Minggu, 19 Juni 2016

Tinggal kenangan

*Pernah ada rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh bintangku...
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini kucoba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
Seperti dirimu oh kekasih...
Np: Gaby-tinggal kenangan

Lagu itu pun terputar dalam earphone mungilku. Kutatap langit dari balkon rumahku. Pemandangannya pun sangat indah, tapi tak tampak satupun bintang di atas sana. Langitpun terlihat dipenuhi awan. Angin yg berhembuspun cukup kencang. Tiba tiba rintikan hujan pun mengenaiku, aku pun mengambil ancang ancang untuk masuk kedalam tepatnya kamarku. Saat sudah didalam kamar aku pun lansung nelemparkan diriku diatas kasur empuk yg berukuran cukup besar untuk diriku sendiri diatasnya. Merebahkan badan sambil melihat langit kamar yang penuh hiasan bintang disana. Dan lagu dari Gaby pun masih setia meramaikan telingaku. Suasana ini sungguh membuatku ingat dengan sosok lelaki berbadan jakung itu. Ya lelaki itu memiliki badan jakung, mata teduh, bibir tipis, dan suara berat yg sangat khas di telingaku. Ku ingat betul saat kita duduk di bangku kelas sebelas. Kita yg dulu sempat dekat entah kenapa tiba-tiba menjauh karna alasan yg belum tentu jelas. Ya, mungkin saat itu salahku yg menggantungkan sebuah jawaban yg selalu kau tunggu. Tapi, salahkah aku jika saat itu aku berharap jika sahabatku sendiri mengikhlaskanmu dekat dan mempunyai suatu hubungan denganku? Maafkan aku jika saat itu aku benar benar egois. Dan setelah hari dimana aku merasa kita benar benar menjauh, tiba tiba kaupun duduk didekatku saat istirahat berlangsung. Kau yg saat itu membawa gitar akustik terlihat sangat menawan dimataku. Perlahan tapi pasti kau mengalunkan nada nada itu, jari jemari yg belum terbiasa itu pun masih terlihat sangat kaku, tapi entah mengapa kau tak berhenti mencobanya. Alunan yg kau nyanyikan pun terasa sangat menusuk hatiku. Entah apa tujuan kau menyanyikan lagu itu dengan gitar didekatku. Yang ku tau kau bukan lah orang yg lihai memainkan gitar, bahkan aku dengar kau belum bisa saat itu, tapi entah kenapa kau ada didepanku dengan membawa gitar dan menyanyikanku satu lagu yg sangat mengena untukku. Dari kejadian itu kita semakin berjalan berjauhan, bahkan seperti orang yg tak pernah mengenal. Bisakah semua ini tak hanya jadi kenangan belakang untuk kita berdua? Bisakah kita saling bertahan dalam situasi apapun? Okay baiklah, sepertinya aku tau apa jawabanmu. Pasti tidak bisa, bukan? Maafkan gadis yg egois ini. Dan trimakasih atas semua yg telah kau berikan.

Stuck

Malam ini sudah terasa sangat larut. Waktu pun sudah menunjukkan tengah malam dan aku masih sangat terjaga. Kaki yg sedari tadi kugantungkan di tembok pun masih tetap menungguku. Handphone yg sedari tadi menemaniku tiba tiba hening tanpa seribu suara yg sedari tadi muncul. Fikiranku pun melayang kemana-mana tanpa tujuan. Fikiran yg sedari tadi tertuju pada suatu hal tiba tiba menghilang begitu saja. Mata ku menyapu isi dari setiap inci kamarku ini. Beberapa gantungan yg mewarnai kamarku, menjadi pemanis untuk malam ini dan menyisakan senyum penuh arti yg tergambar dibirku ini. Beberapa hiasan dikamarku ini mengingatkanku pada sosokmu. Ya, kamu.. Sosok lelaki yg pergi dengan meninggalkan luka dan kecewa yg sangat dalam. Dan entah kenapa bayangmu masih belum benar benar bisa terhapus dari fikiranku hingga saat ini. Entah sudah berapa lama ku mencoba tapi semuanya percuma. Aku pun memutar lagu untuk menemani malam yg sepi ini. Fikiranku makin dibuat melayang layang tentang sosokmu. Ku ingat benar tahun lalu saat bulan puasa seperti saat ini. Kita yg baru saja menjalin hubungan tiba tiba sangat jarang sekali berkomunikasi sejak memasuki bulan puasa. Aku yg tak terbiasa dengan situasi ini sangat menyayangkan kenapa ini terjadi. Hampir setiap hari kita hanya bertanya kabar melalui chat, dan itu hanya beberapa kali kirim. Sungguh aku tak terbiasa oleh sikapmu yg tiba tiba menjadi orang sok sibuk ini. Ya, ku tau jika bulan ramadhan adalah bulan yg penuh berkah dan kita harus memperbanyak ibadah, tapi salahkah aku jika berharap sebelum kau sibuk kau bisa memberi ku sebuah kabar? Salahkah aku yg merindukan sosokmu yg biasa hadir di kehidupanku setiap jamnya? Salahkah aku mengharapkan kau ada seperti biasanya? Salahkah aku bersikap sepeti itu? Hingga sekarang pun aku masih ingat apa saja yg kau lakukan di tahun lalu. Ku masih ingat betul saat setiap pagi aku memberimu pesan singkat yg akan kamu balas saat siang hari setelah kau bangun; ku ingat betul saat aku menunggu lama untuk mengharapkan kabar dari mu padahal kamu sedang bermain band, basket, ataupun ps; ku ingat betul betapa aku berharap kau lah yg pertama mengucapkanku selamat berbuka tapi tak terjadi; ku ingat betul saat aku berharap kamulah yg menemaniku saat aku menunggu jemputan dan bukanlah dia; ku ingat betul betapa aku merindukan suara berat itu hingga membuatku menangis disiang hari saat puasa; ku ingat betul saat aku mematikan ponselku karna aku merasa tak lagi penting untukmu; ku ingat betul mata teduh itu melihatku dari kejauhan saat aku berlatih; ku ingat betul bahwa ada lelaki yg mengatakan bahwa dialah yg akan mengajakku ke desanya untuk melihat suasana sawah; aku ingat betul dengan semua kata manisnya tentang desanya; aku masih ingat betul semua moment bersamamu, bahkan kukira moment itu masih tertata rapi dipikiranku. Aku merindukan hal itu terjadi. Aku merindukan rasanya mengkhawatirkanmu. Aku merindukan menunggumu hingga tengah malam demi bisa chat dengan mu walaupun akhirnya salah satu dari kita ketiduran. Aku merindukan suara lelaki yg membaca al-quran setiap harinya. Aku merindukan air mata yg mengalir begitu saja saat kita saling berkomunikasi. Aku merindukan keras kepalamu, egoismu yg selalu membuatku luluh saat aku marah. Aku merindukan setiap detik bersamamu. Dan terkadang aku berkhayal akan kah semuanya akan terjadi lagi? Akan kah kesempatan itu terjadi lagi untuk kesekian kalinya? Akan kah aku biasa merasakan hal itu lagi denganmu? Tapi rasanya itu semua tak mungkin, bahkan sangat tidak mungkin. Kau sudah sibuk dengannya, dengan wanita itu. Dan kau sudah tak pernah melihat ke arahku lagi. Lalu akankah harapanku terwujud? Aku terlalu tertancap didasar permasalahan ini, dan aku tak bisa semudah itu untuk keluar. Maafkan aku yg masih menyimpan rasa untukmu.

Dari: wanita mu yg bodoh
Untuk: lelaki yg membuatku terjebak

Senin, 13 Juni 2016

Merindu

Ruang kosong ini terisi olehmu bayangmu lagi. Perasaan ini pun makin tak berujung dan membuat perasaanku makin dibuat penasaran dengan kabarmu. Mengingat beberapa minggu ini kita tak bertemu karna kesibukan kita masing masing. Akhirnya handphone yg berbunyi pun membuat lamunanku berakhir. Handphone yg sedari tadi asik berbunyi seakan asik dengan orang yg menge-chat ku tapi kenapa tak sekalipun ada namamu dilayar handphone ku. Ku coba membalas satu persatu mesage yg masuk di handphone. Kubuka BBM yg sedari tadi berbunyi, tapi kenapa tak juga ada. Ku coba mengecek RU, TL hingga semua akun social media yg kau miliki berharap ada aktivitas di salah satu sosial media yg kau miliki tapi ternyata semua itu nihil. Ya kau benar benar seperti menghilang dengan kesibukanmu sendiri. Aku pun memutuskan untuk menghubungimu duluan untuk sekedar mencari tau kabarmu, dengan harapan kau membalas semua itu. Dada yg makin berdetak membuatku semakin nervous untuk mengiriminya sebuah pesan singkat. Dan akhirnya tombol sendmu tertekan dengan harapan kau segera membalas. Aku tau mungkin aku terlalu berharap dengan semua itu tapi aku sungguh tak enak hati jika aku tak mengetahui kabarmu. Dan kuharap kau akan selalu baik baik saja disana.

Dari: gadis yg merindukan sosok dirimu
Untuk: lelaki yg sibuk dengan rutinitasnya

Jumat, 10 Juni 2016

Dialog

A: aku
D: dia

*Ceritanya ini lagi keluar sama temen yg udah lama ngga ketemu. Lagi ketemuan di taman gitu. Melepas rindu sama temen lama.
A: Haiiii^^
D: heii.. Tumben kesini~
A: astaga jahatanya~ emang ngga boleh ya kesini?
D: hahaha ya boleh aja sih, tapi tumbenan gitu~
A: tak pa lah~ saya lagi free wkwkwk
D: mau Un malah free... Hmm dasar~
A: biarinlah~ kan ai butuh piknik mas bro wkwkwk
D: ya deh apa kata situ lah ya~
A: wkwwk gitu dong~
*Aku pun langsung membenarkan posisi duduk ku. Mengambil tempat yg lebih dekat dengannya dan menghadap ke langit langit
D: eh gimana hubungan mu sama dia?
A: dia sapa nih?
D: yg kamu anggep pangeran tuh~
A: sudah berakhir^^
*Dia pun langsung menoleh kearah ku seakan menerka apa yg sedang kupikirkan saat itu.
D: sudah berakhir? Lah serius?
A: iyap, udah lama kok lagian~
D: Kapan?
A: Januari tanggal 16 kemaren~
D: weeehhhh gila yaa.. Kenapa end?
A: entahlah sibuk un kali ya wkwkwk
D: ishh sriusan lah kenapa kamu end?
A: aku aja gapaham kenapa~
*aku pun memasang muka polos kearahnya yg sedari tadi masih belum percaya dengan ceritaku
D: wahh.. Gak bener ya kamu tuh.. Yg mutusin dia ta?
A: iya benar sekali~
D: terus sekarang dia deket sama cewe lain?
A: hmm entahlah katanya sih gitu~ terus habis ini dia mau shoot tuh cewe deh~
D: wihhh gila tu orang..
A: ih ni orang.. Santai aja kali~ omongannya dari tadi gila muluu.. Ngga boleh~
D: masih aja dibela.. Ya gila lah tuh orang.. Jadi dia main dibelakangmu.. Jadi dia bohongin kamu..
A: entahlah aku juga gapaham, mungkin begitu~
D: lucu ya tuh orang.. Gila beneran dah..
A: ish biarin lah hidup hidup dia, terserah dia lah mau ngelakuin apa~
D: ehh tapi itu juga ada kaitannya tentang perasaanmuu.. Nah dikira hati itu mainan apa, bisa seenak itu..
A: ish nyantai aja kali~ aku yg korbannya aja woles napa situ yg sewot yaa..
D: ih iya juga ya.. Tapi aku ngga nyangka aja dia ngginiin kamu..
A: ngga nyangka kenapa emang?
D: ya gini deh.. Coba kamu inget pas dia deketin kamu.. Sampe pacaran sama kamu.. Itu dia kaya gimana.. Dan tarattt dia ngelepas kamu semudah itu? Alig tuh orang..
A: wkwkwk iya ya~ Padahal dulu gitu banget~
D: nah kamu inget sendiri kan dia gimana.. Dan aku juga sempet tau dia beberapa kali dan liat reaksinya dia kalau sama kamu.. Dan ahh gila tu orang..
A: yah kamuuu kenapa malah ngingetin yg begitu ann...
D: bukan ngingetin kamu tentang yg dulu, tapi rasanya ngga imbang aja.. Gini ya.. Dia ndeketin kamu dalam beberapa bulan.. Dia berusaha kesana kesini karna kamu.. Dia ngikutin semua aktivitas nya kamu.. Dia ngelakuin apa apa demi deket sama kamuu.. Dia ngepoin kamu.. Dia protect banget sama kamu.. Itu aja sebelum pacaran.. Pas pacaran malah makin deket kan? Nah kok dia semudah itu ngelepas kamu demi cewe yg baru dia kenal.. Lebihnya dia dari kamu apa? Lebih cantik? Mulus? Pinter? Ato apa? Bisa segampang itu ninggalin semuanya..
A: yg cewe kan emang lebih dari aku dalam segala hal~ ya pantes aja sih kalau berpaling~ btw kamu kok nyebelin ya ngingetin kenangan kenangan yg begituan..
D: ish ngga nyangka aja ada cowo kaya gitu.. Udah tau susah dapetinnya harus berkorban gini gitu gini gitu.. Eh ditinggal demi cewe yg baru dia kenal.. Itu ngga pantes wah.. Apa dia ngga tau susahnya berjuang? Dia tau kan? Kamu deket sama dia aja udah lama banget.. Gitu jadiannya cuma beberapa  bulan..
A: huftt nih orang mulutnya emang dasar yaa.. Lagian ya biarin lah kalau dia bahagia sama yg lain ya tinggal ikhlasin aja~
D: emang tuh hati bisa ngelakuin?
A: yahh kamu kannn nyebelinnya mestii..
D: bisa ngga?
A: insyaalah bisa kok. Dan harus bisa lahh..
D: nah tuhh buktinya.. Kamu aja belum bisa ikhlasin dia padahal ini udah lama dari tanggal putus..
A: ya kan itu perasaan ngga bisa segampang itu di hapus..
D: ya aku tau kalau itu..
A: nahh
D: masih ngga nyangka wa, kalau tu orang kaya gitu ke kamu..
A: ish udahlah, biarin dia bahagia sama cewe yg dia pilih..
D: ish sok sok an banget itu mulut.. Emang yakin kamu bisa liat dia sama cewe lain?
A: bisa lah^^ orang yg cewe itu adik kelasku.. Sering satu backstage kalau acara sekolah.. Jadi kurang lebih aku tau lah dia gimana~ lagian liat dia senyum itu lebih bahagia dari pada liatin muka dia ditekuk beberapa hari ini, menyedihkan tau ngelihatnya~
D: wih omongan muu... Tunggu aku punya banyak pertanyaan~ kamu kenal sama yg cewe? Tuh cewe ngga sungkan sama kamu? Emang dia ngga tau kalau kamu pacaran sama dia? Kok serem tuh adek kelas.. Dan kenapa mukanya pangeran mu sekarang ditekuk? Nyesel? Galo atau apaan?
A: ish itu sih longstory males ceritanya..
D: yah elaaa.. Jangan bikin kepo lah..
A: iya iyaa.. Intinya tuh.. Awalnya itu cewe ngga tau, tapi akhir akhirnya tau kalau aku pacarnya dia,tapi ya gitu lah.. Ngga tau juga sih kenapa.. Tapi katanya temenku yg cowo lagi galau gara-gara marahan terus sama gebetannya sekarang.. Kasian banget itu mukannya..
D: apa yg harus dikasihanin coba? Harusnya kamu seneng, kan dia dapet karmanya..
A: ya kali aku bahagia liat dia sedih gitu.. Ngga mungkin lah.. Dia bahagia saya bahagia, dia sedih saya pun sedih, dia bahagia dengan yg lain baru saya sedih wkwkwk nggaa nggaaa wkwkwk
D: nah loo..
A: ya udah lah biarin.. Biar dia bahagia sama kehidupannya dia yg sekarang..
D: iya deh.. Saya kan ngikut ceritamu sajo~
A: ishh yg dari tadi marah+sewot kan dirimu mas browww..
D: hahaha ke bawa emosi neng~
A: yaudahlah lupain~ seenggaknya sekarang saya free~ bisa bebas~
D: hahaha asik tuh~ ngga harus lapor lagi kan sekarang~
A: wkwkwk apaan sih~ udah ngga ada wajib lapor~
D: baiklah~ jadi saya bisa bebas ngajakin dirimu keluar tanpa ada yg curiga sama saya~
A: wkwkwk ya ya ya~ udah lah ngga usah dibahas~ liat in awan tuh seru~
D: hahaha iya iya~

Nb: ceritanya ngga jelas ya? Maaf ya.. Bingung mau nulis apa lagi. Sorry for all.. Maaf juga kalau ada yg tersindir dari cerita ini. Ngga ada maksud buat nyindir..

Isakan seorang gadis

Sore ini aku masih berdiri di tempat ini. Angin yg berhembus pun setia menemaniku disini. Sore ini, suasana sangat sejuk dan membuatku masih terpaku disini. Dari ketinggian ini aku bisa melihat daerah sekitar dengan indah. Suasana sekolah saat sore hari selalu terlihat menyenangkan buatku. Semua orang terlihat sangat asik dengan kegiatannya. Dan seketika mataku tertuju ke seorang gadis yg berada di tengah lapangan, yg sedang bercanda gurau dengan temannya. Ya, dia terlihat sangat senang dengan canda tawa yg tergambar pada raut mukanya. Dia adalah seorang perempuan yg sungguh manis, baik dan terlihat selalu bahagia. Entah kenapa aku selalu senang melihatnya. Dia terlihat sangat teduh, tenang dan anggun. Ia juga selalu tersenyum dengan semua hal yg ia hadapi seakan semuanya baik baik saja, walaupun aku tau kehidupannya tak semudah itu. Dan aku ingat betul, hari sabtu kemarin ia menangis dibelakang sekolah, dan tak ada seorang pun disana selain dia. Ya, dia memang begitu. Saat dia menangis dia selalu bersembunyi dari keramaian, entah itu dikamar mandi, belakang sekolah atau mushola karna tempat itu lah yg sepi saat semua orang sibuk dengan masalah perut dan harus pergi ke kantin. Dan sudah beberapa kali aku menemukannya saat seperti itu, saat ditanya pun ia selalu berkata semua tak apa walaupun terkadang aku tau jelas apa alasan dia menangis. Saat itu aku pernah mendengar dia menangis karna nilainya turun dan terkadang aku mendengar dia menangis karena lelaki yg ia sebut sebagai pacarnya. Ya laki laki itu hampir selalu menjadi alasan kenapa ia menangis. Tapi saat di kelas, saat dia bersama lelaki itu aku selalu melihatnya tersenyum dan tertawa seakan tak pernah terjadi masalah apapun dengan hubungan mereka. Dan beberapa teman kami pun selalu menginginkan hubungan seperti itu, tenang, selalu senang, selalu bahagia, dan selalu menyayangi. Tapi kenapa dilain tempat aku selalu melihatnya dengan raut muka yg berbeda. Dia memiliki cukup banyak teman bahkan teman dekat, apakah tak ada satu pun yg ia anggap sebagai sahabat? Sampai ia menangis ditempat yg sepi ini. Aku selalu ingin tau tentangnya, dan selalu ingin tau apa yg terjadi padanya. Tapi, tak semudah itu mencari sebuah cerita tentangnya.aku harus mencari itu sendiri atau bahkan aku harus bisa benar benar membuatnya nyaman untuk bercerita denganku.
Dan sabtu kemarin, aku masih ingat betul bagaimana dia saat itu. Raut wajah itu sangat berbeda dari biasanya. Semuanua seakan hancur, seperti ada luka yang dalam bahkan terlihat seperti kehilangan suatu hal yg berharga. Tangisan itu, raut muka itu sangat berbeda dengan yg kulihat biasanya. Aku pun mencoba menghampirinya. Mencoba menanyakan apa yg sedang terjadi, tapi semua itu tak membuatnya membuka mulut melainkan sebuah tangis yg makin terisak. Aku yg duduk disampingnya makin dibuat bingung melihatnya yg tak pernah seperti itu, dan aku pun menenangkannya, walaupun butuh beberapa menit tapi akhirnya tangis itu berhenti, dan yg tersisa hanya isakan yg sedari tadi belum hilang dan sepasang mata sembab yg ada di depanku. Perlahan tapi pasti ia mengatur emosinya, mengatur nafasnya seakan akan ia akan meluapkan semua ceritanya yg akan membuatnya menangis lagi. Dan ya semua itu benar, ia mulai merubah posisinya menjadi menghadapku dan mulai membuka mulutnya untuk menceritakan semua yg terjadi padaku. Aku pun menyiapkan sepasang telinga ini untuk menjadi pendengar setianya. Ia pun menceritakan semuanya dengan penuh isakan dan air mata itu lansung mengalir di pipinya lagi. Dan aku pun akhirnya tau kenapa ia seperti ini, kenapa ia terlihat seperti orang yg sangat kecewa. Ya, aku bisa merasakan semuanya yg ia rasakan dari cerita dan isakan tangis itu. Seseorang perempuan yg sungguh menyayangi seseorang lelaki yg sudah beberapa bulan terakhir menjadi pacarnya tapi semua itu berakhir disini. Semua berakhir, dengan alasan yg menurutku sendiri tak masuk akal. Lelaki itu memutuskan hubungan karena hal yg menurutku tak pantas untuk menjadi alasannya. Yang kulihat mereka sama sama menyayangi, mereka sama sama tak ingin kehilangan, tapi kenapa lelaki itu mengakhiri semuanya? Mengakhiri semua hal manis itu?

Dari: perempuan yg hanya bisa menutup mulutnya
Untuk: lelaki yg mengakhiri hubungan dengannya

Selasa, 07 Juni 2016

Kau bukanlah bintang

Dari sini dia menatapmu. Dari tempat ini dia melihatmu. Dan dari bawah sini dia memperhatikanmu. Angin malam pun turut menemani malam panjang ini. Entah sudah berapa lama dia memperhatikanmu. Entah seberapa lama dia selalu berdiri disini untuk terus menunggumu datang. Entah sejauh apa dia berjalan untuk terus kearahmu, tanpa pernah memperdulikan bahwa dia telah terjatuh beribu kali demi melihatmu diatas sana. Entah seberapa banyak luka yg didapat. Entah apa yg selalu dia pikirkan tentangmu. Kau bukan lah bintang yg selalu diatas. Kau bukan lah bintang yg selalu dipuja. Kau bukanlah bintang yg selalu menerangi saat kegelapan. Tapi entah kenapa dia selalu memperlakukanmu seolah kau adalah bintang, bahkan bintang yg sangat terang. Dia selalu memujimu, dia selalu terpesona oleh silaumu, dia selalu terpukau dengan semua yg kau lakukan, kenapa selalu seperti itu? Padahal kau bukanlah seperti yg kupikirkan. Kau hanyalah orang yg sedang asik oleh pujian beberapa orang hingga kau lupa kau bukanlah bintang. Bahkan jika kau memang bintang kau tak sebagus itu. Kau hanyalah sebercak cahaya yg ada saat malam hari dan tak lebih dari itu. Bahkan kau lupa ada cahaya yg lebih indah dibanding kau. Kau terlalu asik dengan semua pujian itu hingga kau lupa kalau ada matahari yg lebih indah, hingga kau lupa siapa dirimu sebenarnya, hingga kau lupa saat ada matahari bintang tak lagi terlihat. Kau melupakan itu. Kau melupakan semua itu. Kau terlalu asik dengan semua pujianmu. Bahkan kau melupakan seseorang yg telah menemanimu menjadi seperti ini. Kau melupakan semuanya. Kau melupakan bahwa dialah yg menemanimu saat kau hancur, dia lah yg ada saat kau butuh semangat, dialah yg ada saat kau benar benar terpuruk, dialah yg ada untuk menopang tubuhmu saat kau mulai terjatuh, dia lah yg setia menunggumu hingga kau selesai mengerjakan semua tugasmu, dialah yg selalu mendengar keluh kesahmu, dialah yg selalu terkena emosimu saat kau gagal, dan dialah orang yg setia menemani mu dari bawah hingga di titik ini. Tapi, saat kau sudah diatas, kau melupakan segalanya. Kau melupakan dia yg telah berjuang susah payah denganmu. Bahkan mungkin kau sudah lupa dengan cita cita dan tujuanmu bersamanya. Kau sudah terlalu asik diatas hingga kau lupa dengannya yg telah menemanimu dibawah. Bahkan sekarang kau sekarang sudah seperti orang yg tak mengenalnya lagi. Seakan dirimu sudah sangat jauh diatasnya. Tapi dari sini dia tetap memperhatikanmu diantara ribuan orang, dia selalu mendukungmu, dan dia selalu berharap bintang itu akan selalu jadi miliknya. Dia selalu berharap kau akan selalu bahagia diatas sana. Tapi kenapa kau tak pernah menganggapnya sekarang? Kenapa seakan ada batasan diantara kalian? Dan kenapa kau memperlakukannya sepeti itu?

Dari : salah satu orang yg selalu memperhatikanmu didalam keramaian
Untuk : kau yg selalu berhasil menarik perhatiannya

Minggu, 05 Juni 2016

Perkenalan yg mengesankan

Suasana siang ini tampak mendung. Matahari tampak ragu ragu memunculkan sinarnya. Awan kelabu pun jadi pusat perhatianku yg sedang menghiasi langit siang ini. Angin pun sesekali tertiup sangat keras. Ya, bulan ini memang bulan pacaroba. Tiba-tiba panas, tiba-tiba itu pula hujan, dan aku pun tak pernah tau apa yg akan terjadi sedetik kemudian. Siang ini kusiapkan semua peralatanku. Beberapa barang pun sudah masuk dalam tas yg akan kubawa ini. Seketika teman ku pun datang untuk menjemputku, dan tak berpikir lama kita pun berangkat. Perjalan kita memang cukup jauh, apalagi hanya menggunakan sepeda motor. Angin yg berhembus pun membuat mataku sayu sayu dan akhirnya tertidur. Dan entah kenapa saat mata ini terbuka ternyata sudah samapi ditempat yg kutuju. Aku pun bersiap siap untuk melakukan gladi risik untuk penampilan sore nanti. Beberapa pengisi acara pun turut melakukannya. Setelah semua selesai, kita pun menyiapkan diri untuk tampil. Mulai dari make up, rambut, costume pun sudah harus dipersiapkan. Polesan polesan makeup pun mulai terbentuk diwajahku. Hingga akhirnya menjadi muka yg tampak sempurna seperti boneka. Ahh sial kenapa saat di make up olehnya muka ini tampak seperti boneka yg sungguh imut. Bahkan aku tak menyadari bahwa wajahku bisa berubah sepeti ini. Hingga tampilan demi tampilan pun telah selesai demikian juga denganku. Acara pertama pun sukses membuat beberapa mata tertuju padaku, dan sekarang aku harus menunggu acara ke dua yg dilakukan nanti malam. Sambil menunggu, aku pun menghabiskan waktu untuk membeli makanan untuk mengganjal perut yg sudah berdemo sedari tadi. Kubiarkan diriku bersantai tanpa adanya peraturan pengisi acara. Hingga akhirnya aku harus bersiap siap untuk kembali tampil. Ya, penampilan kedua kali ini sukses membuat beberapa orang terpanah, bahkan beberapa orang rela melihat hingga aku selesai tampil, termasuk pula kau. Entah sejak kapan, aku tersadar bahwa kau berada tepat didepanku. Kau melihatku, dan tersenyum. Setengah lingkaran yg tergambar diwajahmu pun sukses membuat diriku terkesan. Sang mc pun masuk ke atas panggung. Beberapa games kita mainkan dengan aku sebagai salah satu lawannya. Dan kau pun mengajukan diri untuk ikut dalam games kali ini. Entah apa aku menyebutnya, entah ini kebetulan atau apa, kau berpasangan denganku dalam games ini, dan kita memainkan games yg bernama panco mata. Ah sial itu permainan yg paling aku benci, tapi dalam kocokan itu kau mendapatkannya. Permainan pun dimulai, kita saling menatap mata satu sama lain tanpa boleh berkedip. Dan entah kenapa aku terpaku oleh wajah itu, wajah yg terlukis setengah lingkaran dibibirnya, hingga akhirnya aku lah yg berkedip dan kau jadi juaranya. Permainan ini sukses membuat kita jatuh dalam pesona kita masing masing. Dan setelah acara berakhir, kau pun tiba tiba datang menemuiku. Aku tak tau apa yg kau fikirkan tentangku, kita pun memilih tempat untuk saling bercerita dan berkenalan yg tak seberapa jauh dari backstage ku. Perkenalan malam ini sukses membuat pikiran ku terngiang oleh namamu. Dan beberapa fotomu bersamamu pun sudah tersimpan di memori handphoneku. Malam ini aku sukses dibuat kagum oleh nya, oleh pemilik senyuman itu. Dan aku harap kita akan bertemu lagi dilain waktu. Terimakasih atas perkenalan yg singkat itu.

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez