Lanjutan part1
Sesampainya
dirumah, lelaki itu berteduh sebentar dirumahku. Kulihat seragamnya basah, aku pun lansung membawakannya handuk, dan pakaian ganti.
“Nih, handuk sama
pakaian, kamu ganti dulu sana nanti masuk angin lagi” ucapku.
Ia pun lansung
bergegas ganti baju. Setelah ia mengganti pakaian, ia pun duduk di ruang tamu
sambil menunggu hujan berhenti. Aku datang membawakan teh hangat untuknya.
“Hei, makasih ya
udah mau nganterin aku sampai kehujanan kaya gini” ucapku tak enak.
“Iya nggak papa
kok. Lagian kita kan sekelas, sapa tau kita bisa belajar bareng”
ucapnya.
“Sekelas? Oh iya
sih” jawabku bingung.
“Iya. Kamu belum
tau siapa aku?” tanyanya kebingungan.
“Sebenernya belum”
jawabku menunduk.
“Terus tadi kenapa
kamu mau aku ajak pulang?” jawabnya makin bingung.
“Iya.. Karna tadi
aku lihat kamu kaya anak baik baik dan aku kaya pernah tau muka kamu, walaupun
aku nggak kenal jadi aku mau aja” ucapku sambil berfikir.
“Oh.. Untung kamu
nggak salah orang. Kalau yang ngajak pulang bareng orang lain terus diculik
gimana?” guyonnya.
“Kenalin aku
Kevin. Aku duduk sama Eryan. Dua bangku dari tempat dudukmu” lanjut laki itu.
“Hehe iya juga
sih. Oh iya Vin, thanks ya” Ucapku tersenyum malu.
“Hehe iya Lun sama
sama” ucapnya dengan tersenyum manis.
Sambil menunggu
hujan reda,aku dan Kevin bercerita. Bercerita banyak hal, ia menceritakan
tentang sekolah, teman sekelas, isu-isu yang ada, dan lain lain. Dan tak
terasa ternyata hujan telah berhenti. Karna sudah malam, ia pun lansung ijin
untuk pulang.
Keesokan harinya^^
Aku pun segera
bergegas untuk berangkat sekolah. Seperti hari kemarin, aku berangkat sekolah
bersama saudaraku karna aku belum hafal jalan kesekolah dan aku tak bisa mengendarai motor.
Hari ini aku berangkat lebih awal, karna saudaraku ada urusan penting.
Saat disekolah aku sudah melihat Kevin yang duduk dibangkunya sambil
menggunakan headsed. “Ternyata dia rajin juga jam segini udah disekolah, yang
lain aja belum pada dateng” ucapku dalam hati. Ia pun melihat kearahku dan
tersenyum manis, aku pun membalas senyuman itu. Setelah menaruh tas aku pun duduk diluar kelas.
Satu persatu anak pun mulai berdatangan, termasuk Chyntia. “Tapi kenapa aku tak
melihat Adrian? Apa dia telat lagi?” fikirku dalam hati. Tiba-tiba Chyntia
menghamipiriku “Kamu lagi nunggu sapa Lun?” tanyanya.
“Nggak lagi nunggu
sapa sapa kok” jawabku.
“Oh.. Eh tumben
Adrian nggak dateng telat” ucapnya sambil melihat lelaki yang sedang berlari
kecil menuju kelas sebelah.
“Emang dia mesti
telat ya?” tanyakku makin penasaran.
“Iya lumayan
sering sih. Tapi dia murid yang berprestasi lo” jawabnya.
“Keren dong. Tapi
kok nggak disiplin ya?” jawabku aneh.
“Iya keren, tapi
orangnya dingin banget” gumamnya.
“Oalah” jawabku.
“Emang iya sih kelihatannya dia misterius banget” ucapku dalam hati.
Bel tanda masuk
pun berbunyi. Aku dan Chyntia lansung menuju ke kelas. Pelajaran pertama yaitu
Matematika. Aku selalu antusias dalam pelajaran ini, saat disekolah dulu. Dan
semoga guru di sekolah ini nggak membuatku bosan. Satu, dua, tiga jam pelajaran
pun berlalu ternyata gurunya sama aja asiknya menurutku.
Bel istirahat
pun berbunyi, yang menandakan waktunya istirahat. Kali ini aku ke kantin
sendirian karna Chyntia lagi mau nyelesaikan tugas. Aku pun segera memesan
makanan. Saat aku melihat menu dikantin tiba-tiba ada yang membisikanku “Mie
Ayam aja” ucapnya. Aku pun menoleh kebelakang, dan ternyata itu Kevin. “Hei
ngapain kamu?” tanyakku bingung.
“Abisnya kamu
kelamaan milih, jadi aku bisikin aja” jawabnya.
“Bu pesen mie ayam
satu ya” ucapku pada ibu penjual di kantin.
“Udah selesaikan
pesennya, silahkan pesen” ucapku mengejek.
“Haha iya iya”
jawabnya “Bu mie ayam juga ya” ucapnya ke ibu kantin.
“Ish kamu ikut
ikut pesennya” ejekku sambil menunggu mie ayam.
“Biar deh” ejek
dia balik.
Mie ayam ku pun
sudah jadi, aku lansung pamit dan mencari meja untuk makan “Vin aku duluan ya”
ucapku.
"Iya silahkan" jawabnya usil.
Aku
melihat ke arah tempat duduk dan ternyata semuanya penuh, tapi ternyata diujung
kantin ada tempat kosong, walaupun ada satu lelaki yang sedang duduk sambil
membaca buku disana. “Mungkin aku bisa ijin duduk disitu” fikirku.
“Misi?
Aku boleh makan disini nggak?” tanyakku sopan.
“Iya
silahkan” jawabnya dengan muka yang tertutup buku.
“Makasih”
jawabku sambil melihat muka yang sebenarnya tak kelihatan. Karna aku lagi
lapar, jadi aku lansung makan mie ayamku tanpa memperdulikannya. Sambil makan
aku tetap memperhatikan sosok orang disebelahku ini.
“Kenapa
nggak baca diperpus aja?” tanyakku mencoba memulai pembicaraan.
“Perpusnya
lagi dipakai buat naruh buku yang baru datang” jawabnya tanpa menurunkan buku yang ia baca.
“Oh..
Nggak makan?” tanyakku lagi
“Lagi
nggak laper” jawabnya singkat, dan perlahan buku yang tadi menutupi mukanya sekarang sudah tidak menutupi mukanya lagi.
“Kamu?
Kamu bukannya orang yang pas itu nabrak aku di bandara?” ucapku spontan yang ternyata itu Adrian.
“Kamu
orang yang aku tabrak ya? Sory ya waktu itu aku buru-buru” ucapnya tak enak.
“Oh
iya nggak papa sih” ucapku “Emang kemaren kenapa sampai tergesa-gesa kaya
gitu?” tanyakku lagi.
“Barang
bokap ku ketinggalan, jadi aku berusaha buat ngejar” ucapnya menjelaskan.
“Oalah”
jawabku sambil memakan mie ayamku.
Tiba-tiba
ia berdiri sambil tersenyum dan berkata “Semoga kita bertemu lagi ya” ucapnya.
“Hm..
Iya” ucapku sambil tersenyum.
Setelah
mie ayamku habis, aku pun bergegas masuk kedalam kelas.
Saat
pualng pun tiba. Sama seperti kemarin aku menunggu taxi. Dan untungnya tak
selama kemarin.
Ingin
tau kelanjutan ceritanya?
Apa mereka bertemu lagi? dimana? dan karna apa?
Tunggu
kelanjutannya ya readers^^
Jangan
asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau
mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
LUCI
♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar