Selasa, 26 April 2016

Celoteh malam

Yang dulunya saling mengagumi pada saatnya akan saling melukai.
Yang dulunya saling mengamati pada saatnya saling mengacuhi.
Yang dulunya saling mengerti pada saatnya akan saling tak berhati.
Yang dulunya saling menunggu pada saatnya akan pergi tanpa babibu.
Saat hati, otak dan kenyataan tak lagi berjalan beriringan,
Saat hati ini tak lagi berarti,
Saat semua kasih terlalu tak berguna,
Pada saatnya semua akan terjadi.
Selamat malam, selamat bermimpi.
Dan selamat menggapai cintamu sekalipun hanya sebuah mimpi dan saat mentari tiba esok pagi, jangan lupa untuk menghapus kesedihanmu.

Senin, 25 April 2016

Malam rindu

Kupandangi langit malam ini. Malam ini bulan tak malu malu menunjukkan wujudnya, ia menunjukkan wujudnya. Kutatap bulan yg berbentuk lingkaran itu. Cahaya nya sangat lah terang untuk malam ini. Dan beberapa bintang pun ikut menemani bulan diatas sana. Malam ini langit terlihat sangat cantik dengan taburan cahaya bintang dan cahaya bulan yg sangat terang. Angin malam ini pun terasa sangat sejuk tak seperti hari biasanya. Malam ini terasa sunyi ya bahkan sangat sunyi mungkin karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi entah kenapa aku masih duduk terpaku di kursi lantai atas rumahku, ya tepatnya di balkon kamarku yg berada di lantai atas. Aku cukup sering melihat suasana malam dari tempat ini. Dan kali ini suasana cukup sepi bahkan tak terdengar suara orang yg biasanya sedang berjualan keliling disekitar kompleks. Aku pun memasang earphone yg sedari tadi kutaruh di meja dekat ku. Lagu pun terputar dan menemani malam panjang ku ini. Seketika lagu dari tulus yg berjudul teman hidup pun mulai bernyanyi. Aku pun kembali dibawa oleh arus ingatan itu lagi, dimana kamu adalah pemeran utamanya. Entah kamu ingat atau tidak tentang kejadian itu, tapi kejadian itu masih terngiang di fikiranku. Saat itu kita sedang menghabiskan waktu bersama. Ya tepatnya di balkon kamarku ini kita berada. Kita yg saat itu berniat untuk mengerjakan tugas bersama mulai lelah dengan semua pr yg ada. Dan kita pun miulai menghabiskan waktu di tempat ini. Kau yg membawa gitar akustikmu pun mulai menarikan jari jemarimu diatas senar senar gitar itu. Iringan gitar itu terasa sangat indah malam itu bahkan sangat indah menurutku. Langit yg bertabur bintang pun hanya bisa menjadi saksi bisu betapa aku sangat menyukai malam malam panjang bersamamu. Kita yg duduk menatap langit sambil berkhayal tentang masa depan yg indah, tentang masa depan yg menyenangkan, tentang masa depan kita sendiri yg gemilang seperi bintang di atas sana. Lalu mata kita terfokus pada satu bintang yg sangat lah terang. Ya diatas sana memang ada satu bintang yg paling gemerlap. Entah apa yg saat itu kau katakan aku tak seberapa mendengarnya. Yg aku dengar hanyalah ucapan "terimakasih kau telah jadi seperti itu. Terimakasih kau telah menjadi penerang saat malam" ucapan itu terdengar sangat lirih tanpa menoleh ke arahku, tapi setelah kau selesai berbicara kau tiba tiba menoleh ke arah ku dan ada garis simpul diwajahmu yg aku tak tau apa artinya. Aku pun segera membalas senyuman itu. Seketika gitar yg sedari tadi kau taruh kembali kau ambil. Dan lagu dari tulus yg berjudul teman hidup mulai kau nyanyikan. Malam itu kita hanyut dalam suasana yg kita buat. Dari lagu itu entah kenapa aku merasa kau menekan kan beberapa kalimat "Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku" ya kalimat itu. Seketika kau selesai menyanyi mata itu seketika berubah, mata itu seprti ingin mengatakan suatu hal. Tapi hingga beberapa menit setelahnya pun kau tak juga bersuara. Tiba-tiba kau pun berpamitan untuk pulang karena sudah terlalu malam. Entah apa yg ingin kau utarakan, entah apa yg kau rasakan, aku tak pernah tau karna kau tak juga mengatakannya hingga kini. Dan kini semuanya terasa beberbeda. Kita yg sedang sibuk untuk mendaftar ke jenjang selanjutnya tak pernah bisa menghabiskan waktu seperti dulu, bahkan untuk berkomunikasi pun sudah sangatlah jarang. Kau tau aku rindu menatap langit bersamamu, walaupun dari jauh dan hanya melalu telfon aku sudah sangat senang. Aku merindukan itu dan kini kita sibuk dengan cita cita kita sendiri. Tapi aku percaya kamu akan kembali melihat bintang bersamaku walaupun bukan waktu dekat ini. Terimaksih
Untuk lelaki yg melihat bintang dari tempat lain
Dari gadis yg menunggu telfon demi melihat bintang bersamamu

Maaf kalau post nya ngga jelas dan ngga ada feel nya. Maafkan.

Kamis, 21 April 2016

Mata teduh

Siang ini matahari tampak malu malu menunjukkan sinarnya. Awan pun tampak menutupi sinarnya. Angin yg bertiup juga menemani lajuku. Kali ini aku sedang mengendarai sepeda motor kesayanganku menuju taman kota tempatku berlatih dance. Walaupun sekarang seluruh umat muslim sedang melakukan ibadah puasa tapi semua itu tak menutup kegiatan kegiatanku biasanya.
Tepat saat matahari berada diatas kepala aku sampai di taman kota. Matahari mulai menyengat tapi sejuknya taman kota ini membuat aku betah disini. Karna teman temanku pun belum ada yg datang aku pun memutuskan untuk mempelajari garakan itu sendiri. Hingga beberapa menit akhirnya satu persatu temanku mulai datang kesini. Dan akhirnya semuanya lengkap. Kita pun berlatih beberapa lagu hingga tak terasa waktu sudah  sore dan adzan sore pun sudah berkumandang. Aku dan beberapa temanku pun memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Dan tak lama aku pun kembali berlatih dengan yg lain. Baru tiga kali lagu terputar tapi temanku pun memilih untuk istirahat. Akhirnya kita pun istirahat, sebagian dari kita ada yg beli minum, berlatih sendiri dan bermain handphone. Dan aku sendiri lebih memilih untuk mengistirahatkan badan sambil mengecek handphone yg sedari tadi belum aku pegang karna sibuk berlatih. Dan ternyata ada beberapa notif tentang kamu. Iya, entah sudah berapa lama pesan ini nganggur tak terbalas. Aku pun segera membuka pesan yg sedari tadi belum terbaca. Dan betapa terkejut nya aku saat ada pesan yg berisi
"Aku lagi lihat in cewe cantik latihan"
Aku pun segera membalasnya dengan perasaan aneh "Siapa? Gituu kamuu"
"Coba lihat ke depanmu" "kirim photo dengan aku sebagai objeknya"
Aku pun mencoba mencarimu. Ya aku menemukanmu. Menemukan mata teduh itu sedang melihat ke arahku. Tapi pemilik mata teduh itu sedang ditemani oleh kedua temannya. Aku pun makin terkejut karna ternyata kamu sedang memperhatikanku dari jauh. Entah sudah berapa lama kamu disitu. Dan entah kenapa aku tak sadar jika kamu tepat di depanku, ya walaupun itu cukup jauh seharusnya aku menyadari itu. Mata teduh itu melihat kearahku. Dengan muka yg entah kenapa ditutup oleh masker. Dan yg aku tau pasti kamu tidak sedang sakit lalu kenapa menggunakan masker? Akupun meminta ijin kepada temanku untuk menemuimu. Ya menemui sosokmu yg mungkin sudah lama tak kujumpai karna kita sedang libur sekolah. Canda dan tawa mungkin tergambar di muka kita masing masing. Pertemuan itu terasa sangat sebentar karna aku harus melanjutkan latihan ku. Dan entah kenapa kamu tetap berada disitu melihatku dari kejauhan.
Hai pemilik mata teduh^^ aku merindukan moment ini~ bisakah kita melakukannya lagi? Aku merindukan kamu yg saat itu menggunakan jaket abu abu dengan muka yg tertutup masker dan hanya berani melihatku dari kejauhan~ but it's make me so ... Hmm i can't discrib so thankyou so much~

Maaf post kali ini ngga jelas~ dan ngga ada feel nya~ bingung njelasin perasaan jadi begini~ so sorry readers

Senin, 18 April 2016

Hanya Waktu

Malam ini terasa sangat dingin. Hujan sedari tadi sore pun, tak kunjung berhenti. Aku yang sedari tadi dihalte pun sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang, dan sesekali orang yg berhenti untuk meneduh dan menggunakan jas hujannya. Asiknya cahaya lampu kendaraanpun ikut menemani malam panjang itu. Entah apa yang membuatku sedari tadi tetap terpaku disini. Aku yang mengenakan baju sweater putih dengan corak bunga vintage dan paduan celana jeans denim pun, mulai terasa kedinginan karena baju yang kukenakan ini sudah basah terkena rintikan hujan saat aku menuju halte. Angin malam itu pun mulai merasuk kedalam kulitku yang membuat udara semakin dingin. Beberapa orang yang berhenti pun menatap kepadaku dengan senyuman ringannya. Aku yang sedari tadi  sibuk membuat diriku hangat pun terkejut karena sebuah bunyi yang kukenal. Ya, handphone mungilku ini berbunyi yang menunjukkan ada sebuah pesan yang masuk. Loockscreen pun ku buka, dan ternyata sebuah pesan darimu yang berisi “Maaf ya, kelihatannya aku ngga bisa nemenin kamu besok”. Ya jawaban itu, aku sudah tau jawaban itu yang akan selalu kau ucapkan. Aku pun lansung membalasnya “Iya gapapa sayang^^”. Dan jawaban itu juga yang akan selalu ku jawab untuknya walaupun perasaan ini kecewa.
Pernah aku berharap kau memiliki waktu untuk menemaniku keluar walaupun sebentar saja, tapi itu semua selalu berujung kecewa atas semua penolakannya. Dan kali ini sungguh aku sudah mempersiapkan suatu hal untukmu, suatu hal yang akan kulakukan untukmu, suatu hal yg akan kutunjukan untukmu, suatu hal yg ingin ku berikan untukmu, tapi semuanya gagal. Disaat aku berharap apa yang aku lakukan terjadi dengan baik untukmu, tapi semua itu gagal karena penolakanmu kepada ajakanku. Dan semuanya yang telah dipersiapkan terlepas begitu saja, terbuang begitu saja, saat kau menolaknya. Ya, mungkin memang harapanku terlalu besar jika aku berharap kau akan menghabiskan waktu dengan ku. Mungkin itu hanya lah mimpiku yang tak akan jadi nyata. Maaf jika aku terlalu egois dan selalu berharap kau akan selalu ada waktu untukku.


Selasa, 12 April 2016

Maaf aku melanggarnya

Malam ini, aku melanggar janji yang telah ku buat kepada diriku sendiri maupun sahabatku. Entah sejak kapan janji itu terbuat. Entah sejak kapan aku menyetujui perjanjian itu. Aku pun tak pernah mengerti. Yang ku tau, aku sudah beberapa kali melanggarnya. Mungkin memang bukan dalam waktu dekat ini aku melanggarnya, tapi itu selalu terjadi. Janji yang tak pernah siap jika aku harus melakukannya. Janji yang mungkin hanya bulshit bagiku. Aku yang begitu terjerumus oleh semuanya yang telah kau buat mungkin terlalu mudah atau bahkan sangat mudah meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, yang ku ingat sudah sangat lama aku tak meneteskan air mata ini untukmu. Tapi, kenapa malam ini berbeda?
Malam ini, kupandangi jendela bus yang berlaju. Kulihat indahnya suasana malam pulau Bali dari balik kotak kaca ini. Lagu dangdut yang sedari tadi diputar oleh teman temanku pun berubah menjadi lagu lagu pop yang beralunan sangat mellow. Yang membuat suasana menjadi hening dan larut dalam suasana malam ini. Dan seketika lagu dari Afgan yang berjudul Jodoh Pasti Bertemu pun terputar didalam heningnya bus malam ini. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Entah apa yang ada benakku saat itu. Entah apa yg merasuki ku saat itu. Aku tak pernah tau hingga sekarang. Yang ku tau, saat itu air mata ini tiba tiba mengalir begitu saja membuat aliran dipipiku. Tanpa aku sadar aliran tangis ini makin lama makin deras. Hingga seseorang yang membuatku sadar jika saat itu aku sudah menangis dalam gelapnya malam itu. Aku pun segera menenangkan perasaan yang sedang beradu dengan pikiranku sendiri. Hingga beberapa orang menyadari bahwa aku telah menangis dan membuat bus malam ini pun menjadi ramai dengan gurau-an mereka tentang ku yang sedang menangis. Dan beberapa mulut pun berbunyi yang berkata kau pun sedang menangis. Menangis dalam heningnya malam sama sepertiku? Sungguh hati ini ingin melihatmu, ingin mengerti apakah semua itu benar? Kau yang duduk jauh didepanku sedang menangis? Apa itu benar? Celotehan temanmu pun mulai berbunyi memecah heningnya malam ini,dan akupun ingat beberapa celotehan mereka dari yang sedap untuk didengar maupun tidak. Entah kenapa aku memilih untuk tidur agar semuanya terasa lebih tenang dan perkataan mereka tak semuanya kudengar tapi ternyata tak semudah itu. Saat kumulai menutup mata entah kenapa timbul beberapa pertanyaan yang ingin aku tau jawabannya. Apa benar kau menangis? Mengapa kau menangis? Apa terlalu menyedihkan hingga aku dengar kau menangis lagi? Segitu penting kah dia hingga air matamu menetes karnanya? Semua pertanyaan perlahaan menggebu dipikiranku yang entah akan dijawab oleh siapa dan kapan. Dan sekarang aku tau jika kau telah meneteskan air mata mu untuknya berarti kau tulus menyayanginnya dan aku hanya bisa melihatmu dan mendoakanmu dari kejauhan.

Dari perempuan yang menangisimu.
Untuk lelaki yg duduk jauh didepanku
 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez