Selasa, 20 Januari 2015

Hari-Hari Luna #Part2

Lanjutan part1


Sesampainya dirumah, lelaki itu berteduh sebentar dirumahku. Kulihat seragamnya basah, aku pun lansung membawakannya handuk, dan pakaian ganti.
“Nih, handuk sama pakaian, kamu ganti dulu sana nanti masuk angin lagi” ucapku.
Ia pun lansung bergegas ganti baju. Setelah ia mengganti pakaian, ia pun duduk di ruang tamu sambil menunggu hujan berhenti. Aku datang membawakan teh hangat untuknya.
“Hei, makasih ya udah mau nganterin aku sampai kehujanan kaya gini” ucapku tak enak.
“Iya nggak papa kok. Lagian kita kan sekelas, sapa tau kita bisa belajar bareng” ucapnya.
“Sekelas? Oh iya sih” jawabku bingung.
“Iya. Kamu belum tau siapa aku?” tanyanya kebingungan.
“Sebenernya belum” jawabku menunduk.
“Terus tadi kenapa kamu mau aku ajak pulang?” jawabnya makin bingung.
“Iya.. Karna tadi aku lihat kamu kaya anak baik baik dan aku kaya pernah tau muka kamu, walaupun aku nggak kenal jadi aku mau aja” ucapku sambil berfikir.
“Oh.. Untung kamu nggak salah orang. Kalau yang ngajak pulang bareng orang lain terus diculik gimana?” guyonnya.
“Kenalin aku Kevin. Aku duduk sama Eryan. Dua bangku dari tempat dudukmu”  lanjut laki itu.
“Hehe iya juga sih. Oh iya Vin, thanks ya” Ucapku tersenyum malu.
“Hehe iya Lun sama sama” ucapnya dengan tersenyum manis.
Sambil menunggu hujan reda,aku dan Kevin bercerita. Bercerita banyak hal, ia menceritakan tentang sekolah, teman sekelas, isu-isu yang ada, dan lain lain. Dan tak terasa ternyata hujan telah berhenti. Karna sudah malam, ia pun lansung ijin untuk pulang.

Keesokan harinya^^
Aku pun segera bergegas untuk berangkat sekolah. Seperti hari kemarin, aku berangkat sekolah bersama saudaraku karna aku belum hafal jalan kesekolah dan aku tak bisa mengendarai motor. Hari ini aku berangkat lebih awal, karna saudaraku ada urusan penting. Saat disekolah aku sudah melihat Kevin yang duduk dibangkunya sambil menggunakan headsed. “Ternyata dia rajin juga jam segini udah disekolah, yang lain aja belum pada dateng” ucapku dalam hati. Ia pun melihat kearahku dan tersenyum manis, aku pun membalas senyuman itu. Setelah menaruh tas aku pun duduk diluar kelas. Satu persatu anak pun mulai berdatangan, termasuk Chyntia. “Tapi kenapa aku tak melihat Adrian? Apa dia telat lagi?” fikirku dalam hati. Tiba-tiba Chyntia menghamipiriku “Kamu lagi nunggu sapa Lun?” tanyanya.
“Nggak lagi nunggu sapa sapa kok” jawabku.
“Oh.. Eh tumben Adrian nggak dateng telat” ucapnya sambil melihat lelaki yang sedang berlari kecil menuju kelas sebelah.
“Emang dia mesti telat ya?” tanyakku makin penasaran.
“Iya lumayan sering sih. Tapi dia murid yang berprestasi lo” jawabnya.
“Keren dong. Tapi kok nggak disiplin ya?” jawabku aneh.
“Iya keren, tapi orangnya dingin banget” gumamnya.
“Oalah” jawabku. “Emang iya sih kelihatannya dia misterius banget” ucapku dalam hati.
Bel tanda masuk pun berbunyi. Aku dan Chyntia lansung menuju ke kelas. Pelajaran pertama yaitu Matematika. Aku selalu antusias dalam pelajaran ini, saat disekolah dulu. Dan semoga guru di sekolah ini nggak membuatku bosan. Satu, dua, tiga jam pelajaran pun berlalu ternyata gurunya sama aja asiknya menurutku.
Bel istirahat pun berbunyi, yang menandakan waktunya istirahat. Kali ini aku ke kantin sendirian karna Chyntia lagi mau nyelesaikan tugas. Aku pun segera memesan makanan. Saat aku melihat menu dikantin tiba-tiba ada yang membisikanku “Mie Ayam aja” ucapnya. Aku pun menoleh kebelakang, dan ternyata itu Kevin. “Hei ngapain kamu?” tanyakku bingung.
“Abisnya kamu kelamaan milih, jadi aku bisikin aja” jawabnya.
“Bu pesen mie ayam satu ya” ucapku pada ibu penjual di kantin.
“Udah selesaikan pesennya, silahkan pesen” ucapku mengejek.
“Haha iya iya” jawabnya “Bu mie ayam juga ya” ucapnya ke ibu kantin.
“Ish kamu ikut ikut pesennya” ejekku sambil menunggu mie ayam.
“Biar deh” ejek dia balik.
Mie ayam ku pun sudah jadi, aku lansung pamit dan mencari meja untuk makan “Vin aku duluan ya” ucapku. 
"Iya silahkan" jawabnya usil.
Aku melihat ke arah tempat duduk dan ternyata semuanya penuh, tapi ternyata diujung kantin ada tempat kosong, walaupun ada satu lelaki yang sedang duduk sambil membaca buku disana. “Mungkin aku bisa ijin duduk disitu” fikirku.
“Misi? Aku boleh makan disini nggak?” tanyakku sopan.
“Iya silahkan” jawabnya dengan muka yang tertutup buku.
“Makasih” jawabku sambil melihat muka yang sebenarnya tak kelihatan. Karna aku lagi lapar, jadi aku lansung makan mie ayamku tanpa memperdulikannya. Sambil makan aku tetap memperhatikan sosok orang disebelahku ini.
“Kenapa nggak baca diperpus aja?” tanyakku mencoba memulai pembicaraan.
“Perpusnya lagi dipakai buat naruh buku yang baru datang” jawabnya tanpa menurunkan  buku yang ia baca.
“Oh.. Nggak makan?” tanyakku lagi
“Lagi nggak laper” jawabnya singkat, dan perlahan buku yang tadi menutupi mukanya sekarang sudah tidak menutupi mukanya lagi.
“Kamu? Kamu bukannya orang yang pas itu nabrak aku di bandara?” ucapku spontan yang ternyata itu Adrian.
“Kamu orang yang aku tabrak ya? Sory ya waktu itu aku buru-buru” ucapnya tak enak.
“Oh iya nggak papa sih” ucapku “Emang kemaren kenapa sampai tergesa-gesa kaya gitu?” tanyakku lagi.
“Barang bokap ku ketinggalan, jadi aku berusaha buat ngejar” ucapnya menjelaskan.
“Oalah” jawabku sambil memakan mie ayamku.
Tiba-tiba ia berdiri sambil tersenyum dan berkata “Semoga kita bertemu lagi ya” ucapnya.
“Hm.. Iya” ucapku sambil tersenyum.
Setelah mie ayamku habis, aku pun bergegas masuk kedalam kelas.
Saat pualng pun tiba. Sama seperti kemarin aku menunggu taxi. Dan untungnya tak selama kemarin.


Ingin tau kelanjutan ceritanya?
Apa mereka bertemu lagi? dimana? dan karna apa?
Tunggu kelanjutannya ya readers^^

Jangan asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^

LUCI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez