Suara jari yang
sedang bermain diatas ketikan laptop mengisi suara suara sepi dikamarku. Aku yang
sedari tadi sibuk membuka akun socialku hampir tidak memperdulikan kondisi
diluar kamar yang sedang hujan. Lagu pun turut kuputar untuk meramaikan suasana
kamar yang sepi ini. Sesaat semua akun socialku terasa sangat sepi tanpa
notification, dan akhirnya kucoba membuka akun blogger yang biasanya aku tulis
saat jam kosong.
Tap…tap…tap…tap…
aku pun mulai menulis hal yang ada dipikiranku, kata demi kata berubah menjadi
kalimat, kalimat pun terus bertambah hingga menjadi sebuah paragraph. Tiba tiba
“twing” suara itu mengagetkanku, dan membuat konsentrasiku pecah. Kucoba untuk
menelusuri ada notif apa di twitter milikku, tapi ternyata hasilnya nihil. Akhirnya,
kucoba untuk mereload akun ini, dan ternyata ada sebuah massage yang masuk di
akun ku. Dia, iya dia, kenapa tiba-tiba dia mengirimkanku sebuah sapaan? Aku pun
lansung teringat percakapan terakhirku dengannya. Kucoba untuk menenangkan diri
dan berpikir positif tentangnya. Tanpa berpikir terlalu lama aku pun membalas
sapaan darinya.
Sapa demi sapa
terjawab hingga akhirnya dia menanyakan kabar dan kesibukan sekarang. Kita pun
mulai asik bercengkrama, walaupun masih ada yang mengganjal dihatiku. Topic demi
topic berganti, hinggan kau menanyakan pin bb. Tanpa berpikir panjang aku pun
lansung memberikannya padamu. Kau masih saja seperti dulu, seperti orang yang
dulu kukenal. Kau selalu bisa membuatku kesal dengan segala tingkahmu, tapi kau
juga bisa buatku tertawa hingga terbahak-bahak.
Kita pun sibuk
bercengkrama lewat layar kecil handphone ini. Dan seketika kau membahas hal
yang dulu kita lakukan, hal yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Ya, memori
itu datang lagi. Aku pun yang mulai tak enak rasa, dan mulai mencoba mengganti topic
pembicaraan, tapi kenapa kau tetap membahasnya? Kau berkata kau tak temukan
penggantiku? Apa begitu sulit mencari hal yang baru? Apa tak ada gadis yang
dekat denganmu disekolah? Kau pun tetap membahas hal yang sama sekali tidak ingin
ku bahas.
Apa kau tak pernah
berpikir kita sudah memiliki jalan yang berbeda? Bahkan sangat berbeda jauh. Lalu
kenapa kau kembali dengan harapan seperti dulu? Kenapa kau masih berharap hal
yang sama seperti dulu?
Aku bukan lagi
orang yang kau kenal, bahkan aku bukan orang yang kau kagumi dulu. Lalu buat
apa kau kembali? Buat apa kau meyakinkanku lagi? Bahkan saat aku sudah
menemukan hal baru dikehidupanku, saat aku sudah bersama orang lain. Kenapa kau
harus kembali? Aku bukanlah malaikat, atau orang yang sempurna, kau masih bisa
mencari seseorang yang lebih dariku yang bisa mengerti tentangmu, dan yang
selalu untukmu.
Maafkan semua kata
kata jahat ini, tapi aku bukanlah orang yang suka diganggu oleh masa lalu,
termasuk juga kau. Jadi kumohon pergilah, bawalah kepingan hati itu untuk orang
lain. Karena aku sudah bersama orang lain, yang lebih membuatku bahagia.
Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang
copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang
ya:)
Trimakasih^^
LUCI ♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar