Jumat, 16 Oktober 2015

Lost and Back

Sore ini aku memutuskuan untuk pergi ke taman perumahan yang biasaku kunjungi. Dengan pakaian biasa aku pun keluar rumah dengan membawa buku kecil yang penuh hiasan merah muda dan putih yang sangat cantik untuk dilihat.Langkah demi langkah pun aku lewati, kurasakan suasana disekitarku yang cukup ramai. Bunyi lagu yang kuputar dari earphone pun turut menemaniku yang membuat suasana sore ini makin indah. Kubiarkan langkah kakiku melangkah sesuai iringan lagu. Hingga akhirnya aku pun tiba ketempat tujuanku. Taman yang menjadi tujuan utamaku pun sudah didepan mata. Aku pun lansung menuju ke ayunan yang biasanya aku duduki. Keadaan taman saat ini pun cukup tenang tidak seperti biasanya yang ramai dan penuh dengan anak anak kecil bermain.
Aku pun membuka buku yang sedari tadi kubawa. Kubuka halaman demi halaman untuk mencari halaman yang kosong. Dan aku pun berhenti dihalaman yang penuh tulisan dan gambar gambar anehku, dan aku masih ingat betul kapan aku menulis itu. Mengingat tulisan itu, aku jadi kembali mengingat sosokmu. Sosok yang saat itu sudah mulai pudar dan menghilang dari kehidupanku. Sosok orang yang bisa memikat hatiku hingga saat ini. Sosok orang yang selalu membuatku terkagum dengan kepandaiannya dalam agama. Tapi, saat aku mulai terkagum, mulai terbawa arusmu, sosokmu tiba tiba mulai memudar dan seakan-akan akan menghilang dan tak akan kembali dikehidupanku lagi. Tapi, ternyata pemikiraku salah.
Di tempat ini aku bisa merasakan dari awal kita dekat hanya karena comblangan teman, lalu kau mendekatiku dengan tipuan muslihatmu, berjalan seakan kita akan benar menjadi suatu pasangan, kau membuatku nyaman dengan semua caramu, hingga akhirnya you shoot me tapi hingga saat itu kita masih berteman dan tidak memiliki satus berpacaran. Dan tanpa alasan yang jelas tiba-tiba kita menjauh seakan seperti orang yang tidak pernah kenal. Kita yang satu sekolah bahkan satu kelas itu pun tak pernah bertegur sapa dan saling mengajak bicara. Waktu pun terus berjalan tapi kita masih tetap seperti itu. Hingga suatu kejadian saat kita ada dalam suatu acara ulang tahun, kita menjadi sebuah pasangan dalam suatu games. Kita yang saat itu disuru berjalan seolah sebuah pasangan, dan saling menyuapkan sepotong kue tart pun seakan membuka lembar kembali untukku. Dan dari situ aku seakan sadar, aku masih meiliki alasan untuk tetap disini. Hari berganti minggu, minggu pun mulai berganti menjadi bulan. Kita pun menjadi dekat kembai, walau mungkin memang tak seperti dulu. Hingga akhirnya kita berpacaran sekarang.
Entah kenapa semua memori memori itu masih terekam jelas oleh otakku. Saat kita kembali dekat seakan aku memiliki kesempatan kedua yang entah aku mau lanjutkan atau memang aku tak akan mendapatkannya lagi. ‘Indah, tidak mudah menyerah, pejuang’ entah mengapa aku mendapat kata kata itu saat memikirkan saat kita kembali dekat. Kamu melakukan banyak hal yang selalu membuatku nyaman. Seperti saat itu kamu yang datang ke suatu mall yang cukup jauh dari rumahmu untuk menemuiku saat aku lomba, dari siang hingga pukul setengah sepuluh malam kau menemaniku disana, dengan kondisi badanmu yang saat itu demam kau paksakan dirimu kesana. Entah apa yang kau pikirkan saat itu, perasaan senang, terharu, khawatir, takut pun menjadi satu dalam perasaanku saat itu. Maybe it’s look very simple, but I fell so melting boy, Thank you for all. And until now you always like that for me. Can you always do it for me boy until end time?
Kata orang jodoh itu ngga akan tertukar, ngga akan salah jalan, dan ngga akan kemana-mana. Aku percaya kata-kata itu. Jika memang perasaan seseorang ada pada someone, seseorang itu akan stay in there bukan pergi mencari hal baru yang lebih menarik. Dan dibawa easy aja, kalau kata afgan sih jodoh pasti bertemuu…
LUCI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez