Sabtu, 07 Maret 2015

Teringat olehku

Dari gadis yang masih sering mengingat waktu yang berjalan denganmu.
Untuk lelaki yang menemaniku diayunan

Detik demi detik berganti, jam pun silih berganti, hari pun tak mau kalah ikut berganti. Perlahan kupandangi taman kosong ini. Taman yang sangat sejuk dan indah. Taman yang berisikan hijaunya daun yang terpotong rapi, kursi taman yang membisu, dan ayunan yang bergerak karna tiupan angin. Aku pun duduk di salah satu ayunan yang sedari tadi tak berhenti bergerak. Kupandangi indahnya sore hari ini, dari sini.
Angin yang sedari tadi bertiup membuatku kembali membuka memori itu. Memori yang berisikan tentang kamu dan aku, yang pernah jadi kata “Kita” walaupun belum dalam ikatan status. Semua hembusan angin ini, makin lama makin membuat perasaanku semakin dalam.
Aku pun mulai hanyut dalam perasaanku sendiri. Aku mulai membuka memori itu lagi. Memori dimana kita bersama. Aku pun kembali teringat saat pertamakali kita dekat, saat salah satu dari kita cemburu dalam diam, saat kita tertawa bersama, saat kita berselisih, saat hari hari itu kita lalui bersama. Hingga sekarang kurasa memori itu masih tersimpan rapi dalam ingatanku.
Dan kondisi seperti ini, makin membuatku ingat kejadian saat itu. Hari dimana kau dan aku menghabiskan waktu bersama dari pagi hingga malam. Kita yang saat itu mengikuti kegiatan sekolah saling berharap untuk menghabiskan waktu bersama. Kau yang berharap bisa duduk bersamaku saat di bus tapi kejadiaan itu tak pernah terjadi karna dirinya. Dia yang menjadi sahabatku sedari dulu, dan dia juga yang telah jatuh hati kepadamu. Aku pun harus merelakan semuanya, termasuk jawaban “Iya” untuk mu demi dia. Jawaban yang seharusnya aku jawab saat di ayunan denganmu. Dan aku pun menolakmu demi menghargai perasaannya, karna saat itu aku berharap aku bisa menyelesaikan permasalahanku dulu sebelum itu terjadi lagi. Aku tau, kita hanyalah seorang remaja yang sedang jatuh cinta, yang berharap waktu akan berhenti saat kita bersama. Tapi aku tau itu takkan mungkin terjadi.
Entah mengapa semakin mengingat memori saat itu, aku semakin merindukanmu. Merindukan semua hal yang kau lakukan saat itu, saat bermain ayunan, saat kita tertawa bersama, saat kita berlari ke bus, saat kau membuatku sadar dari tidurku, saat kau memainkan jemariku, mata teduh itu, rambut itu, dan tangan itu, aku sungguh merindukannya. Ya, tapi aku sadar semua itu takkan terjadi lagi. Takkan ada kesempatan lagi. Aku pun mulai menghapus air yang membasahi pipiku saat ini, yang sedari tadi membuat mataku panas dan dadaku sesak.
Aku pun kembali mencoba menerawang kedepan dengan tatapan kosong. Aku berfikir bagaiman kamu yang sekarang. Apakah kau sudah menemukan yang lain? Karna kuingat kita sudah lama tak bertegur sapa dan berkomunikasi seperti dulu. Dan akhirnya aku pun mencoba mengecek semua akun social yang kau miliki. Alhasil semua itu makin membuat perasaanku jatuh semakin dalam ke sebuah lubang. Setelah aku tau bukan aku lagi yang kau mau, bukan aku lagi orang yang kau harapkan, bukan aku lagi orang yang kau sayang. Dan semua itu makin membuatku yakin bahwa kau telah menemukan yang lain, dan kau telah bahagia dengannya.
Dan sekarang tugasku untuk benar benar menghapus perasaan ini. Perasaan yang aku sendiri pernah jatuh kedalam nya dengan cukup dalam. Aku pun mulai bertekad untuk menghapus perasaan itu, dan berharap semua masih bisa seperti dulu, bukan seperti orang yang tidak kenal.
Aku pun kembali pulang karena matahari sudah mulai menghilang ditelan gelapnya malam, dan kuharap seiring itu pula aku bisa menghilangkan perasaanku padamu. Aku pun segera masuk ke kamar dan mulai membuka buku pelajaran untuk besok. Tapi, kenapa tiba-tiba ada namamu dilayar handphone ku? Kenapa kau kembali datang setiap kali aku bertekad melupakanmu? Apa maksud semua ini?

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^  

LUCI ♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez