tadi. Kubiarkan diriku bersantai tanpa adanya peraturan pengisi acara. Hingga akhirnya aku harus bersiap siap untuk kembali tampil. Ya, penampilan kedua kali ini sukses membuat beberapa orang terpanah, bahkan beberapa orang rela melihat hingga aku selesai tampil, termasuk pula kau. Entah sejak kapan, aku tersadar bahwa kau berada tepat didepanku. Kau melihatku, dan tersenyum. Setengah lingkaran yg tergambar diwajahmu pun sukses membuat diriku terkesan. Sang mc pun masuk ke atas panggung. Beberapa games kita mainkan dengan aku sebagai salah satu lawannya. Dan kau pun mengajukan diri untuk ikut dalam games kali ini. Entah apa aku menyebutnya, entah ini kebetulan atau apa, kau berpasangan denganku dalam games ini, dan kita memainkan games yg bernama panco mata. Ah sial itu permainan yg paling aku benci, tapi dalam kocokan itu kau mendapatkannya. Permainan pun dimulai, kita saling menatap mata satu sama lain tanpa boleh berkedip. Dan entah kenapa aku terpaku oleh wajah itu, wajah yg terlukis setengah lingkaran dibibirnya, hingga akhirnya aku lah yg berkedip dan kau jadi juaranya. Permainan ini sukses membuat kita jatuh dalam pesona kita masing masing. Dan setelah acara berakhir, kau pun tiba tiba datang menemuiku. Aku tak tau apa yg kau fikirkan tentangku, kita pun memilih tempat untuk saling bercerita dan berkenalan yg tak seberapa jauh dari backstage ku. Perkenalan malam ini sukses membuat pikiran ku terngiang oleh namamu. Dan beberapa fotomu bersamamu pun sudah tersimpan di memori handphoneku. Malam ini aku sukses dibuat kagum oleh nya, oleh pemilik senyuman itu. Dan aku harap kita akan bertemu lagi dilain waktu. Terimakasih atas perkenalan yg singkat itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar