Senin, 19 Januari 2015

Hari-hari Luna #Part1

     Malam hari disebuah bandaara Husein Sastranegara, aku pindah dari Surabaya ke Bandung. Kulihat jam tanganku yang sudah menunjukkan jam 11 malam, tapi tetap saja bandara ini masih ramai. Aku pun lansung menuju ke arah taxi, dan brakkk.. Aku bertabrakkan dengan seorang pria yang kelihatannya sangat terburu-buru. “Eh sorry sorry, aku nggak sengaja” ucapnya sambil membantu mengambilkan barangku yang jatuh. “Iya nggak papa kok” kataku sambil mengambil barang yang telah ia bawa. Lalu lelaki itu lansung berjalan cepat meninggalkanku. Aku pun segera masuk ke dalam taxi dan terdiam sejenak mengingat sosok lelaki tadi “Ah buat apa aku aku memikirkan lelaki tadi” kataku dalam hati. Sesampainya dirumah saudaraku aku pun lansung menuju kamar dan membersihkan badan akibat perjalanan tadi.
     Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku. Perkenalkan aku Luna. Cewe yang bisa dibilang cantik, ngeselin, manja, dan lain lain. Aku memiliki tubuh yang bisa dibilang indah dengan kulit kuning langsat, rambut hitam lurus, tinggi yang rata rata, hidung mancung, dan lain lain. Aku seorang pelajar yang masih duduk dibangku kelas 11 atau bisa dibilang kelas 2 SMA. Aku pindah ke Bandung sih karena disuruh ortu agar lebih mandiri, dewasa dan blabla apalah itu, so aku tinggal sama saudara laki-laki ku di Bandung sekarang. Saudaraku adalah seorang mahasiswa dari Universitas ITB. Keren nggak? Keren ya? Ia berbeda sekali denganku, malah sifat kita berlawanan. Apa mungkin karna aku masih kecil? Mungkin sih. Okey kita lanjut kecerita.
     Kringgg.. Alarmku berbunyi, dan akhirnya membuatku terbangun. Dengan mata yang masih setengah sadar aku pun lansung pergi ke kamar mandi. Yeay.. Seragam sekolah baru pun sudah melekat ditubuhku ini. Kulihat saudaraku sudah menungguku untuk sarapan dan berangkat bersama. Kami pun lansung memakan sarapan yang telah siap. Roti + susu adalah sarapanku hari ini. Setealah sarapan ia pun lansung mengantarkanku berangkat ke sekolah yang baru. Tapi ia hanya mengantarkanku hingga gerbang sekolah saja. Akhirnya aku pun berpamitan dan lansung menuju ke ruang guru.
“Permisi” aku pun masuk ke ruang guru.
“Iya ada apa nak?” jawab salah seorang guru disana.
“Saya murid pindahan dari Surabaya pak” jawabku
“Oh kamu murid pindahan itu?” ucap guru itu sambil mengangkat buku bukunya.
“Iya pak” jawabku lagi.
“Sini bapak tunjukkan mana ruang kelasmu” guru itu pun keluar dan menuju salah satu ruang kelas.Tepat didepan ruang kelas lain kulihat ada lelaki yang terburu-buru masuk ke dalam kelas dengan berlari kecil. 
“Itu kan lelaki yang bertabrakkan denganku saat dibandara” gumamku dalam hati.
“Adrian lagi lagi kamu telat” ucap guru yang lagi bersamaku tadi.
“Iya maaf pak, saya janji saya nggak akan telat lagi” ucap lelaki itu.
“Jangan berjanji hal yang tak bisa kamu tepati, Adrian. Yasudah cepat masuk kelasmu sana” menunjuk kearah kelas lain.
Ia pun melanjutkan masuk ke kelas dan melanjutkan berbicara.“Anak-anak kita kedatangan murid pindahan dari Surabaya, cepat masuk sini perkenalkan dirimu” Ucapnya
Aku pun segera masuk dan memperkenalkan diri “Hai. Namaku Luna Putri. Kalian bisa panggil aku Luna. Salam kenal” ku bungkukkan sedikit badanku seperti memberi salam.
“Salam kenal” teman sekelas menyapaku.
“Baiklah kamu bisa duduk disana” menunjuk kearah kursi yang masih kosong.
“Ah akhirnya aku duduk juga” ucapku lega dalam hati. 
Tiba-tiba teman sebangkuku mengajakku berbicara.“Kamu pindahan dari Surabaya?” tanyanya.
“Iya” jawabku tersenyum
“Oh, jauh juga ya. Kenalin aku Chyntia” jawabnya dengan senyuman manis dan mengulurkan tangan.
“Hehe iya. Aku Luna” kita pun bersalaman dan pelajaran pun dimulai.
     Bel istirahat pun berbunyi saatnya kita istirahat.“Kamu mau ikut beli makan nggak Lun?” ajak Chyntia.“Oh iya, aku ikut sebentar ya” aku pun bergegas merapikan buku yang ada di meja.Saat dikantin, kulihat lelaki itu duduk diujung kantin sambil membaca buku, dan sepertinya ia baru selesai makan. Aku dan Chyntia pun segera memesan makanan dan memakannya bersama. 
     Kringg.. Bel masuk berbunyi aku dan Chyntia pun bergegas menghabiskan makanan kita dan kembali masuk ke kelas.
     Bel istirahat pun berbunyi lagi. Chyntia mengajakku ke Mushola sekolah untuk sholat Dzuhur bersama yang lain. Aku pun segera mengambil air wudhu dan sholat bersama. Setelah sholat Chyntia mengajakku berkeliling sekolahan, ia memberi tau tempat tempat disekolahan itu. Dan akhirnya aku dan Chyntia pun memutuskan duduk duduk di taman sekolah. Dan di tempat itu aku melihat lelaki itu lagi. Aku pun coba memperhatikannya, meyakinkan bahwa dia adalah orang yang sama saat dibandara. Tiba-tiba Chyntia membangunkanku dari lamunan.
“Ngapain kamu ngeliatin Adrian kaya gitu?” tanyanya kebingungan.
“Adrian? Oh itu namanya” ucapku dalm hati.
“Hei Lun? Kok malah bengong?” katanya makin melihatku aneh.
“Hm.. Nggak papa kok Chyn” jawabku cepat. 
Karena bel sudah berbunyi akhirnya kita kembali kekelas.
     Akhirnya bel pulang sekolah yang sangat ditunggu pun berbunyi. Seperti disekolah lain, semua anak pasti buru-buru pulang atau kumpul bareng sama temen-temennya. Tapi aku? Aku malah tak tau harus pulang dengan apa. Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 4 sore. Akhirnya aku pun memutuskan pulang dengan taxi. Saat aku menunggu di depan gerbang sekolah, tiba-tiba dari belakang ada yang memegang pundakku.
“Hai Lun, kamu nunggu apa?” katanya sambil melepas helm yang ia gunakan.
“Ini nih aku lagi nunggu taxi, tapi belum dateng dateng juga” sambil nengok kearah kanan sapa tau ada taxi lewat.
“Bareng sama aku aja gimana?” ucapnya menawarkan.
“Nggak papa nih?” kataku sambil memerhatikan mukanya.“Sepertinya aku tau orang ini” bisikku dalam hati
“Iya nggak papalah, ayo” sambil menyalakan motornya.
“Tapi helmnya gimana?” kataku.
“Aku mesti bawa helm dua kok, nih” ucapnya sambil memberikan helm padaku.
“Beneran nggak papa nih?” jawabku sambil mengambil helm yang ada ditangannya.
“Iya nggak papa Lun. Ayo naik mau mendung nih” ucapnya.
Aku pun lansung duduk dibelakangnya dengan posisi miring sambil memangku tas. Diperjalanan ternyata cuaca tidak mendukung. Tetes air hujan pun mulai turun dan membasahi tubuh. Akhirnya ia pun menaikkan kecepatan motornya.

Ingin tau siapa lelaki itu?
Apa itu lelaki yang sama saat di Bandara?
Tunggu kelanjutannya ya readers^^

Jangan asal copas ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^

LUCI 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez