Sore ini aku
memutuskuan untuk pergi ke taman perumahan yang biasaku kunjungi. Dengan pakaian
biasa aku pun keluar rumah dengan membawa buku kecil yang penuh hiasan merah
muda dan putih yang sangat cantik untuk dilihat.Langkah demi langkah pun aku
lewati, kurasakan suasana disekitarku yang cukup ramai. Bunyi lagu yang kuputar
dari earphone pun turut menemaniku yang membuat suasana sore ini makin indah. Kubiarkan
langkah kakiku melangkah sesuai iringan lagu. Hingga akhirnya aku pun tiba
ketempat tujuanku. Taman yang menjadi tujuan utamaku pun sudah didepan mata.
Aku pun lansung menuju ke ayunan yang biasanya aku duduki. Keadaan taman saat
ini pun cukup tenang tidak seperti biasanya yang ramai dan penuh dengan anak
anak kecil bermain.
Aku pun membuka
buku yang sedari tadi kubawa. Kubuka halaman demi halaman untuk mencari halaman
yang kosong. Dan aku pun berhenti dihalaman yang penuh tulisan dan gambar
gambar anehku, dan aku masih ingat betul kapan aku menulis itu. Mengingat
tulisan itu, aku jadi kembali mengingat sosokmu. Sosok yang saat itu sudah
mulai pudar dan menghilang dari kehidupanku. Sosok orang yang bisa memikat
hatiku hingga saat ini. Sosok orang yang selalu membuatku terkagum dengan
kepandaiannya dalam agama. Tapi, saat aku mulai terkagum, mulai terbawa arusmu,
sosokmu tiba tiba mulai memudar dan seakan-akan akan menghilang dan tak akan
kembali dikehidupanku lagi. Tapi, ternyata pemikiraku salah.
Di tempat ini aku
bisa merasakan dari awal kita dekat hanya karena comblangan teman, lalu kau
mendekatiku dengan tipuan muslihatmu, berjalan seakan kita akan benar menjadi
suatu pasangan, kau membuatku nyaman dengan semua caramu, hingga akhirnya you shoot me tapi hingga saat itu kita
masih berteman dan tidak memiliki satus berpacaran. Dan tanpa alasan yang jelas
tiba-tiba kita menjauh seakan seperti orang yang tidak pernah kenal. Kita yang
satu sekolah bahkan satu kelas itu pun tak pernah bertegur sapa dan saling
mengajak bicara. Waktu pun terus berjalan tapi kita masih tetap seperti itu.
Hingga suatu kejadian saat kita ada dalam suatu acara ulang tahun, kita menjadi
sebuah pasangan dalam suatu games. Kita yang saat itu disuru berjalan seolah
sebuah pasangan, dan saling menyuapkan sepotong kue tart pun seakan membuka
lembar kembali untukku. Dan dari situ aku seakan sadar, aku masih meiliki alasan
untuk tetap disini. Hari berganti minggu, minggu pun mulai berganti menjadi
bulan. Kita pun menjadi dekat kembai, walau mungkin memang tak seperti dulu.
Hingga akhirnya kita berpacaran sekarang.
Entah kenapa semua
memori memori itu masih terekam jelas oleh otakku. Saat kita kembali dekat
seakan aku memiliki kesempatan kedua yang entah aku mau lanjutkan atau memang
aku tak akan mendapatkannya lagi. ‘Indah, tidak mudah menyerah, pejuang’ entah
mengapa aku mendapat kata kata itu saat memikirkan saat kita kembali dekat.
Kamu melakukan banyak hal yang selalu membuatku nyaman. Seperti saat itu kamu
yang datang ke suatu mall yang cukup jauh dari rumahmu untuk menemuiku saat aku
lomba, dari siang hingga pukul setengah sepuluh malam kau menemaniku disana, dengan
kondisi badanmu yang saat itu demam kau paksakan dirimu kesana. Entah apa yang
kau pikirkan saat itu, perasaan senang, terharu, khawatir, takut pun menjadi
satu dalam perasaanku saat itu. Maybe
it’s look very simple, but I fell so melting boy, Thank you for all. And until
now you always like that for me. Can you always do it for me boy until end
time?
Kata orang jodoh
itu ngga akan tertukar, ngga akan salah jalan, dan ngga akan kemana-mana. Aku
percaya kata-kata itu. Jika memang perasaan seseorang ada pada someone,
seseorang itu akan stay in there
bukan pergi mencari hal baru yang lebih menarik. Dan dibawa easy aja, kalau kata afgan sih jodoh
pasti bertemuu…
LUCI ♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar