Selasa, 17 Maret 2015

Kenapa dia kembali?

Suara jari yang sedang bermain diatas ketikan laptop mengisi suara suara sepi dikamarku. Aku yang sedari tadi sibuk membuka akun socialku hampir tidak memperdulikan kondisi diluar kamar yang sedang hujan. Lagu pun turut kuputar untuk meramaikan suasana kamar yang sepi ini. Sesaat semua akun socialku terasa sangat sepi tanpa notification, dan akhirnya kucoba membuka akun blogger yang biasanya aku tulis saat jam kosong.
Tap…tap…tap…tap… aku pun mulai menulis hal yang ada dipikiranku, kata demi kata berubah menjadi kalimat, kalimat pun terus bertambah hingga menjadi sebuah paragraph. Tiba tiba “twing” suara itu mengagetkanku, dan membuat konsentrasiku pecah. Kucoba untuk menelusuri ada notif apa di twitter milikku, tapi ternyata hasilnya nihil. Akhirnya, kucoba untuk mereload akun ini, dan ternyata ada sebuah massage yang masuk di akun ku. Dia, iya dia, kenapa tiba-tiba dia mengirimkanku sebuah sapaan? Aku pun lansung teringat percakapan terakhirku dengannya. Kucoba untuk menenangkan diri dan berpikir positif tentangnya. Tanpa berpikir terlalu lama aku pun membalas sapaan darinya.
Sapa demi sapa terjawab hingga akhirnya dia menanyakan kabar dan kesibukan sekarang. Kita pun mulai asik bercengkrama, walaupun masih ada yang mengganjal dihatiku. Topic demi topic berganti, hinggan kau menanyakan pin bb. Tanpa berpikir panjang aku pun lansung memberikannya padamu. Kau masih saja seperti dulu, seperti orang yang dulu kukenal. Kau selalu bisa membuatku kesal dengan segala tingkahmu, tapi kau juga bisa buatku tertawa hingga terbahak-bahak.
Kita pun sibuk bercengkrama lewat layar kecil handphone ini. Dan seketika kau membahas hal yang dulu kita lakukan, hal yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Ya, memori itu datang lagi. Aku pun yang mulai tak enak rasa, dan mulai mencoba mengganti topic pembicaraan, tapi kenapa kau tetap membahasnya? Kau berkata kau tak temukan penggantiku? Apa begitu sulit mencari hal yang baru? Apa tak ada gadis yang dekat denganmu disekolah? Kau pun tetap membahas hal yang sama sekali tidak ingin ku bahas.
Apa kau tak pernah berpikir kita sudah memiliki jalan yang berbeda? Bahkan sangat berbeda jauh. Lalu kenapa kau kembali dengan harapan seperti dulu? Kenapa kau masih berharap hal yang sama seperti dulu?
Aku bukan lagi orang yang kau kenal, bahkan aku bukan orang yang kau kagumi dulu. Lalu buat apa kau kembali? Buat apa kau meyakinkanku lagi? Bahkan saat aku sudah menemukan hal baru dikehidupanku, saat aku sudah bersama orang lain. Kenapa kau harus kembali? Aku bukanlah malaikat, atau orang yang sempurna, kau masih bisa mencari seseorang yang lebih dariku yang bisa mengerti tentangmu, dan yang selalu untukmu.
Maafkan semua kata kata jahat ini, tapi aku bukanlah orang yang suka diganggu oleh masa lalu, termasuk juga kau. Jadi kumohon pergilah, bawalah kepingan hati itu untuk orang lain. Karena aku sudah bersama orang lain, yang lebih membuatku bahagia.


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez