Selasa, 20 Januari 2015

Miss Beautiful Singer


Semenjak aku masuk kuliah, duniaku berubah, hidupku berubah, kisah dan kebiasaanku juga mulai berubah. Kenalin aku Arya. Aku mahasiswa di salah satu unversitas di Jakarta tepatnya di Unviversitas Indonesia (UI). Disini aku tinggal sendiri tepatnya di salah satu apartemen milik ayahku, karna letaknya tak jauh dari tempat kuliahku. Sedangkan kedua orang tuaku tinggal di Bandung.
Waktu itu kuliahku sudah libur, bisa dibilang libur semester. Jadi untuk mengisi waktu liburku, aku pergi ke Bandung rumah orang tuaku. Tapi saat itu aku hanya pergi selama satu minggu. Pagi hari sambil mendengarkan musik kesukaanku aku pergi ke stasiun, dan untung saja kereta belum berangkat. Karena aku datang terlalu mepet, jadi aku tak perlu menunggu terlalu lama. Kereta pun mulai berjalan, diperjalanan aku melihat kearah jendela sambil berangan angan akan tampil disuatu tempat dengan kemampuan gitarku sendiri walaupun masih setengah setengah.
Malam harinya, aku pergi ke sebuah café di Bandung untuk bersenang senang. Sesampainya disana aku pun lansung memesan minuman dan makanan. Sambil menunggu pesananku, aku melihat ke sekelilingku “Ternyata tempat ini asik juga ya” gumamku dalam hati sambil melihat dekorasi café yang classic. Tiba-tiba ada seseorang cewe yang naik keatas panggung, ia pun mulai bernyanyi sambil memainkan gitar yang dipegangnya. “Suaranya enak banget, pinter gitar lagi” gumamku. Orang-orang pun bersorak “Aurel~Aurel~Aurel~”, dalam hati aku berkata “Apa mungkin aku bisa memiliknya?”.
Setelah aku mendengarkannya bernyanyi “All Of Me” dengan iringan gitar acoustic, tiba-tiba aku mendengar ada yang memanggilku.
 “Arya” teriaknya. Suara itu taka sing lagi buatku. Aku pun menoleh kearah asalnya suara itu dan ternyata ia adalah teman satu kampusku. Namanya Rafa dan kita pun mulai berbincang-bincang. Dan ternyata ia juga sedang berlibur di Bandung.
“Hei, liburan disini juga?” ucap Rafa.
“Hehe iya nih, ngomong-ngomong kamu sama?” ucapku melirik perempuan di meja yang tadi diduduki oleh Rafa.
“Oh, itu pacarku” ucapnya cengingisan.
“Gini nih, udah berapa lama?” tanyakku
“Udah dari SMA kali, 1 tahun lebih, bulan depan mau 2 tahun. Pacar kamu kemana nih?” ucap Rafa.
“Aku kan masih single” ucapku santai.
“Haha cari dong” sahut Rafa.
“Nggak ah, ada waktunya kali aku pacaran” jawabku biasa.
Setelah lama berbincang, akupun kembali pulang kerumah untuk istirahat.
Dan nggak terasa sudah satu minggu berjalan, aku pun bergegas untuk kembali ke Jakarta, sebelum ke Jakarta aku tak lupa berpamitan kepada orang tuaku.
Setelah sesampainya disetasiun kereta api, tiba-tiba aku melihat cewe yang pas itu nyanyi di café “Kenapa dia juga distasiun?” tanyakku dalam hati. Kereta pun mulai berjalan, Bandung-Jakarta.
Sesampainya aku di Jakarta, jam 9 pagi. Aku pun lansung kembali ke apartemenku dan membersihkan apartemenku yang telah seminggu tak berpenghuni. Dan mulai besok aku sudah memulai rutinitas seperti biasa.
Pagi harinya aku pun lansung menuju kekampus, karena hari ini aku ada mata kuliah pagi. Tiga jam pun berlalu, mata kuliahku hari ini telah selesai. Aku dan teman-temanku tak lansung pulang, kita nongkrong seperti biasa di kantin kampus. Dan tiba-tiba salah satu temanku bilang bahwa group band kampus yang bernama “STAR” kekurangan guitarist, aku pun lansung antusias untuk mendengarkannya. Dan aku pun memutuskan untuk mendaftarkan diriku di Band itu, setelah dites akhirnya aku keterima untuk gabung di Band itu.
Malam harinya, aku diajak untuk menonton konser kecil-kecilan di sebuah café di Jakarta pusat. Setelah aku masuk disana, ternyata teman-temanku sudah memesan minuman, akhirnya aku pun memesan minuman. Sambil mengobrol dan minum-minum acara pun dimulai. Dan seorang cewe membawa gitar pun naik keatas panggung, dengan rambut berlayer dan menggunakan rok pendek dengan atasan kaos lengan panjang cewe itu terlihat mengesankan. “Aurel?” ucapku dalam hati kaget.
Suaranya sungguh merdu dan sangat enak didengar dengan iringan gitar acoustic nya. Mungkin karena suara ini sudah tak asing lagi ditelingaku “Sungguh nih cewe luar biasa” ucapku dalam hati. Tidak terasa konser pun usai, aku dan teman-temanku kembali pulang.
Keesokan harinya, aku dan teman-temanku berkumpul distudio musik untuk merencanakan membuat lagu, memang sih nggak mudah dan vokalis di bandku laki-laki, jadi lebih susah lagi untuk mendapatkan lirik dan aliran yang pas. Akhirnya semua anggota Band pun disuruh untuk mencari inspirasi judul dan lagu yang di buat nanti dan besok kita bakal kumpul lagi untuk merencanakan lagu yang dibuat.
Aku pun keluar dari studio musik untuk mencari inspirasi “Kemana ya? Apa aku datang ke café kemaren?” gumamku dalam hati, tanpa berpikir panjang aku pun lansung pergi ke café itu. Sesampainya disana aku lansung memesan secangkir white coffe, dan berharap cewe itu bakal tampil ditempat ini lagi. Setelah beberapa lagu, penyanyi pun berganti dan ternyata bukan dirinya. Sambil menarik nafas aku pun kembali ke apartemenku.
Satu semester kemudian^^
Seperti liburan kemarin, aku pergi ke Bandung untuk menemui kedua orang tuaku sekalian berlibur juga. Dan ngomong-ngomong tentang Band kampus, masih kaya dulu masih nyanyiin lagu orang, karna Band kita masih belum punya lagu yang bener bener siap.
Kulihat jam tanganku yang telah menunjukkan pukul 4 sore, aku pun lansung bergegas kearah taxi untuk menuju ke rumah orang tua ku. Sesampai nya dirumah orang tuaku, aku pun lansung membersihkan badanku yang terasa lengket karna perjalanan. Lalu, aku melanjutkan dengan tidur karena capek.
Keesokan harinya. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 aku pun lansung bangun dan menuju kekamar mandi karena sudah telat. Hari ini aku memiliki rencana untuk pergi ke studio music.
Aku pun lansung berpamitan kepada orang tuaku untuk mencari inspirasi baru, dan lansung menuju ke studio music. Saat disana aku melihat seorang cewe yang sedang membuat lagu, dan saat aku lihat lebih teliti ternya itu Aurel, aku pun mendekatinya dan berkata “suaranya bagus” dengan nada gugup.
“Makasih, kamu sapa ya?” ucap cewe itu sambil memperhatikanku.
“Hm.. Aku Arya, aku pernah beberapa kali lihat kamu tampil waktu di café Jakarta pusat sama café di Bandung. Suaramu bagus banget” ucapku sambil tersenyum.
“Oh, emang kamu tau siapa aku?” tanyanya.
“Aurel bukan?” jawabku
“Iya” jawabnya dengan senyuman manis “Kenapa kamu kesini? Ada yang pingin kamu tanyakan? Tanyanya.
“Hm.. Jadi gini, aku punya sebuah Band di kampus. Dan kita sedang membuat lagu, tapi nggak ada yang punya inspirasi, jadi aku butuh seseorang yang bisa menginspirasi” jawabku mejelaskan.
“Jadi gitu. Keliatannya aku bisa bantuin kamu” ucapnya sambil menatapku.
“Beneran nih? Kamu kapan bisanya?” tanyakku antusias.
“Iya bener. Kalau pas kamu kesini lagi aja, ditempat ini” ucapnya.
“Oke, aku tunggu ya” jawabku dengan senyuman.
Setelah berbicara panjang lebar, akupun berpamitan pulang dan meninggalkan studio music itu.
Keesokan harinya pun aku bergegas untuk pergi ke studio music. Tapi, ternyata Aurel tak ada disitu. Keesokan harinya, aku kembali lagi tapi tetap saja Aurel tak ada disitu. Sampai waktu kepulanganku pun, aku belum bertemu dengan Aurel lagi.
Akhirnya aku kembali ke Jakarta. Dan ternyata kepulanganku tak mambawa hasil apa-apa, dengan perasaan sedih aku kembali. Tapi saat itu aku tak mau menyerah, karna hal ini penting demi kemajuan Bandku.
Sesampainya di Jakarta, rutinitasku mulai berjalan seperti biasa, saat selesai kuliah aku dan teman temanku berkumpul bersama untuk merundingkan masing-masing inspirasinya, tapi ternyata tak ada seorangpun yang punya inspirasi. “Apa mungkin Band ini akan berakhir?” tanyaku dalam hati.
Setelah berkumpul dengan teman bandku, aku pun lansung pulang ke apartemenku, tapi aku mampir ke café yang biasa aku datangi dengan harapan aku bisa bertemu dengan Aurel. Tapi ternyata disana aku tak juga menemukannya. Lalu aku pun memutuskan kembali ke apartemen.
Apartemenku terasa sangat sepi, lalu tak lama kemudian aku mendengarkan suara nyanyian. Jika dipikir-pikir aku sangat mengenal suara ini, tapi suara siapa? Suara ini sudah tak asing lagi ditelingaku, dan kuingat ternyata ini suara Aurel. Kulihat sudut demi sudut apartemenku, tak ada seorang pun disini “Mungkin hanya fikiranku saja, karna terlalu mimikirkannya” ucapku. Tiba-tiba aku tertidur dengan posisi memegang gitar.
Tak lama kemudian aku melihat Aurel yang sedang menyanyikan sebuah lagu, dia pun mendekat dan memberikan sebuah kertas bertulis “Can you move on” yang ternyata itu judul lagu yang ia buatkan untukku, aku pun menghafalkannya lirik dan not baloknya aku hafalkan ditempat itu juga. Setelah 2 jam berlalu akhirnya aku hafal, aku dan Aurel menyanyikan lagu itu bersama sambil ku iringi gitarku. Sungguh lagu ini bagus sekali. Setelah lagu ini selesai, Aurel pun berkata “Pergilah, kerjarlah impian Bandmu itu dengan lagu ini”

Dan tak lama kemudian aku pun terbangun dari tidurku, dan ternyata itu tadi hanya mimpi. Aku pun merenungkan sejenak dan mencoba menulis kembali lirik dan not lagu yang dibuat oleh Aurel. Karna mengingat-ngingat Aurel, aku jadi terlambat masuk kuliah. Sepulang kuliah seperti biasa, aku pun berkumpul dengan teman-teman Bandku. Dan ternyata Bandku ketambahan satu anggota dengan posisi vocalist perempuan dan ia masuk karna voting terbanyak, iya memang sih suaranya bagus. Aku pun lansung mengusulkan lagu yang telah dibuat Aurel di ketua Bandku, dan ternyata teman-temanku pun setuju. Akhirnya terbuatlah lagu itu. Setelah kita rekaman, lagu itu lansung dipromosikan ke beberapa tempat. Dan betapa bahagianya aku, ternyata Bandku meroket dengan cepat dan hampir semua orang mengenal nama Bandku ini. 
Aku pun selalu memikirkan Aurel disetiap aksiku ini, aku tak peduli dimana dia sekarang. Jika dia ada, aku hanya ingin mengucapkan trimakasih kepadanya, walaupun itu hanya lewat mimpi.


Jangan asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^

LUCI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez