Minggu, 18 Oktober 2015

Perasaanku

Membaca history chat dengamu terkadang membuatku tertawa, nangis, senang, khawatir, dan lain sebagainya. Tapi entah kenapa membaca history chat seminggu kemarin, terasa sangat dikit dari minggu minggu sebelumnya. Atau mungkin karena kita sedang sibuk dengan belajar untuk ujian? Atau sibuk dengan yang lain? Tapi kenapa kau bisa membalas chat dengan orang lain? Pikiranku pun mulai melayang layang.
Yang kuingat, jalan cerita hubungan kita memang selalu tenang dan selalu baik baik saja. Memang ada beberpa kali salah paham tapi, semua itu selalu berkahir indah. Dan banyak teman yang menilai pun, ‘hubungan ku dengannya terlalu baik’, ‘apa yang dia lakuin manis banget ke aku’, ‘soo sweet banget aku dan dia barengan terus kemana-mana’, ‘dewasa banget hubungan kalian’, ‘udah lama banget ya kalian berhubungan’ dan lain sebagainya. Memang sih orang lain selalu menilai apa yang kita lakuin, tapi kan terkadang nggak semua yang mereka lihat itu bener. Dan saat aku bermain dengan temanku ku temui pertanyaan ‘kamu sudah berapa kali qualitytime sama pacar kamu? Biasanya keluar kemana?’ aku pun menjawabnya dengan ‘kalau keluar sih emang ngga pernah kecuali dulu pas kelas 11, tapi kalau quality time? Kan bisa disekolah’ mungkin memang terdengar aneh oleh temanku, tapi itu memangyang terjadi. Biasanya setiap orang yang berpacaran memang akan mengajak pasangannya keluar, walaupun hanya menghabiskan waktu bercertita bersama, berolahraga bersama, melakukan hobi bersama itu tak masalah, setidaknya mereka ada waktu bersama untuk mengenal lebih dalam dan membuat moment yang indah bersama. Tapi, itu tidak terjadi denganku.Terkadang memang miris, melihat besok tanggal 12 Oktober adalah hari monthsarry ku yang ke empat bulan denganmu dan hingga saat ini kita tak pernah Qtime berdua. Tapi aku sadar untuk sekedar mengabari saja sangat minim, apalagi untuk keluar merayakan atau menghabiskan waktu bersama. Tapi entah kenapa, terkadang aku masih merasa beruntung memilikinya daripada beberapa teman yang lainnya.
Hingga tiba tanggal itu, aku yang berniat untuk mengajakmu keluar untuk menemaniku membeli sesuatu yang sedari kemaren kuinginkan, dan ternyata rencana itu gagal karena saat itu kamu telah mengalami kecelakaan dan kamu harus mengurus beberapa hal. Sebenarnya ada perasaan kecewa, saat aku berharap di hari monthsarryku aku bisa menghabiskan waktu denganmu lebih lama tapi ternyata semua itu hanyal hayalanku. Tapi, aku harus mencoba mengerti dengan keadaan yang kamu alami sekarang. Dan ucapan ‘Happy Monthsarry’ pun baru terdengar darimu saat malam hari. Dan ku coba untuk selalu berpikir positif tentangmu.
Ke-esokan harinya. Hari ini aku merasa bosan karena sedari pagi hingga siang ini aku hanya mendengarkan music dan membaca beberapa cerita dari layar handphoneku ini. Sedari pagi tak ada guru yang memasuki kelasku ini, terkecuali guru piket yang member tugas dan mengingatkan saja. Tapi, sedari pagi hingga sekarang aku tak berbicara sama sekali denganmu. Aku pun mencoba mencari tau apa yang sedang kau lakukan, yang akhirnya aku melihatmu sedang asik menggambar. Aku pun mendatangi sekumpulan anak yg sedang melihat film horor, dan ikut menontonnya. Beberapa kali dari ekor mata ini, aku melihatnya bercanda dan asik bercerita dengan beberapa teman lelaki dan perempuan. Hingga akhirnya film itu selesai, ku coba mendatanginya tapi dia hanya menoleh, ku coba mencari perhatiannya dengan membuatnya tak selesai selesai menggambar. Tapi, yang kudapat tak sesuai keinginanku, dia malah membuatku badmood dengan ucapannya yang seolah aku hanya pengganggu baginya. Aku pun berjalan meninggalkannya, dan dia pun masih tetap melanjutkan gambarnya. Dan saat pulang pun dia seakan tidak melakukan apa-apa padaku, seakan semuanya baik-baik saja. Aku pun mencoba tak memperdulikannya, mencoba cuek padanya, mencoba tak akan memngganggunya dan aku telah berkata kepadanya seperti itu, dan ia pun membiarkanku untuk menjadi orang lain yang tak peduli dengannya.
Hingga tiba hari Jumat, aku pun mulai lelah untuk menjadi ‘orang lain yang tak peduli dengannya’. Dan sepulang sekolahpun aku memutuskan untuk meminta maaf kepadamu, tapi jawabanmu hanya seperti itu, kucuba menurunkan ego yang beberapa hari ini ada di perasaanku. Perasaan yang sungguh berharap dia tau apa yang aku inginkan dan apa yang aku rasakan tapi itu tak mungkin. Saat dirumah ku coba untuk mengingatkan dia beberapa hal dan hanya direspon seperlunya, yang menandakan dia masih marah juga denganku. Perdebatan di layar handphone pun dimulai, dia mengeluarkan apa yg dia rasakan saat itu ‘aku ngga marah sama kamu tapi aku kecewa kenapa kmu nganggep kemaren itu serius’ aku pun mencoba menjelaskan dengan tenang hingga akhirnya aku mengungkapkan perasaan yang aku rasakan beberapa akhir itu. Perasaan yang ingin sekali ada waktu dengannya untuk bercanda, bercerita, Qtime, dll, tapi dia selalu sibuk dengan urusannya. Tapi dari jauh kita mesti liat dia bisa ketawa asik sama temannya, tapi saat denganku seakan aku hanya pengganggu buatnya. Dan saat aku bilang seperti itu entah kenapa kamu mulai luluh, dan akhirnya kau pun meminta maaf. Semuanya pun kembali seperti biasa, tapi aku rasa kamu sekarang berubah jadi lebih baik. Thanks for all boy.

Intinya sih jangan pernah peduli apa kata orang, ikutin kata hati kamu aja. Semua orang kan cuman bisa lihat, ngga tau yang terjadi sebenernya jadi buat apa dengerin mereka, terkeculi itu nasehat atau masukan buat kamu bukan hasutan ke hal yang negative. Dan yang terpenting dalam suatu hubungan adalah saling terbuka satu sama lain, jangan saling nutup-nutupin sesuatu nanti masalahnya tidak selesai-selesai yang ada tambah runyam. Dan selalu berfikir positif kepada pasangan kita. 


LUCI 

Jumat, 16 Oktober 2015

Lost and Back

Sore ini aku memutuskuan untuk pergi ke taman perumahan yang biasaku kunjungi. Dengan pakaian biasa aku pun keluar rumah dengan membawa buku kecil yang penuh hiasan merah muda dan putih yang sangat cantik untuk dilihat.Langkah demi langkah pun aku lewati, kurasakan suasana disekitarku yang cukup ramai. Bunyi lagu yang kuputar dari earphone pun turut menemaniku yang membuat suasana sore ini makin indah. Kubiarkan langkah kakiku melangkah sesuai iringan lagu. Hingga akhirnya aku pun tiba ketempat tujuanku. Taman yang menjadi tujuan utamaku pun sudah didepan mata. Aku pun lansung menuju ke ayunan yang biasanya aku duduki. Keadaan taman saat ini pun cukup tenang tidak seperti biasanya yang ramai dan penuh dengan anak anak kecil bermain.
Aku pun membuka buku yang sedari tadi kubawa. Kubuka halaman demi halaman untuk mencari halaman yang kosong. Dan aku pun berhenti dihalaman yang penuh tulisan dan gambar gambar anehku, dan aku masih ingat betul kapan aku menulis itu. Mengingat tulisan itu, aku jadi kembali mengingat sosokmu. Sosok yang saat itu sudah mulai pudar dan menghilang dari kehidupanku. Sosok orang yang bisa memikat hatiku hingga saat ini. Sosok orang yang selalu membuatku terkagum dengan kepandaiannya dalam agama. Tapi, saat aku mulai terkagum, mulai terbawa arusmu, sosokmu tiba tiba mulai memudar dan seakan-akan akan menghilang dan tak akan kembali dikehidupanku lagi. Tapi, ternyata pemikiraku salah.
Di tempat ini aku bisa merasakan dari awal kita dekat hanya karena comblangan teman, lalu kau mendekatiku dengan tipuan muslihatmu, berjalan seakan kita akan benar menjadi suatu pasangan, kau membuatku nyaman dengan semua caramu, hingga akhirnya you shoot me tapi hingga saat itu kita masih berteman dan tidak memiliki satus berpacaran. Dan tanpa alasan yang jelas tiba-tiba kita menjauh seakan seperti orang yang tidak pernah kenal. Kita yang satu sekolah bahkan satu kelas itu pun tak pernah bertegur sapa dan saling mengajak bicara. Waktu pun terus berjalan tapi kita masih tetap seperti itu. Hingga suatu kejadian saat kita ada dalam suatu acara ulang tahun, kita menjadi sebuah pasangan dalam suatu games. Kita yang saat itu disuru berjalan seolah sebuah pasangan, dan saling menyuapkan sepotong kue tart pun seakan membuka lembar kembali untukku. Dan dari situ aku seakan sadar, aku masih meiliki alasan untuk tetap disini. Hari berganti minggu, minggu pun mulai berganti menjadi bulan. Kita pun menjadi dekat kembai, walau mungkin memang tak seperti dulu. Hingga akhirnya kita berpacaran sekarang.
Entah kenapa semua memori memori itu masih terekam jelas oleh otakku. Saat kita kembali dekat seakan aku memiliki kesempatan kedua yang entah aku mau lanjutkan atau memang aku tak akan mendapatkannya lagi. ‘Indah, tidak mudah menyerah, pejuang’ entah mengapa aku mendapat kata kata itu saat memikirkan saat kita kembali dekat. Kamu melakukan banyak hal yang selalu membuatku nyaman. Seperti saat itu kamu yang datang ke suatu mall yang cukup jauh dari rumahmu untuk menemuiku saat aku lomba, dari siang hingga pukul setengah sepuluh malam kau menemaniku disana, dengan kondisi badanmu yang saat itu demam kau paksakan dirimu kesana. Entah apa yang kau pikirkan saat itu, perasaan senang, terharu, khawatir, takut pun menjadi satu dalam perasaanku saat itu. Maybe it’s look very simple, but I fell so melting boy, Thank you for all. And until now you always like that for me. Can you always do it for me boy until end time?
Kata orang jodoh itu ngga akan tertukar, ngga akan salah jalan, dan ngga akan kemana-mana. Aku percaya kata-kata itu. Jika memang perasaan seseorang ada pada someone, seseorang itu akan stay in there bukan pergi mencari hal baru yang lebih menarik. Dan dibawa easy aja, kalau kata afgan sih jodoh pasti bertemuu…
LUCI

Takut Kehilangan

Dari ketinggian ini, aku merasakan angin angin itu bertiup menembus jaket merahku. Angin yang sedari tadi setia menemaniku tetap saja berhembus dengan asiknya. Dan dari tempat ini, aku bisa memperhatikan semua orang yang berada disekitar. Ada yang sedang menunggu temannya, ada yang sedang sibuk memainkan handphone, ada yang bercanda gurau, ada pula yang duduk terpaku dengan buku bacaanya. Ya semua orang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Orang yang datang pun silih berganti tapi aku masih tetap terpaku ditempat ini. Entah kenapa aku merasa sangat tertarik dengan suasana ini, aku masih terlalu asik memperhatikan yang ada didepanku. Suasana yang sejuk, ramai, tapi menenangkan memiliki kesan tersendiri untukku yang mungkin lelah dengan keadaan kota yang selalu ramai dan penuh. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, tapi aku merasa tenang dengan cara seperti ini. Aku yang terlalu asik melamun pun, tak sadar jika ada seseorang yang mendekatiku. Hingga akhirnya tangan itu membuatku sadar dari semua lamunanku. Tangan yang menepuk bahuku dengan sangat hati-hati. Kau datang dengan membawakanku sebuah minuman. Entah kapan kau tau jika aku berada ditempat ini, hingga kau datang dengan membawakanku minuman ini. Kau pun lansung mangambil tempat tepat disampingku. Suasana saat itu terasa sangat hening tanpa sebuah percakapan diantara kita. Tiba-tiba kau membuka pembicaraan dengan candaanmu yang gurih seperti biasanya. Kita pun mulai bercandaria. Hingga lampu lampu taman pun mulai menyala yang menunjukkan sang surya akan tenggalam dan akan digantikkan oleh cahaya bintang yang indah. Kita pun masih terpaku ditempat yang sama. Tapi, setelah canda tawa itu berhenti semua kembali terasa sangat sepi. Tak ada percakapan diantara kita, yang seakan menunjukkan kita hanyut dalam pikiran kita masing-masing. Hingga akhirnya mata kita tertuju pada satu arah yakni seorang lelaki yang memberi hadiah kepada sang wanita. Entah apa yang saat itu kau pikirkan. Aku pun menoleh kearahmu, yang masih sibuk dengan pikiranmu sendiri, dan tiba-tiba mata kita saling bertemu. Mata itu seakan mengisyaratkan suatu hal, tapi kenapa mulutmu tak juga mulai berkata. Kau pun lansung membuang pandanganmu kearah sekitar. Cahaya lampu pun seakan ikut menunggu apa yang terjadi. Hinga akhirnya, perlahan dan pasti kalimat kalimat itu keluar dari mulutmu. Kau berkata bahwa kau akan meneruskan studi dilluar kota. Kata demi kata yang keluar dari mulutmu seakan membuatku makin takut kehilangan semua ini. Aku tau kita yang baru saja lulus harus melanjutkan studi untuk mengejar cita-cita kita, tapi bisakah semua itu kita lalui tanpa ada kata pergi dan jauh? Kau tetap meneruskan ucapan-ucapnmu yang makin lama makin membuat dada ini sesak. Kau berkata bahwa kita masih bisa berhubungan tapi kita hanya akan sulit bertemu, kita harus saling percaya satu sama lain, kita bisa lalui semuanya dan lain sebagainya. Tau kah kamu saat setiap kata demi kata yang terucap darimu ada harapan agar kau tetap disini? Agar kau tidak pergi? Perlahan ku mencoba menenangkan perasaan ini, perasaan yang sungguh tak bisa aku sembunyikan jika aku benar benar takut kehilangan sosokmu. Kita yang sedari tadi berbicara tanpa saling berhadapan, tiba-tiba kau memegang pundakku yang membuatku saling berhadapan denganmu. Kau seakan menyuruhku untuk tetap yakin dengan semua yang ada didepanku. Dan tatapan itu seakan menyuruhku untuk tetap kuat dan bertahan. Tapi, entah kenapa tiba-tiba air di mataku ini mendesak untuk keluar. Kau pun menghapusnya semua itu,menghapus semua air mata yang mulai terjatuh dan menenangkanku sambil berkata “Jika kita memang ditakdirkan bersama, suatu saat nanti kita akan bersatu kembali”

LUCI

Minggu, 12 April 2015

Nostalgia tentangmu

Sore hari ini aku memutuskan untuk mencari suasan baru, suasana dimana aku bisa melupakan masalahku sejenak. Aku pun mencoba mencari tempat yang sekiranya asik dibuat santai di salah satu café di Surabaya. Aku pun mengendarai motor kesayanganku, kubiarkan kaca helm terbuka agar angin yang bertiup dingin ini bisa mengenai wajahku. Perlahan tapi pasti kukendarai motor kesayanganku ini. Sambil mengendarai aku pun menikmati suasana sore hari ini, sore hari ini terasa sejuk dan dingin. Aku pun tiba dicafe. Café ini menyediakan semua hal tentang es cream dan coklat, dan kurasa tempat ini sangat indah untuk menghilangkan moodku yang lagi berantakan.
Aku pun lansung masuk dan memesan menu yang biasa nya aku pesan. Kupilih tempat duduk dilantai atas agar aku bisa melihat betapa indahnya suasana disini saat sore hari. Aku pun mengeluarkan laptop dengan gambar hello kity diatasnya. Tombol aktif aku tekan, dan laptop pun menyala. Aku yang saat itu harus mengerjakan semua tugasku, terhenti karna suatu memori yang datang di ingatanku. Ya, entah kenapa aku merasa nostalgia dengan tempat ini. Tempat ini adalah tempat dimana kau mengajakku keluar untuk pertama kalinya. Setiap inci tempat ini pun mengingatkanku pada semua kejadian itu.
Sore itu, kau menjumputku kerumah dengan menggunakan baju hitam dengan hiasan biru yang tertutup oleh jaket. Kau yang datang dengan sapaan hangat itu, entah kenapa membuatku jatuh oleh pesonamu. Aku pun keluar dibawa olehmu. Kau yang sedari tadi ditanya akan kemana hanya menjawab dengan candaan dan senyum manismu. Aku pun hanyut dibawah situasi itu, aku membiarkan diriku dibawa olehmu. Jalan demi jalan kita lewati, tawa canda mengisi ruang ruang selama perjalanan. Kau menarik, kau mengasyikkan itu lah kesanku. Kita pun berhenti di sebuah tempat dan ternyata kau mengajakku kesebuah taman kota, yang baru saja jadi. Berjalan, bercerita, bercanda, itu lah yang kita lakukan hingga akhirnya sang fajar pun turun dan berganti menjadi bintang yang indah. Lampu lampu taman pun mulai menyala, dan membuat suasana malam ini begitu indah begitu romatis dengan lampu dipinggir taman.
Kau pun mengajakku pergi dari taman itu, dan membawa ku ke sebuah café dengan desain yang unik. Café yang katamu bisa membuat mood menjadi lebih baik. Ya, kau benar karna tempat ini menyediakan semua hal tentang coklat dan es cream. Dan desain café yang unik membuat kita betah berlama lama disini. Kita pun masuk kedalam café tersebut dank au mengajakku duduk dilantai atas dekat jendela. Kau menyuruhku duduk disampingmu dan berkata bahwa kau senang melihat suasana malam dari atas, karna menurutmu semua itu begitu indah. Memang benar, saat aku duduk disampingmu semua itu begitu indah. Entah karna aku begitu nyaman dengan sosokmu atau memang pemandangan itu begitu indah. Kita pun tak henti-hentinya bercerita tentang semua hal.
Pesanan yang kita pesan pun datang. Sendok demi sendok masuk dimulut kita masing masing. Tiba-tiba kau menyuapiku es cream, aku pun membalas suapanitu. Kau yang tak ingin kalah, menyuapiku lagi. Yang akhirnya membuat noda dipipiku ini. Tangan mu pun memegang pipiku untuk menghapus noda yang kau buat. Aku yang terpesona oleh tingkahmu masih mematung dihadapanmu. Tiba-tiba deringan handphone pun mengagetkan ku dan membuatku sadar oleh lamunan itu. Aku pun membuka handphoneku yang ternyata nyokap kasih kabar kalau ini sudah terlalu malam. Aku pun melihat jam yang melingkar ditangan kiriku yang ternyata sudah menunjukkan pukul 10  malam. Aku pun berkata padamu jika aku harus cepat pulang. Kau yang mendengar hal itu lansung mengajakku kebawah dan mengantarkanku pulang.

Malam itu terasa sangat cepat. Aku pun selalu berharap bisa mengulangi moment itu denganmu lagi ditempat ini. Aku tau kejadian itu sudah cukup lama, tapi entah kenapa memori itu masih tersimpan rapi diingatanku. Mungkin kita memang sudah tak lagi bersama, tapi memori, waktu, moment yang kita buat itu akan terkenang hingga suatu saat nanti.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI ♡


Kamis, 19 Maret 2015

Karena saya peduli

Hello readers^^
Kali ini aku mau nyeritakan pengalamanku nih.
Aku adalah anak yang masih duduk dibangku SMA.
Kalau mendengar kata SMA pasti ada yg namanya labil, pacaran, seru, berorganisasi, dll bukan? Begitu juga aku.
Disekolah aku mengikuti beberapa extra nih readers, dan salah satunya SCARFS.
SCARFS sendiri merupakan kepanjangan dari School Caring For HIV and AIDS
Disini kita diajarkan tentang HIV/AIDS, Narkoba, peduli sesama, dll.
Menurutku organisasi sekolah ini sangat mengasikkan dan menguntungkan. 
>Pertama kita bisa membantu teman teman kita untuk menjauhi hal-hal negatif
>Kedua kita bisa membantu orang-orang disekitar kita contoh bakti social
>Ketiga kita mendapat ilmu tentang HIV/AIDS, narkoba, penyakit menular, dll
>Keempat kita juga belajar gimana interaksi dengan banyak orang, contohnya interaksi keguru, teman sebaya, dan masyarakat luar.
>Kelima kita bisa melatih diri kita untuk bersosialisasi dan beragumentasi didepan banyak orang.
>Dan masih banyak keuntungan lainnya^^

Aku ada beberapa gambar pas aku baksos nih^^ 
SCARFS SMAHADA with SAVE STREET CHILD SURABAYA (SSCS)












Jangan cuman bilang "PEDULI" kalau nggak nunjukin "AKSI"

LUCI 

Selasa, 17 Maret 2015

Cinta Datang Terlambat

Deringan bel pun mulai terdengar yang menandakan pelajaran akan dimulai. Suara sepatu yang mulai mendekati ruangan kelas membuat semua siswa duduk rapi ditempatnya masing-masing. Kita yang saat itu baru saja memulai tahun ajaran baru, belum saling mengenal satu sama lain.
Hari demi hari pun berganti, kita mulai membuka mulut untuk saling mengenal dengan teman sekitar dan bercanda gurau dengan yang lain. Kau yang duduk bersebrangan denganku mulai mengajakku bicara, dan bercanda. Kau, kau adalah orang yang kudengar sangat dikagumi oleh beberapa gadis di kelas ini. Ya, kau memang begitu menarik dan penuh pesona. Mana ada gadis yang tak terjerumus oleh silaumu. Jika ku dengar kau memiliki banyak bakat diluar mata pelajaran. Seperti pemain keyboard disalah satu band sekolah, anak skate, anak pramuka, anak pencinta alam, anak desain graffiti, anak fotografi, dan masih banyak lagi. Siapa orang yang tak terpukau melihatmu, dan pasti kau banyak pengagumnya.
Tapi, entah kenapa pesona keindahanmu tak pernah sampai padaku. Aku memang tipe orang yang cuek terhadap orang yang baru kukenal, termasuk kau. Aku selalu menganggapmu sama seperti yang lain, karna semua bakatmu tak pernah kulihat dengan jelas.
Hari demi hari terus berjalan, tugas sekolahpun mulai berdatangan, dan semakin terasa banyak. Kita yang duduk berdekatan selalu menjadi sebuah kelompok tugas, yang membuat kita selalu bersama. Dan entah kenapa aku selalu berkelompok denganmu, apa kita sudah mulai akrab dari pada keanak lain? Tugas demi tugas pun kau selalu denganku, entah itu individu maupun kelompok, entah itu kelompok acakan guru maupun pilihan sendiri. Kau yang selalu denganku mulai hafal hal hal yang biasa kulakukan bahkan yang kukatakan.
Kau memang teman yang sangat baik bagiku. Kau adalah orang yang selalu berusaha membuatku tersenyum dan membuat hariku penuh warna. Bahkan aku masih ingat benar saat kau berusaha membuatku tertawa saat aku sakit. Kau yang duduk tepat disebelahku berusaha membuat candaan agar aku tertawa karnamu, tapi semua itu tak berhasil. Tapi kau tak pernah berhenti, kau melakukan hal konyol didepanku, yang akhirnya membuatku tersenyum. Kau yang mungkin saat itu lelah berkata “Aku ngelakuin ini semua itu biar kamu ketawa, jangan flat gitu dong mukanya, nggak enak buat dilihat tau”. Ya kata-kata itu yang akhirnya bisa buat aku tersenyum.
Aku pun mulai terbiasa oleh hadirnya dirimu, oleh hal konyol yang kau lakukan, oleh semua canda tawamu, dan semua tingkahmu yang selalu membuat bibir ini membentuk setengah lingkaran. Bahkan saat itu aku malah tak terbiasa jika tak ada sosokmu disekitarku. Entah apa yang saat itu kurasa yang jelas aku merasa ada yang hilang jika tak ada sosokmu di hariku, merasa tak ada semangat, merasa tak tau tujuan. Tapi, kurasa perasaan itu jarang terjadi dikehidupanku. Karna kau selalu ada denganku, kau selalu membuat hidupku penuh warna dan penuh semangat,kau selalu bisikkan kata kata yang membuatku semakin mantap untuk maju. Bahkan kau adalah orang yang selalu menemaniku saat aku mulai jatuh dan tepuruk.
Ingat kah kau saat aku merasa kedinginan dan kau memakaikanku jaketmu? Ingatkah kau saat kau kita bercanda gurau disekolah? Ingatkah kau saat kau bernyanyi bersamaku saat kerja kelompok? Ingatkah kau saat kau memarahi temanmu karna dia dekat denganku? Ingatkah kau saat kau ingin duduk bersamaku tapi malah di duduki oleh lelaki lain? Ingatkah kau saat kau mengajarkan ku bermain alat music? Ingatkah kau saat kkita kerja kelompok bersama? Ingatkah kau saat kau membuatku tersenyum saat aku sakit? Ingatkah kau akan semua itu? Hingga sekarang aku masih mengingat memori itu, walaupun aku tak tau bagaimana denganmu.
Dan hingga sekarang aku masih berharap kita masih bisa melakukan hal hal itu bersama, tapi aku tau itu tak mungkin terjadi. Saat kau pergi, entah kenapa aku merasa sayang denganmu, merasa aku tak ingin kehilanganmu, apa mungkin aku jatuh cinta? Jika iya pasti karna terbiasa aku tak pernah menyadari semua itu, dan saat kau pergi aku baru saja menyadi semuanya.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Kenapa dia kembali?

Suara jari yang sedang bermain diatas ketikan laptop mengisi suara suara sepi dikamarku. Aku yang sedari tadi sibuk membuka akun socialku hampir tidak memperdulikan kondisi diluar kamar yang sedang hujan. Lagu pun turut kuputar untuk meramaikan suasana kamar yang sepi ini. Sesaat semua akun socialku terasa sangat sepi tanpa notification, dan akhirnya kucoba membuka akun blogger yang biasanya aku tulis saat jam kosong.
Tap…tap…tap…tap… aku pun mulai menulis hal yang ada dipikiranku, kata demi kata berubah menjadi kalimat, kalimat pun terus bertambah hingga menjadi sebuah paragraph. Tiba tiba “twing” suara itu mengagetkanku, dan membuat konsentrasiku pecah. Kucoba untuk menelusuri ada notif apa di twitter milikku, tapi ternyata hasilnya nihil. Akhirnya, kucoba untuk mereload akun ini, dan ternyata ada sebuah massage yang masuk di akun ku. Dia, iya dia, kenapa tiba-tiba dia mengirimkanku sebuah sapaan? Aku pun lansung teringat percakapan terakhirku dengannya. Kucoba untuk menenangkan diri dan berpikir positif tentangnya. Tanpa berpikir terlalu lama aku pun membalas sapaan darinya.
Sapa demi sapa terjawab hingga akhirnya dia menanyakan kabar dan kesibukan sekarang. Kita pun mulai asik bercengkrama, walaupun masih ada yang mengganjal dihatiku. Topic demi topic berganti, hinggan kau menanyakan pin bb. Tanpa berpikir panjang aku pun lansung memberikannya padamu. Kau masih saja seperti dulu, seperti orang yang dulu kukenal. Kau selalu bisa membuatku kesal dengan segala tingkahmu, tapi kau juga bisa buatku tertawa hingga terbahak-bahak.
Kita pun sibuk bercengkrama lewat layar kecil handphone ini. Dan seketika kau membahas hal yang dulu kita lakukan, hal yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Ya, memori itu datang lagi. Aku pun yang mulai tak enak rasa, dan mulai mencoba mengganti topic pembicaraan, tapi kenapa kau tetap membahasnya? Kau berkata kau tak temukan penggantiku? Apa begitu sulit mencari hal yang baru? Apa tak ada gadis yang dekat denganmu disekolah? Kau pun tetap membahas hal yang sama sekali tidak ingin ku bahas.
Apa kau tak pernah berpikir kita sudah memiliki jalan yang berbeda? Bahkan sangat berbeda jauh. Lalu kenapa kau kembali dengan harapan seperti dulu? Kenapa kau masih berharap hal yang sama seperti dulu?
Aku bukan lagi orang yang kau kenal, bahkan aku bukan orang yang kau kagumi dulu. Lalu buat apa kau kembali? Buat apa kau meyakinkanku lagi? Bahkan saat aku sudah menemukan hal baru dikehidupanku, saat aku sudah bersama orang lain. Kenapa kau harus kembali? Aku bukanlah malaikat, atau orang yang sempurna, kau masih bisa mencari seseorang yang lebih dariku yang bisa mengerti tentangmu, dan yang selalu untukmu.
Maafkan semua kata kata jahat ini, tapi aku bukanlah orang yang suka diganggu oleh masa lalu, termasuk juga kau. Jadi kumohon pergilah, bawalah kepingan hati itu untuk orang lain. Karena aku sudah bersama orang lain, yang lebih membuatku bahagia.


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Sabtu, 07 Maret 2015

Pentas seni

Kuikuti acara pensi disekolahku. Music yang berbunyi sangat kencang mulai merasuk dalam telingaku. Hampi semua aliran music dari tadi aku bisa dengarkan disini. Lagu yang sedari tadi berganti selalu aku nikmati dari music yang bisa dibilang aliran keras hingga mellow. Hingga matahari pun naik keatas kepala, sinarnya pun mulai menyengat dan merasuk kekulit para penonton. Tapi ku rasa, bagi mereka tak ada rasa lelah untuk menunggu sang gues star datang. Panitia pun mulai menyiapkan kedatangan sang gues star. Band band indie pun masih setia mengisi panggung sambil menunggu sang gues star siap untuk naik ke panggung.
Dan salah satu gues star nya berasal dari kota pahlawan yaitu Surabaya. Band ini sangat dikenal oleh para remaja karena lagunya yang asik. He*yM*n*ter itulah nama bandnya yang kutunggu. Dan akhirnya waktu yang ditunggu oleh penonton tiba, sang guest star pun tampil dan mulai memainkan musiknya. Aku pun coba mengikuti setiap alunan lagunya seperti yang kulakukan sebelumnya. Aku pun mulai berdanksa ria dengan teman-temanku didepan panggung. Dendangan lagu yang semakin keras membuat kta semakin semangat untuk berdanksa.
Dan seketika sebuah lagupun dinyanyikan, aku pun kembali teringat saat itu. Saat aku datang keacara pentas seni sekolah temanku. Disaat itu aku pergi bersama dalam satu acara. Acara yang berlangsung dari sore hingga tengah malam. Aku pun larut dalam keramaian pensi. Tempat yang begitu ramai membuatku lupa semua hal yang tengah terjadi, aku pun sibuk bersenang-senang dengan teman-temanku. Kau yang datang dengan temanmu tiba-tiba datang menghampiriku. Kita pun larut dengan suasan malam dan music DJ yang berputar. Malam pun semakin larut tapi tak membuat semakin sepi, melainkan semakin ramai dan semakin asik acaranya. Hingga sang gues star datang, kita pun berdanksa ria, seakan kita menjadi satu dan tak peduli kenal atau tidak. Malam itu sungguh asik, sang gues star pun berganti dan berganti, music jass yang menemani malam membuat malam itu terasa indah. Aku pun tak bisa menjelaskan perasaan apa yang aku rasakan saat itu. Semua terasa sangat indah, tapi aku tau aku hanyalah gadis yang masih dibawah umur aku tak boleh pulang terlalu larut. Saat aku asik dengan gues star yang menyanyikan lagunya, tiba tiba handphone ku berbunyi yang menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Aku pun bergegas pulang karna takut semakin larut. Akhirnya aku pun harus berpamitan kepada temanku dan kamu untuk pulang duluan, dan aku pun harus mengakhiri semua yang terjadi pada malam ini.
Malam itu, semua terasa indah. Aku pun tak tau, apa itu karnamu, karna temanku atau karna apa. Tapi yang kutau aku merasa sangat senang sekali bisa melupakan semua hal dengan sekejap. Terimakasih kau telah membuat hidupku terasa indah.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Teringat olehku

Dari gadis yang masih sering mengingat waktu yang berjalan denganmu.
Untuk lelaki yang menemaniku diayunan

Detik demi detik berganti, jam pun silih berganti, hari pun tak mau kalah ikut berganti. Perlahan kupandangi taman kosong ini. Taman yang sangat sejuk dan indah. Taman yang berisikan hijaunya daun yang terpotong rapi, kursi taman yang membisu, dan ayunan yang bergerak karna tiupan angin. Aku pun duduk di salah satu ayunan yang sedari tadi tak berhenti bergerak. Kupandangi indahnya sore hari ini, dari sini.
Angin yang sedari tadi bertiup membuatku kembali membuka memori itu. Memori yang berisikan tentang kamu dan aku, yang pernah jadi kata “Kita” walaupun belum dalam ikatan status. Semua hembusan angin ini, makin lama makin membuat perasaanku semakin dalam.
Aku pun mulai hanyut dalam perasaanku sendiri. Aku mulai membuka memori itu lagi. Memori dimana kita bersama. Aku pun kembali teringat saat pertamakali kita dekat, saat salah satu dari kita cemburu dalam diam, saat kita tertawa bersama, saat kita berselisih, saat hari hari itu kita lalui bersama. Hingga sekarang kurasa memori itu masih tersimpan rapi dalam ingatanku.
Dan kondisi seperti ini, makin membuatku ingat kejadian saat itu. Hari dimana kau dan aku menghabiskan waktu bersama dari pagi hingga malam. Kita yang saat itu mengikuti kegiatan sekolah saling berharap untuk menghabiskan waktu bersama. Kau yang berharap bisa duduk bersamaku saat di bus tapi kejadiaan itu tak pernah terjadi karna dirinya. Dia yang menjadi sahabatku sedari dulu, dan dia juga yang telah jatuh hati kepadamu. Aku pun harus merelakan semuanya, termasuk jawaban “Iya” untuk mu demi dia. Jawaban yang seharusnya aku jawab saat di ayunan denganmu. Dan aku pun menolakmu demi menghargai perasaannya, karna saat itu aku berharap aku bisa menyelesaikan permasalahanku dulu sebelum itu terjadi lagi. Aku tau, kita hanyalah seorang remaja yang sedang jatuh cinta, yang berharap waktu akan berhenti saat kita bersama. Tapi aku tau itu takkan mungkin terjadi.
Entah mengapa semakin mengingat memori saat itu, aku semakin merindukanmu. Merindukan semua hal yang kau lakukan saat itu, saat bermain ayunan, saat kita tertawa bersama, saat kita berlari ke bus, saat kau membuatku sadar dari tidurku, saat kau memainkan jemariku, mata teduh itu, rambut itu, dan tangan itu, aku sungguh merindukannya. Ya, tapi aku sadar semua itu takkan terjadi lagi. Takkan ada kesempatan lagi. Aku pun mulai menghapus air yang membasahi pipiku saat ini, yang sedari tadi membuat mataku panas dan dadaku sesak.
Aku pun kembali mencoba menerawang kedepan dengan tatapan kosong. Aku berfikir bagaiman kamu yang sekarang. Apakah kau sudah menemukan yang lain? Karna kuingat kita sudah lama tak bertegur sapa dan berkomunikasi seperti dulu. Dan akhirnya aku pun mencoba mengecek semua akun social yang kau miliki. Alhasil semua itu makin membuat perasaanku jatuh semakin dalam ke sebuah lubang. Setelah aku tau bukan aku lagi yang kau mau, bukan aku lagi orang yang kau harapkan, bukan aku lagi orang yang kau sayang. Dan semua itu makin membuatku yakin bahwa kau telah menemukan yang lain, dan kau telah bahagia dengannya.
Dan sekarang tugasku untuk benar benar menghapus perasaan ini. Perasaan yang aku sendiri pernah jatuh kedalam nya dengan cukup dalam. Aku pun mulai bertekad untuk menghapus perasaan itu, dan berharap semua masih bisa seperti dulu, bukan seperti orang yang tidak kenal.
Aku pun kembali pulang karena matahari sudah mulai menghilang ditelan gelapnya malam, dan kuharap seiring itu pula aku bisa menghilangkan perasaanku padamu. Aku pun segera masuk ke kamar dan mulai membuka buku pelajaran untuk besok. Tapi, kenapa tiba-tiba ada namamu dilayar handphone ku? Kenapa kau kembali datang setiap kali aku bertekad melupakanmu? Apa maksud semua ini?

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^  

LUCI ♡

Rabu, 18 Februari 2015

Apa Ini Cinta?

Aku membuka hatiku untuk mulai menerima kamu yang mengulurkan tangan untuk membantuku bangun, bangun dan berdiri dari lubang yang sangat gelap ini, yang aku juga tak tau sejak kapan aku disana.
Jam dinding terus berjalan, detik demi detik berganti, hari haripun tak mau kalah untuk mengejar. Aku dan kamu mulai membuka lembaran baru bersama. Lembaran cerita yang mungkin akan dikenang suatu hari nanti, entah itu senang maupun sedih.
Hari demi hari berlalu, hampir setiap harinya kuhabiskan denganmu. Semua begitu sangat berwarna, kau hadirkan warna yang belum pernah ada dikehidupanku. Warna pelangi yang begitu indah, bahkan terlalu indah jika harus berakhir. Apa mungkin karna hari hariku sebelumnya tak ada warna warni itu? Atau segitu mendung kah kehidupanku dulu sehingga hal se-simple ini begitu sangat berwarna jika denganmu? Hari demi hari kuhabiskan dengan semua canda tawamu. Pernah ku berfikir bahwa kau adalah matahari yang selalu menerangi kehidupanku, tapi aku salah kau hanya sebuah pelangi yang datang setelah mendung, yang bisa datang dan pergi sesukamu.
Kau pergi entah kenapa. Kau pergi seakan kau mengejar hal yang baru. Ya, kau benar benar pergi. Kau berjalan pergi menjauh dan aku hanya bisa melihat punggung itu dengan jaket abu-abu yang makin lama makin menghilang ditelan kabut.
Hari demi hariku mulai berjalan seperti biasa. Hari yang sebelumnya begitu berwarna tapi sekarang terasa biasa, terasa tanpa tujuan,terasa sangat hampa, terasa ada yang hilang. Perasaan apa ini? Kenapa perasaan ini makin lama makin abstrak? Kenapa perasaan ini tak berujung? Perasaan apa ini? CINTA? SAYANG? Apa semua ini tidak terlalu cepat jika disebut dengan cinta? Lalu kalau bukan cinta apa?
Aku begitu nyaman dengan semua canda tawamu dan semua caramu. Tapi, apa kau juga memiliki perasaan seperti itu juga?

Teman perempuan mu yang telah jatuh hati.
Untuk lelaki yang berhasil membuat warna dihidupku.


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Rabu, 11 Februari 2015

Tau kah kau?


Untuk lelaki yang berhasil membuatku menangis
Dari teman perempuanmu yang cengeng

Hari demi hari berganti, tak sedikit pun membuatku lupa akan sosokmu. Kamu yang selalu aku kagumi dari dulu. Kamu yang sempat menjadi kata kita, walaupun belum dalam sebuah ikatan status. Dan kamu orang yang pernah buat hidupku makin berwarna dengan semua kehebohanmu.
Tau kah kamu hingga sekarang aku masih mengharapkanmu? Masih merindukanmu? Dan masih menyayangimu? Tau kah kau akan perasaan itu? Aku rasa tidak dan bahkan tidak pernah tau.
Aku tau mungkin aku gadis yang bodoh, tolot, bego yang nyianyiakan cowo kaya kamu. Kamu memang bukan malaikat yang sempurna. Tapi, kamu bagai actor film laga yang begitu mengesankan dan membuat beberapa mata tertuju padamu.
Ingat kah kau saat kita masih dekat? Saat kau bilang kau cemburu karna kedekatanku dengan teman lamaku? Apa kau tak pernah berpikir bagaiman perasaanku? Perasaan saat kau menggonceng seorang gadis? Saat kau bercanda gurau dengannya dengan lepas? Saat aku sibuk dengan segala urusanku tapi kau berdua dengan gadis lain? Saat seseorang berkata bahwa dia lah pasanganmu bukan aku? Saat semua orang menganggap dialah yang dekat denganmu? Apa kau tak pernah memikirkan sedikitpun tentang perasaanku?
Cemburu? Marah? Aku tau, aku tak ada alasan untuk bisa melakukan itu dan aku tak pernah ada hak untuk itu padamu. Karna itu aku hanya bisa diam. Karna itu aku hanya bisa bilang semua baik baik saja. Karna itu aku hanya bisa berpikir semuanya akan membaik.
Aku memang tak pernah berharap kau mengerti apa yang aku rasakan, karena itu tak mungkin terjadi. Tapi, salahkah aku berharap jika kau tak secemburu itu saat aku dengannya? Salahkah aku berharap jika kau bisa berpikir positif atas hubungan pertemananku dengannya? Apa aku terlalu berlebihan mengharapkan itu?

Andai kamu tau, aku memang sayang sama dia, tapi hanya sayang sebatas teman dan tak lebih. Sedangkan kamu, kamu adalah tujuan dari petaku sekarang. Kamu adalah tujuanku. Tapi, aku rasa aku tak begitu berarti dikehidupanmu. Jadi, terimakasih kau telah hadirkan warna-warni dikehidupanku.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^




LUCI 

Senin, 09 Februari 2015

Dokterku di hari pahlawan

10 November 2014

Hari ini aku sadar, bahwa nggak semua malaikat bersayap.
Entah apa yang membuatku menganggapnya seorang malaikat.
Tapi hari ini, aku merasa benar benar melihat malaikat turun dari langit.
Iya kamu,
kamu yang berbaju putih,
kamu yang berjas rapi,
kamu yang berada didepan,
dan kamu yang mengikuti upacara bendera.
Hari ini aku merasa kamu sangat bercahaya.
Seolah malaikat yang turun dari nirwana.
Senyuman itu, paras itu
Semua terlihat berbeda dari biasanya.
Kamu terlihat sangat bijaksana hari ini.
Terlihat sangat dewasa.
Bisakah kau selalu seperti ini?
Tapi, mungkin semua gadis yang melihatmu akan luluh.
Iya semua gadis.
Karna kau begitu mengesankan.
Tau kah kau? Saat kau berfoto dengan gadis gadis itu?
Aku hanya bisa tersenyum manis melihat tingkahmu dengan yang lain
Seakan semua menyetujui bahwa kamu memang malaikat.
Kamu manis sekali, dan seakan tak ada gadis yang ingin melewatkan kesempatan itu.
Tapi hari ini,..
Tingkahmu menyejukkan hatiku.
Kamu yang mengerti..
Kamu yang sadar..
Kamu yang menghargai perasaan ini..
Tau kah kamu aku sangat beruntung bisa memiliki malaikat sepertimu..
Malaikat yang hari ini berwujud dokter.
Dan ku harap kau kan selalu jadi malaikatku.

Luna


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^


LUCI 

Kamu


Kamu..
Kamu adalah orang yang mengesankan…
Kamu juga orang yag bisa membuatku merasakan cinta begitu cepat..
Kamu, orang yang pantang mundur dan keras kepala
Kamu juga orang yang sabar ngehdepin aku.
Menghadapi semua ke-egoisanku, ke-childishanku, dan ke-sibukanku..
Dan kamu juga orang yang membuatku luluh..
Luluh dengan semua caramu untuk mendekatiku..
Dan kau tak pernah mengeluh..
Tau kah kau, kau terlalu gigih..
Hingga aku bisa secepat itu ditaklukan olehmu..
Trimakasih kau telah membuatku jatuh cinta..
Aku harap semua perjuanganmu tak kan sia-sia..
Bisakah kau bersabar untuk kali ini?
Aku takkan membuatmu menunggu terlalu lama.
Dan terimakasih telah berjuang sedimikian keras.

                                                                                                            Pembencimu



 Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^



LUCI 

Semua telah berakhir?


Bel pulang sekolah saat itu pun tiba. Aku dan kamu melakukan pembicaraan yang bisa dibilang serius. Kau berkata bahwa semua ini sudah berakhir, kau berkata bahwa kita takkan seperti dulu, kau berkata kau lelah dengan semua ini. Aku pun tak tau harus menjawab dengan jawaban apa,dan seketika dadaku seperti tertimpa sesuatu yang membuatku sangat sesak. Mata ini mulai terasa panas, tapi aku tak membiarkan semua itu menetes didepanmu. Aku pun pergi meninggalkanmu tanpa ada ucapan atau bantahan sedikitpun dariku. Air mata yang tadi kubendung perlahan pun mulai menetes. Perasaan seperti apa ini? Kenapa semua terasa begitu sakit?
Aku tak pernah berfikir akan seperti ini. Aku tak pernah berfikir hari ini akan datang. Kenapa semua itu terjadi? Ada apa denganmu? Apa karna kau lelah “menunggu”? Apa karna telah ada dirinya? Atau apa?  Semua pertanyaan-pertanyaan itu melintas difikiranku.
Apa kau tak pernah berfikir sedikitpun tentang perasaanku? Ini sanagat menyakitkan, sungguh menyakitkan. Seakan semua usahaku terbuang sia-sia. Dan kurasa semua usahamu juga terbuang sia-sia. Kenapa harus seperti ini? Jika kita memiliki perasaan yang sama kenapa kita tak bisa bersatu? Aku tau mungkin tak mudah bagimu berjuang, bertahan, apalagi memperjuangkan orang yang tak jelas dan jauh dibawahmu.
Kau pernah bilang, jika kau lelah dengan usahamu yang selalu kau lakukan, dengan ucapan temanmu yang selalu bertanya hubungan ini, dengan sikapku bersama teman lelaki, dengan ucapanku dan tingkahku, aku benar benar minta maaf aku tak pernah bermaksud seperti itu. Jujur aku sangat bertrimakasih kau telah memperjuangkan begitu hebat, tapi kenapa kau tak bisa sedikit lebih bersabar?
Aku tak berharap kau mengerti apa yang kulakukan untukmu, karna kukira kau lebih melakukan banyak hal untukku. Aku tak berharap kau membalas semua itu, karna menurutku rasa sayang itu adalah kekuatan bagiku. Disaat aku mengagumimu, aku memang tak tau harus melakukan apa, tapi aku bakal mencoba memperjuangkan yang saat itu aku punya. Selama itu kau yakin mejalani ini, selama itu juga aku yakin mempertahankanmu.
Tau kah kau aku melakukan hal bodoh demimu? Tau kah kau aku rela sakit karna melakukan hal bodoh itu? Tapi kurasa semua itu sudah tak penting lagi, atau bisa dibilang tak pernah penting.  Kau benar, aku memang gadis yang bodoh, tolol, egois, keras kepala. But, this is me.
Aku tak pernah menyesal telah berjuang sedemikian,tapi aku hanya kesal kenapa semua ini harus berakhir begitu cepat? Jika boleh jujur aku tak ingin semua ini berakhir. Tapi jika itu semua keputusanmu, baiklah aku terima.

Oh iya trimakasih telah diperjuangkan dengan begitu hangat ya^^

Pembencimu


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^


LUCI 

Sabtu, 24 Januari 2015

Tentang buku "Menjeda Mencari Muara Cinta"

Hai readers^^
Kali ini aku mau mbahas tentang buku yang baru aku baca, yang berjudul “Menjeda Mencari Muara Cinta” karya Adya Pramudita. Buku ini sangat menarik untuk dibaca, dan membuat rasa penasaran ku makin bertambah disetiap kejadiannya. Dengan tulisan dibelakang buku yang makin membuatku penasaran.

Tulisan dibelakang buku :
Mengingat dirinya aku seperti melukis sketsa dari garis terakhir.
 Menemukan kegembiraan, tawa, jahil, dan tangis pada kurun waktu yang lampau.
Setidaknya aku dapat mengenang, bahwa aku merasa bahagia dimasa laluku.
Bersamnya… sketsa cintaku terasa tak pernah usang.
Namun, ketika aku menemukanmu. Ataukah engkau yang menemukanku?
Kesalahanku seakan diselingi alunan lagu dan lirik-lirik yang merdu.
Kau mengenalku pada kehidupan yang memiliki begitu banyak warna.
Kau mengenalkanku pada kehidupan yang memiliki begitu banyak warna.
Kau juga menggenggam erat tanganku disaat aku harus memutuskan keputusan tersulit.
Kehadiranmu bagai pilar untukku dapat bersandar dan membantuku agar selalu berdiri tegar.

Dan menurutku ada beberapa kutipan yang bagus banget dari buku ini. Mari dibahass ya readers^^
  • Kita memang hanya memiliki satu hati, tapi kita bisa menyayangi beberapa orang dalam satu waktu. Tentu dengan tingkatan yang berbeda, dalam ruang-ruang redup hingga terang benderang. Hanya hati kita yang mengetahui siapa yang menempati ruang dengan tingkatan yang mana. Dan, seharusnya itu tidak tertukar.
  • Hidup adalah serangkaian gerbong kejadian. Kita bisa memutuskan siapa yang akan kita turunkan dalam sebuah stasiun dan meninggalkannya, kemudian kita bisa memilih siapa yang akan menemani perjalanan kita selanjutnya. Seharusnya demikian, pada kenyataannya, TIDAK.
  • Ketika dirimu terpisah dari seorang masa lalu, tidak serta merta jejaknya terhapus dalam ingatanmu. Seberapa jauh pun engkau pergi, sebahagia apa pun tawamu mampu tergelak. Ia akan menguntit, hingga engkau harus kembali. Kembali untuk membukanya lagi atau sekaligus menutup rapat kisah itu, dan menyimpannya dalam ruang terkunci.
  • “Gimana kamu mau menggambar wajah bahagia? Kalau kamunya enggak bahagia!” “Gimana mau menggambar gaun pengantin yang indah? Kalau kamunya murung, macam orang mau pergi ke kuburan pakai paying hitam”
  • Ketahuilah kawan, semakin kamu dilarang semakin dirimu penasaran. Itu juga yang terjadi padaku.
  • Dia tidak tahu aku sedang menahan rasa panas yang meringkus mataku, agar butiran embun didalamnya tidak jatuh
  • Mungkin saja aku pernah menjejak jalan pada titik yang sama dengan beliau, tapi nyatanya nasib dan nyali kamu berbeda bagai jurang dan lautan.
  • Setiap pagi aku upayakan untuk memiliki energy baru, sprit yang lebih dari hari-hari sebelumnya. Karena jika tidak aku akan tergilas roda bumi, sementara aku tengah bertarung dengan nasibku.
  • “Bersahabat itu sesuatu yang membingungkan! Kalau dekat terlihat biasa saja. Tapi kalau jauh, kangen! Kalau lihat dia jalan sama perempuan lain, cemburu!”
  • “So’take him, or I take him for my self…”
  • Persahabatan ini membingungkan. Sekatnya hanya tipis saja antara perasaan sayang dan suka.
  • “Kamu harus mencari tau apa yang sebenarnya kamu mau, kehidupan mana yang kamu inginkan!?”
  • “… Memang pada akhirnya siapa yang mau berubah, dialah yang bertahan. Aku salah satunya!”
  • Namun bru sanggu aku lakukan sekarang, setelah memecahkan karang yang ada di dalam diriku sendiri.
  • Ada satu waktu kita menjadi sangat berani menghadapi tantangan, tapi diwaktu lain kita pernah merasa sangat pengecut. Barangkali itulah arti seseorang untuk menemani dan menguatkan tekad kita
  • Ini seharusnya bukan cinta, cinta akan sama kietika dekat maupun menjauh. Mungkin yang dulu hanya sebuah rindu, rindu yang tergabung dari rasa marah dan jemu
  • Kadang orang yang terlalu berani juga dapat merugikan dirinya.
  • “Cinta itu adaptasi, Kei. Ketika kamu mapu membaur dengannya maka kau akan mudah mencintainya. Kamu harus menyeimbangkan ego dan segala presepsimu…"
  • “Cinta yang kau rasakan hari kemarin dan hari ini bisa saja berbeda, meski untuk orang yang sama”

Jangan asal copas ya readers :)
Trimakasih^^

LUCI 

Kamis, 22 Januari 2015

Terlalu cepat

Untuk Laut, yang kuat dan telah berhasil membuat batu karang berlubang.

Hujan dimalam hari ini, membuatku kembali membaca ulang semua percakapan kita. Percakapan disaat kamu dan aku masih saling peduli dan dekat. Aku pun tertawa geli saat membacanya, walaupun diam diam hati ini teriris mengingat bahwa hal manis itu sudah takkan terjadi lagi. Tak mungkin aku berharap bahwa kamu akan berubah menjadi pria yang dulu kukenal. Kenyataannya kamu bukanlah orang yang dulu kukagumi, kamu berubah menjadi orang yang tak kukenal.
Aku masih mengingat benar wajahmu, mata mu yang teduh, bibir yang tipis yang aku biarkan terus berkata meskipun kadang aku tak memahami apa yang kau katakan. Aku masih ingat betapa suara beratmu merasuk kedalam telingaku, membisikkan hal-hal yang sebelumnya tak pernah ku dengar. Aku masih menyimpan memori ketika kamu menggunakan kaos coklat, saat kau berjalan denganku, saat kau mengatakan itu  dan banyak hal yang jika semakin kuingat, itu hanya membuat dadaku semakin terasa sesak. Aku tak sadar mengapa perkenalan kita sukses membuatku berharap terlalu jauh pada sosok yang sempurna sepertimu?
Kamu adalah pria yang luar biasa, yang diceritakan begitu sempurna dalam film dan rangkaian peristiwa drama, sedangkan aku hanya gadis lugu yang hanya berani melihatmu dari kejauhan. Aku pernah berharap tidak akan terbangun dari mimpiku, yang akan menyadarkanku bahwa mendekatimu adalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi.
Ternyata semua itu benar, kau tak sejauh matahari, dan kau bukanlah ilusi. Aku semakin dibuat terpesona oleh semua usahamu. Tapi, aku tak paham apa yang membuatmu seperti ini, aku tak tau kenapa kau bisa percaya dengan hal yang tak pasti, dan kenapa kau tak menanyakan semua itu dulu kepadaku? Aku tak tau mengapa hubungan yang awalnya main main ternyata bisa menimbulkan luka yang cukup dalam bagiku.
Mungkin memang, semua ini terlalu cepat bila harus berakhir. Aku sedang dipuncak-pucak sayangnya padamu, tapi kamu malah mendorongku jatuh kedalam jurang, jatuh senidiri kedalam tempat yang gelap dan kamu tertawa seakan tidak melakukan kesalahan. Ini terlalu cepat, Laut. Perempuan yang kau anggap batu karang ini masih ingin disini, masih ingin bertahan. Tapi kudengar kau telah dengan yang lain? Apa yang harus kulakukan? Aku tak punya status denganmu, dan menangis pun rasanya percuma.
Aku tak pernah membencimu.,tapi aku hanya benci jika hari-hariku tanpamu.
Aku tak pernal menyesal pernah mengenalmu, tapi aku hanya menyesal mengapa aku terlalu cepat mengulurkan tanganku.


Dari Batu karang yang akhirnya lubang karena airmu.


Terinspirasi dari kak Dwitasari

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^


LUCI 
 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez