Keesokan
harinya^^
Karena
hari ini hari Minggu, jadi sekolah libur. Pagi ini pun aku memutuskan untuk
berkeliling kesekitar kompleks menggunakan sepeda pancal, hitung hitung sambil
menghafal jalan sekitar rumah. Karna merasa dehidrasi, aku pun lansung pergi
kesalah satu minimarket disekitar kompleks untuk membeli minuman. Dan tak ku
sangka, aku pun bertemu denganya lagi.
“Hai”
sapaku dengan senyuman manis.
Dia
pun hanya membalas dengan senyuman manis.
“Kamu
lagi ngapain disini?” tanyakku memulai pembicaraan.
“Nih,
aku lagi mau beli minuman” ucapnya singkat sambil menuju kekasir.
“Oh
sama dong” jawabku sambil ngikut kekasir.
“Rumah
kamu daerah sini juga?” tanyakku lagi.
“Iya”
jawabnya.
“Hm..
Dimana?” ucapku.
“Di
blok S-12” ucapnya singkat.
“S?
Rumah saudaraku juga disana” kita pun selesai membayar. “Jadi kita bertatangga
dong?” ucapku lagi.
“Iyakah?
Emangnya rumah kamu dimana?” Tanya lelaki ini.
“Aku
blok S-15” ucapku sambil berjalan menuju sepeda mengikutinya.
“Terus
setelah ini kamu mau kemana?” ucapnya.
“Mau
pulang” jawabku lagi sambil meminum minuman yang telahku beli.
“Kalau
gitu, barengan aja” ucapnya mengajakku dengan senyuman manisnya.
“Boleh”
ucapku membalas senyumannya.
Sambil
bersepeda menuju rumah kita pun berkenalan.
“Oh
iya, kita belum kenalan. Namaku Luna. Kamu siapa?” tanyakku pura-pura tak tau.
“Aku
Adrian” jawabnya singkat. “Oh iya salam kenal ya Lun” ucapnya sambil tersenyum
kearahku.
“Iya,
salam kenal” ucapku dan tak terasa sudah sampai di rumah.
“Aku
lansung pulang ya Ian” ucapku sambil kearah rumahku.
“Iya
sampai bertemu besok ya” jawabnya.
“Iya”
jawabku sambil tersenyum manis.
Aku
pun lansung masuk kedalam rumah, dan ternyata rumah sudah kosong. “Ini Kak
Sanvik pada kemana sih, kan aku laper” gumamku dalam hati. Aku pun pergi
menelusuri dapur yang ternyata ada note dari Kak Sanvik yang isinya
“Kalau
mau makan, di meja makan udah ada bubur ayam. Selamat makan ya^^”.
“Hihi
baik juga ini kakakku, ternyata udah disiapin sarapan” ucapku sambil mengambil
bubur ayam dimeja makan. Dan karna aku lagi laper berat, jadi aku pun lansung
menyantapnya.
Setelah
makan aku pun lansung menuju kamar, yang berada dilantai atas. “Enaknya ini
ngapain ya?” ucapku bingung. Aku pun lansung membuka laptop kesayanganku dan
mengerjakan tugas yang ternyata sudah menumpuk. Dan tak terasa sudah malam, karna
terlalu serius dikamar mengerjakan tugas aku pun tak sadar bahwa kak Sanvik
sudah datang dari tadi. Aku pun lansung turun kebawah untuk mandi karna sudah
dari pagi belum mandi (hihi jorok ya). Setelah mandi aku bertemu kak sanvik
yang sedang menonton TV.
“Hai
kak” ucapku mendekatinya.
“Hei,
baru mandi ya kamu?” tanyanya.
“Hihi
iya nih” jawabku sambil tertawa.
“Dasar
adek kakak jorok” ucapnya sambil tertawa “Oh iya, kamu udah makan belum?”
tanyanya.
“Belum
nih kak, aku aja baru selesai nugas” ucapku memelas.
“Kamu
itu dasar” ucapnya mengacak acak rambutku “Tuh kakak ada makanan, makan sana”
ucapnya lagi.
“Kakak
baik deh, ngerti aja kalau aku lagi laper” ucapku sambil memuji muji.
“Iya
dong” “Ya udah makan sana” ucapnya.
“Kakak
udah makan?” tanyakku.
“Sudah
dari tadi, lihat tuh ini udah jam berapa” jawabnya sambil menunjuk kearah jam
dinding yang ternyata sudah jam setengah 9 malam.
“Hah
sudah jam setengah 9? Kok nggak terasa ya? Ya udah deh aku makan dulu ya kak”
ucapku sambil menuju meja makan.
“Kamu
sih dikamar terus, ya udah sana makan” ucapnya.
Aku
pun lansung mengambil makanan yang ternyata sudah tersedia di meja makan. Dan
setelah makan aku pun lansung menuju kamar dan berpamitan untuk tidur.
Keesokan
harinya^^
Kringgg…
Alarmku berbunyi, aku pun segera mematikannya. Dengan mata yang masih setengah
terbuka aku pun menuju kamar mandi. “Hari senin ya? Upacara? Duh malesnyaa”
ucapku dikamar mandi. Setelah mandi aku pun melihat note dimeja makan
“Morning^^ Kalau mau sarapan, itu ada nasi goreng. Kakak ada urusan kamu
berangkat sendiri ya” tulisnya. “Berangkat sendiri? Mana ada taxi pagi pagi
gini? Huft dasar kakak” gumamku ngomel ngomel sendiri sambil menganmbil
sarapan. Aku pun segera memakan sarapanku, dan bersiap siap untuk berangkat
sekolah. Aku pun keluar rumah dan melihat jam yang ada ditanganku “Kok sudah
jam segini? Telat ngga ya? Ah nyebelin
deh hari ini” ucapku sendiri sambil jalan menuju luar kompleks untuk mencari
taxi. Saat aku mau jalan tiba-tiba ada suara orang yang memanggil namaku “Lun”
ucapnya.
Aku
pun lansung menoleh kebelakang dan ternyata itu Adrian “Hai” ucapku.
“Mau
berangkat sekolah?” tanyanya.
“Iya
nih, ini lagi mau kedepan cari taxi” ucapku.
“Bareng
aku aja” ucapnya menawarkan.
“Iya
deh, tapi helmnya gimana?” tanyaku.
“Nih,
aku bawa” ucapnya sambil memberikan helm.
“Okey,
aku bareng ya Ian” ucapku tersenyum manis sambil mengambil helm yang ada
ditangannya.
Kami
pun berangkat kesekolah berdua. Dan ternyata jam pelajaran pun sudah dimulai.
Kita berdua telat dateng kesekolah, jadinya aku dihukum lari muterin lapangan,
sedangkan Adrian jalan jongkok muterin lapangan. “Huft, hari ini aku sial
banget ya?” gumamku dalam hati.
Ingin tau kelanjutannya?
Apa Luna dengan Adrian makin deket? Atau malah sama Kevin?
Tunggu post berikutnya ya readers^^
Jangan
asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau
mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
LUCI
♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar