Membaca history
chat dengamu terkadang membuatku tertawa, nangis, senang, khawatir, dan lain
sebagainya. Tapi entah kenapa membaca history chat seminggu kemarin, terasa
sangat dikit dari minggu minggu sebelumnya. Atau mungkin karena kita sedang
sibuk dengan belajar untuk ujian? Atau sibuk dengan yang lain? Tapi kenapa kau
bisa membalas chat dengan orang lain? Pikiranku pun mulai melayang layang.
Yang kuingat,
jalan cerita hubungan kita memang selalu tenang dan selalu baik baik saja. Memang
ada beberpa kali salah paham tapi, semua itu selalu berkahir indah. Dan banyak teman
yang menilai pun, ‘hubungan ku dengannya terlalu baik’, ‘apa yang dia lakuin manis
banget ke aku’, ‘soo sweet banget aku dan dia barengan terus kemana-mana’, ‘dewasa
banget hubungan kalian’, ‘udah lama banget ya kalian berhubungan’ dan lain sebagainya.
Memang sih orang lain selalu menilai apa yang kita lakuin, tapi kan terkadang
nggak semua yang mereka lihat itu bener. Dan saat aku bermain dengan temanku ku
temui pertanyaan ‘kamu sudah berapa kali qualitytime sama pacar kamu? Biasanya keluar
kemana?’ aku pun menjawabnya dengan ‘kalau keluar sih emang ngga pernah kecuali
dulu pas kelas 11, tapi kalau quality time? Kan bisa disekolah’ mungkin memang
terdengar aneh oleh temanku, tapi itu memangyang terjadi. Biasanya setiap orang
yang berpacaran memang akan mengajak pasangannya keluar, walaupun hanya
menghabiskan waktu bercertita bersama, berolahraga bersama, melakukan hobi
bersama itu tak masalah, setidaknya mereka ada waktu bersama untuk mengenal
lebih dalam dan membuat moment yang indah bersama. Tapi, itu tidak terjadi
denganku.Terkadang memang miris, melihat besok tanggal 12 Oktober adalah hari
monthsarry ku yang ke empat bulan denganmu dan hingga saat ini kita tak pernah
Qtime berdua. Tapi aku sadar untuk sekedar mengabari saja sangat minim, apalagi
untuk keluar merayakan atau menghabiskan waktu bersama. Tapi entah kenapa,
terkadang aku masih merasa beruntung memilikinya daripada beberapa teman yang
lainnya.
Hingga tiba
tanggal itu, aku yang berniat untuk mengajakmu keluar untuk menemaniku membeli
sesuatu yang sedari kemaren kuinginkan, dan ternyata rencana itu gagal karena
saat itu kamu telah mengalami kecelakaan dan kamu harus mengurus beberapa hal. Sebenarnya
ada perasaan kecewa, saat aku berharap di hari monthsarryku aku bisa
menghabiskan waktu denganmu lebih lama tapi ternyata semua itu hanyal
hayalanku. Tapi, aku harus mencoba mengerti dengan keadaan yang kamu alami
sekarang. Dan ucapan ‘Happy Monthsarry’ pun baru terdengar darimu saat malam
hari. Dan ku coba untuk selalu berpikir positif tentangmu.
Ke-esokan harinya.
Hari ini aku merasa bosan karena sedari pagi hingga siang ini aku hanya
mendengarkan music dan membaca beberapa cerita dari layar handphoneku ini. Sedari
pagi tak ada guru yang memasuki kelasku ini, terkecuali guru piket yang member tugas
dan mengingatkan saja. Tapi, sedari pagi hingga sekarang aku tak berbicara sama
sekali denganmu. Aku pun mencoba mencari tau apa yang sedang kau lakukan, yang
akhirnya aku melihatmu sedang asik menggambar. Aku pun mendatangi sekumpulan
anak yg sedang melihat film horor, dan ikut menontonnya. Beberapa kali dari
ekor mata ini, aku melihatnya bercanda dan asik bercerita dengan beberapa teman
lelaki dan perempuan. Hingga akhirnya film itu selesai, ku coba mendatanginya
tapi dia hanya menoleh, ku coba mencari perhatiannya dengan membuatnya tak
selesai selesai menggambar. Tapi, yang kudapat tak sesuai keinginanku, dia
malah membuatku badmood dengan ucapannya yang seolah aku hanya pengganggu
baginya. Aku pun berjalan meninggalkannya, dan dia pun masih tetap melanjutkan
gambarnya. Dan saat pulang pun dia seakan tidak melakukan apa-apa padaku,
seakan semuanya baik-baik saja. Aku pun mencoba tak memperdulikannya, mencoba
cuek padanya, mencoba tak akan memngganggunya dan aku telah berkata kepadanya
seperti itu, dan ia pun membiarkanku untuk menjadi orang lain yang tak peduli
dengannya.
Hingga tiba hari
Jumat, aku pun mulai lelah untuk menjadi ‘orang lain yang tak peduli dengannya’.
Dan sepulang sekolahpun aku memutuskan untuk meminta maaf kepadamu, tapi
jawabanmu hanya seperti itu, kucuba menurunkan ego yang beberapa hari ini ada
di perasaanku. Perasaan yang sungguh
berharap dia tau apa yang aku inginkan dan apa yang aku rasakan tapi itu
tak mungkin. Saat dirumah ku coba untuk mengingatkan dia beberapa hal dan hanya
direspon seperlunya, yang menandakan dia masih marah juga denganku. Perdebatan di
layar handphone pun dimulai, dia mengeluarkan apa yg dia rasakan saat itu ‘aku
ngga marah sama kamu tapi aku kecewa kenapa kmu nganggep kemaren itu serius’
aku pun mencoba menjelaskan dengan tenang hingga akhirnya aku mengungkapkan perasaan
yang aku rasakan beberapa akhir itu. Perasaan yang ingin sekali ada waktu
dengannya untuk bercanda, bercerita, Qtime, dll, tapi dia selalu sibuk dengan
urusannya. Tapi dari jauh kita mesti liat dia bisa ketawa asik sama temannya,
tapi saat denganku seakan aku hanya pengganggu buatnya. Dan saat aku bilang
seperti itu entah kenapa kamu mulai luluh, dan akhirnya kau pun meminta maaf. Semuanya
pun kembali seperti biasa, tapi aku rasa kamu sekarang berubah jadi lebih baik.
Thanks for all boy.
Intinya sih jangan
pernah peduli apa kata orang, ikutin kata hati kamu aja. Semua orang kan cuman bisa
lihat, ngga tau yang terjadi sebenernya jadi buat apa dengerin mereka,
terkeculi itu nasehat atau masukan buat kamu bukan hasutan ke hal yang negative.
Dan yang terpenting dalam suatu hubungan adalah saling terbuka satu sama lain,
jangan saling nutup-nutupin sesuatu nanti masalahnya tidak selesai-selesai yang
ada tambah runyam. Dan selalu berfikir positif kepada pasangan kita.
LUCI ♡