Rabu, 21 Januari 2015

Hari-Hari Luna #Part3

Keesokan harinya^^

Karena hari ini hari Minggu, jadi sekolah libur. Pagi ini pun aku memutuskan untuk berkeliling kesekitar kompleks menggunakan sepeda pancal, hitung hitung sambil menghafal jalan sekitar rumah. Karna merasa dehidrasi, aku pun lansung pergi kesalah satu minimarket disekitar kompleks untuk membeli minuman. Dan tak ku sangka,  aku pun bertemu denganya lagi.
“Hai” sapaku dengan senyuman manis.
Dia pun hanya membalas dengan senyuman manis.
“Kamu lagi ngapain disini?” tanyakku memulai pembicaraan.
“Nih, aku lagi mau beli minuman” ucapnya singkat sambil menuju kekasir.
“Oh sama dong” jawabku sambil ngikut kekasir.
“Rumah kamu daerah sini juga?” tanyakku lagi.
“Iya” jawabnya.
“Hm.. Dimana?”  ucapku.
“Di blok S-12” ucapnya singkat.
“S? Rumah saudaraku juga disana” kita pun selesai membayar. “Jadi kita bertatangga dong?” ucapku lagi.
“Iyakah? Emangnya rumah kamu dimana?” Tanya lelaki ini.
“Aku blok S-15” ucapku sambil berjalan menuju sepeda mengikutinya.
“Terus setelah ini kamu mau kemana?” ucapnya.
“Mau pulang” jawabku lagi sambil meminum minuman yang telahku beli.
“Kalau gitu, barengan aja” ucapnya mengajakku dengan senyuman manisnya.
“Boleh” ucapku membalas senyumannya.
Sambil bersepeda menuju rumah kita pun berkenalan.
“Oh iya, kita belum kenalan. Namaku Luna. Kamu siapa?” tanyakku pura-pura tak tau.
“Aku Adrian” jawabnya singkat. “Oh iya salam kenal ya Lun” ucapnya sambil tersenyum kearahku.
“Iya, salam kenal” ucapku dan tak terasa sudah sampai di rumah.
“Aku lansung pulang ya Ian” ucapku sambil kearah rumahku.
“Iya sampai bertemu besok ya” jawabnya.
“Iya” jawabku sambil tersenyum manis.
Aku pun lansung masuk kedalam rumah, dan ternyata rumah sudah kosong. “Ini Kak Sanvik pada kemana sih, kan aku laper” gumamku dalam hati. Aku pun pergi menelusuri dapur yang ternyata ada note dari Kak Sanvik yang isinya
“Kalau mau makan, di meja makan udah ada bubur ayam. Selamat makan ya^^”.
“Hihi baik juga ini kakakku, ternyata udah disiapin sarapan” ucapku sambil mengambil bubur ayam dimeja makan. Dan karna aku lagi laper berat, jadi aku pun lansung menyantapnya.
Setelah makan aku pun lansung menuju kamar, yang berada dilantai atas. “Enaknya ini ngapain ya?” ucapku bingung. Aku pun lansung membuka laptop kesayanganku dan mengerjakan tugas yang ternyata sudah menumpuk. Dan tak terasa sudah malam, karna terlalu serius dikamar mengerjakan tugas aku pun tak sadar bahwa kak Sanvik sudah datang dari tadi. Aku pun lansung turun kebawah untuk mandi karna sudah dari pagi belum mandi (hihi jorok ya). Setelah mandi aku bertemu kak sanvik yang sedang menonton TV.
“Hai kak” ucapku mendekatinya.
“Hei, baru mandi ya kamu?” tanyanya.
“Hihi iya nih” jawabku sambil tertawa.
“Dasar adek kakak jorok” ucapnya sambil tertawa “Oh iya, kamu udah makan belum?” tanyanya.
“Belum nih kak, aku aja baru selesai nugas” ucapku memelas.
“Kamu itu dasar” ucapnya mengacak acak rambutku “Tuh kakak ada makanan, makan sana” ucapnya lagi.
“Kakak baik deh, ngerti aja kalau aku lagi laper” ucapku sambil memuji muji.
“Iya dong” “Ya udah makan sana” ucapnya.
“Kakak udah makan?” tanyakku.
“Sudah dari tadi, lihat tuh ini udah jam berapa” jawabnya sambil menunjuk kearah jam dinding yang ternyata sudah jam setengah 9 malam.
“Hah sudah jam setengah 9? Kok nggak terasa ya? Ya udah deh aku makan dulu ya kak” ucapku sambil menuju meja makan.
“Kamu sih dikamar terus, ya udah sana makan” ucapnya.
Aku pun lansung mengambil makanan yang ternyata sudah tersedia di meja makan. Dan setelah makan aku pun lansung menuju kamar dan berpamitan untuk tidur.

Keesokan harinya^^
Kringgg… Alarmku berbunyi, aku pun segera mematikannya. Dengan mata yang masih setengah terbuka aku pun menuju kamar mandi. “Hari senin ya? Upacara? Duh malesnyaa” ucapku dikamar mandi. Setelah mandi aku pun melihat note dimeja makan “Morning^^ Kalau mau sarapan, itu ada nasi goreng. Kakak ada urusan kamu berangkat sendiri ya” tulisnya. “Berangkat sendiri? Mana ada taxi pagi pagi gini? Huft dasar kakak” gumamku ngomel ngomel sendiri sambil menganmbil sarapan. Aku pun segera memakan sarapanku, dan bersiap siap untuk berangkat sekolah. Aku pun keluar rumah dan melihat jam yang ada ditanganku “Kok sudah jam segini? Telat ngga  ya? Ah nyebelin deh hari ini” ucapku sendiri sambil jalan menuju luar kompleks untuk mencari taxi. Saat aku mau jalan tiba-tiba ada suara orang yang memanggil namaku “Lun” ucapnya.
Aku pun lansung menoleh kebelakang dan ternyata itu Adrian “Hai” ucapku.
“Mau berangkat sekolah?” tanyanya.
“Iya nih, ini lagi mau kedepan cari taxi” ucapku.
“Bareng aku aja” ucapnya menawarkan.
“Iya deh, tapi helmnya gimana?” tanyaku.
“Nih, aku bawa” ucapnya sambil memberikan helm.
“Okey, aku bareng ya Ian” ucapku tersenyum manis sambil mengambil helm yang ada ditangannya.

Kami pun berangkat kesekolah berdua. Dan ternyata jam pelajaran pun sudah dimulai. Kita berdua telat dateng kesekolah, jadinya aku dihukum lari muterin lapangan, sedangkan Adrian jalan jongkok muterin lapangan. “Huft, hari ini aku sial banget ya?” gumamku dalam hati.

Ingin tau kelanjutannya?
Apa Luna dengan Adrian makin deket? Atau malah sama Kevin?
Tunggu post berikutnya ya readers^^

Jangan asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^

LUCI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez