Semenjak aku masuk
kuliah, duniaku berubah, hidupku berubah, kisah dan kebiasaanku juga mulai
berubah. Kenalin aku Arya. Aku mahasiswa di salah satu unversitas di Jakarta
tepatnya di Unviversitas Indonesia (UI). Disini aku tinggal sendiri tepatnya di
salah satu apartemen milik ayahku, karna letaknya tak jauh dari tempat
kuliahku. Sedangkan kedua orang tuaku tinggal di Bandung.
Waktu itu kuliahku
sudah libur, bisa dibilang libur semester. Jadi untuk mengisi waktu liburku,
aku pergi ke Bandung rumah orang tuaku. Tapi saat itu aku hanya pergi selama
satu minggu. Pagi hari sambil mendengarkan musik kesukaanku aku pergi ke
stasiun, dan untung saja kereta belum berangkat. Karena aku datang terlalu
mepet, jadi aku tak perlu menunggu terlalu lama. Kereta pun mulai berjalan, diperjalanan
aku melihat kearah jendela sambil berangan angan akan tampil disuatu tempat
dengan kemampuan gitarku sendiri walaupun masih setengah setengah.
Malam harinya, aku
pergi ke sebuah café di Bandung untuk bersenang senang. Sesampainya disana aku pun
lansung memesan minuman dan makanan. Sambil menunggu pesananku, aku melihat ke
sekelilingku “Ternyata tempat ini asik juga ya” gumamku dalam hati sambil
melihat dekorasi café yang classic. Tiba-tiba ada seseorang cewe yang naik
keatas panggung, ia pun mulai bernyanyi sambil memainkan gitar yang
dipegangnya. “Suaranya enak banget, pinter gitar lagi” gumamku. Orang-orang pun
bersorak “Aurel~Aurel~Aurel~”, dalam hati aku berkata “Apa mungkin aku bisa
memiliknya?”.
Setelah aku
mendengarkannya bernyanyi “All Of Me” dengan iringan gitar acoustic, tiba-tiba
aku mendengar ada yang memanggilku.
“Arya” teriaknya. Suara itu taka sing lagi
buatku. Aku pun menoleh kearah asalnya suara itu dan ternyata ia adalah teman
satu kampusku. Namanya Rafa dan kita pun mulai berbincang-bincang. Dan ternyata
ia juga sedang berlibur di Bandung.
“Hei, liburan
disini juga?” ucap Rafa.
“Hehe iya nih,
ngomong-ngomong kamu sama?” ucapku melirik perempuan di meja yang tadi diduduki
oleh Rafa.
“Oh, itu pacarku”
ucapnya cengingisan.
“Gini nih, udah
berapa lama?” tanyakku
“Udah dari SMA kali,
1 tahun lebih, bulan depan mau 2 tahun. Pacar kamu kemana nih?” ucap Rafa.
“Aku kan masih
single” ucapku santai.
“Haha cari dong”
sahut Rafa.
“Nggak ah, ada
waktunya kali aku pacaran” jawabku biasa.
Setelah lama
berbincang, akupun kembali pulang kerumah untuk istirahat.
Dan nggak terasa
sudah satu minggu berjalan, aku pun bergegas untuk kembali ke Jakarta, sebelum
ke Jakarta aku tak lupa berpamitan kepada orang tuaku.
Setelah
sesampainya disetasiun kereta api, tiba-tiba aku melihat cewe yang pas itu nyanyi
di café “Kenapa dia juga distasiun?” tanyakku dalam hati. Kereta pun mulai berjalan,
Bandung-Jakarta.
Sesampainya aku di
Jakarta, jam 9 pagi. Aku pun lansung kembali ke apartemenku dan membersihkan
apartemenku yang telah seminggu tak berpenghuni. Dan mulai besok aku sudah
memulai rutinitas seperti biasa.
Pagi harinya aku
pun lansung menuju kekampus, karena hari ini aku ada mata kuliah pagi. Tiga jam
pun berlalu, mata kuliahku hari ini telah selesai. Aku dan teman-temanku tak
lansung pulang, kita nongkrong seperti biasa di kantin kampus. Dan tiba-tiba
salah satu temanku bilang bahwa group band kampus yang bernama “STAR”
kekurangan guitarist, aku pun lansung antusias untuk mendengarkannya. Dan aku pun
memutuskan untuk mendaftarkan diriku di Band itu, setelah dites akhirnya aku
keterima untuk gabung di Band itu.
Malam harinya, aku
diajak untuk menonton konser kecil-kecilan di sebuah café di Jakarta pusat. Setelah
aku masuk disana, ternyata teman-temanku sudah memesan minuman, akhirnya aku
pun memesan minuman. Sambil mengobrol dan minum-minum acara pun dimulai. Dan seorang
cewe membawa gitar pun naik keatas panggung, dengan rambut berlayer dan
menggunakan rok pendek dengan atasan kaos lengan panjang cewe itu terlihat mengesankan. “Aurel?”
ucapku dalam hati kaget.
Suaranya sungguh
merdu dan sangat enak didengar dengan iringan gitar acoustic nya. Mungkin karena
suara ini sudah tak asing lagi ditelingaku “Sungguh nih cewe luar biasa” ucapku
dalam hati. Tidak terasa konser pun usai, aku dan teman-temanku kembali pulang.
Keesokan harinya,
aku dan teman-temanku berkumpul distudio musik untuk merencanakan membuat lagu,
memang sih nggak mudah dan vokalis di bandku laki-laki, jadi lebih susah lagi
untuk mendapatkan lirik dan aliran yang pas. Akhirnya semua anggota Band pun
disuruh untuk mencari inspirasi judul dan lagu yang di buat nanti dan besok
kita bakal kumpul lagi untuk merencanakan lagu yang dibuat.
Aku pun keluar
dari studio musik untuk mencari inspirasi “Kemana ya? Apa aku datang ke café kemaren?”
gumamku dalam hati, tanpa berpikir panjang aku pun lansung pergi ke café itu. Sesampainya
disana aku lansung memesan secangkir white coffe, dan berharap cewe itu bakal
tampil ditempat ini lagi. Setelah beberapa lagu, penyanyi pun berganti dan
ternyata bukan dirinya. Sambil menarik nafas aku pun kembali ke apartemenku.
Satu semester kemudian^^
Seperti liburan
kemarin, aku pergi ke Bandung untuk menemui kedua orang tuaku sekalian berlibur
juga. Dan ngomong-ngomong tentang Band kampus, masih kaya dulu masih nyanyiin
lagu orang, karna Band kita masih belum punya lagu yang bener bener siap.
Kulihat jam tanganku
yang telah menunjukkan pukul 4 sore, aku pun lansung bergegas kearah taxi untuk
menuju ke rumah orang tua ku. Sesampai nya dirumah orang tuaku, aku pun lansung
membersihkan badanku yang terasa lengket karna perjalanan. Lalu, aku
melanjutkan dengan tidur karena capek.
Keesokan harinya. Jam
sudah menunjukkan pukul 09.00 aku pun lansung bangun dan menuju kekamar mandi
karena sudah telat. Hari ini aku memiliki rencana untuk pergi ke studio music.
Aku pun lansung
berpamitan kepada orang tuaku untuk mencari inspirasi baru, dan lansung menuju
ke studio music. Saat disana aku melihat seorang cewe yang sedang membuat lagu,
dan saat aku lihat lebih teliti ternya itu Aurel, aku pun mendekatinya dan
berkata “suaranya bagus” dengan nada gugup.
“Makasih, kamu
sapa ya?” ucap cewe itu sambil memperhatikanku.
“Hm.. Aku Arya,
aku pernah beberapa kali lihat kamu tampil waktu di café Jakarta pusat sama café
di Bandung. Suaramu bagus banget” ucapku sambil tersenyum.
“Oh, emang kamu
tau siapa aku?” tanyanya.
“Aurel bukan?”
jawabku
“Iya” jawabnya
dengan senyuman manis “Kenapa kamu kesini? Ada yang pingin kamu tanyakan? Tanyanya.
“Hm.. Jadi gini,
aku punya sebuah Band di kampus. Dan kita sedang membuat lagu, tapi nggak ada
yang punya inspirasi, jadi aku butuh seseorang yang bisa menginspirasi” jawabku
mejelaskan.
“Jadi gitu. Keliatannya
aku bisa bantuin kamu” ucapnya sambil menatapku.
“Beneran nih? Kamu
kapan bisanya?” tanyakku antusias.
“Iya bener. Kalau pas
kamu kesini lagi aja, ditempat ini” ucapnya.
“Oke, aku tunggu
ya” jawabku dengan senyuman.
Setelah berbicara
panjang lebar, akupun berpamitan pulang dan meninggalkan studio music itu.
Keesokan harinya
pun aku bergegas untuk pergi ke studio music. Tapi, ternyata Aurel tak ada
disitu. Keesokan harinya, aku kembali lagi tapi tetap saja Aurel tak ada disitu.
Sampai waktu kepulanganku pun, aku belum bertemu dengan Aurel lagi.
Akhirnya aku
kembali ke Jakarta. Dan ternyata kepulanganku tak mambawa hasil apa-apa, dengan
perasaan sedih aku kembali. Tapi saat itu aku tak mau menyerah, karna hal ini
penting demi kemajuan Bandku.
Sesampainya
di Jakarta, rutinitasku mulai berjalan seperti biasa, saat selesai kuliah aku
dan teman temanku berkumpul bersama untuk merundingkan masing-masing
inspirasinya, tapi ternyata tak ada seorangpun yang punya inspirasi. “Apa
mungkin Band ini akan berakhir?” tanyaku dalam hati.
Setelah berkumpul
dengan teman bandku, aku pun lansung pulang ke apartemenku, tapi aku mampir ke café
yang biasa aku datangi dengan harapan aku bisa bertemu dengan Aurel. Tapi ternyata
disana aku tak juga menemukannya. Lalu aku pun memutuskan kembali ke apartemen.
Apartemenku terasa
sangat sepi, lalu tak lama kemudian aku mendengarkan suara nyanyian. Jika dipikir-pikir
aku sangat mengenal suara ini, tapi suara siapa? Suara ini sudah tak asing lagi
ditelingaku, dan kuingat ternyata ini suara Aurel. Kulihat sudut demi sudut
apartemenku, tak ada seorang pun disini “Mungkin hanya fikiranku saja, karna
terlalu mimikirkannya” ucapku. Tiba-tiba aku tertidur dengan posisi memegang
gitar.
Tak lama kemudian
aku melihat Aurel yang sedang menyanyikan sebuah
lagu, dia pun mendekat dan memberikan sebuah kertas bertulis “Can you move on”
yang ternyata itu judul lagu yang ia buatkan untukku, aku pun menghafalkannya
lirik dan not baloknya aku hafalkan ditempat itu juga. Setelah 2 jam berlalu
akhirnya aku hafal, aku dan Aurel menyanyikan lagu itu bersama sambil ku iringi
gitarku. Sungguh lagu ini bagus sekali. Setelah lagu ini selesai, Aurel pun
berkata “Pergilah, kerjarlah impian Bandmu itu dengan lagu ini”
Dan tak lama
kemudian aku pun terbangun dari tidurku, dan ternyata itu tadi hanya mimpi. Aku
pun merenungkan sejenak dan mencoba menulis kembali lirik dan not lagu yang
dibuat oleh Aurel. Karna mengingat-ngingat Aurel, aku jadi terlambat masuk kuliah. Sepulang
kuliah seperti biasa, aku pun berkumpul dengan teman-teman Bandku. Dan ternyata
Bandku ketambahan satu anggota dengan posisi vocalist perempuan dan ia masuk karna voting terbanyak, iya memang sih suaranya bagus. Aku pun lansung mengusulkan lagu yang telah dibuat Aurel di
ketua Bandku, dan ternyata teman-temanku pun setuju. Akhirnya terbuatlah lagu
itu. Setelah kita rekaman, lagu itu lansung dipromosikan ke beberapa tempat. Dan
betapa bahagianya aku, ternyata Bandku meroket dengan cepat dan hampir semua
orang mengenal nama Bandku ini.
Aku pun selalu memikirkan Aurel disetiap aksiku
ini, aku tak peduli dimana dia sekarang. Jika dia ada, aku hanya ingin
mengucapkan trimakasih kepadanya, walaupun itu hanya lewat mimpi.
Jangan asal copas
ya readers, buat cerita itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin
cerita jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
LUCI ♡