Kamis, 19 Maret 2015

Karena saya peduli

Hello readers^^
Kali ini aku mau nyeritakan pengalamanku nih.
Aku adalah anak yang masih duduk dibangku SMA.
Kalau mendengar kata SMA pasti ada yg namanya labil, pacaran, seru, berorganisasi, dll bukan? Begitu juga aku.
Disekolah aku mengikuti beberapa extra nih readers, dan salah satunya SCARFS.
SCARFS sendiri merupakan kepanjangan dari School Caring For HIV and AIDS
Disini kita diajarkan tentang HIV/AIDS, Narkoba, peduli sesama, dll.
Menurutku organisasi sekolah ini sangat mengasikkan dan menguntungkan. 
>Pertama kita bisa membantu teman teman kita untuk menjauhi hal-hal negatif
>Kedua kita bisa membantu orang-orang disekitar kita contoh bakti social
>Ketiga kita mendapat ilmu tentang HIV/AIDS, narkoba, penyakit menular, dll
>Keempat kita juga belajar gimana interaksi dengan banyak orang, contohnya interaksi keguru, teman sebaya, dan masyarakat luar.
>Kelima kita bisa melatih diri kita untuk bersosialisasi dan beragumentasi didepan banyak orang.
>Dan masih banyak keuntungan lainnya^^

Aku ada beberapa gambar pas aku baksos nih^^ 
SCARFS SMAHADA with SAVE STREET CHILD SURABAYA (SSCS)












Jangan cuman bilang "PEDULI" kalau nggak nunjukin "AKSI"

LUCI 

Selasa, 17 Maret 2015

Cinta Datang Terlambat

Deringan bel pun mulai terdengar yang menandakan pelajaran akan dimulai. Suara sepatu yang mulai mendekati ruangan kelas membuat semua siswa duduk rapi ditempatnya masing-masing. Kita yang saat itu baru saja memulai tahun ajaran baru, belum saling mengenal satu sama lain.
Hari demi hari pun berganti, kita mulai membuka mulut untuk saling mengenal dengan teman sekitar dan bercanda gurau dengan yang lain. Kau yang duduk bersebrangan denganku mulai mengajakku bicara, dan bercanda. Kau, kau adalah orang yang kudengar sangat dikagumi oleh beberapa gadis di kelas ini. Ya, kau memang begitu menarik dan penuh pesona. Mana ada gadis yang tak terjerumus oleh silaumu. Jika ku dengar kau memiliki banyak bakat diluar mata pelajaran. Seperti pemain keyboard disalah satu band sekolah, anak skate, anak pramuka, anak pencinta alam, anak desain graffiti, anak fotografi, dan masih banyak lagi. Siapa orang yang tak terpukau melihatmu, dan pasti kau banyak pengagumnya.
Tapi, entah kenapa pesona keindahanmu tak pernah sampai padaku. Aku memang tipe orang yang cuek terhadap orang yang baru kukenal, termasuk kau. Aku selalu menganggapmu sama seperti yang lain, karna semua bakatmu tak pernah kulihat dengan jelas.
Hari demi hari terus berjalan, tugas sekolahpun mulai berdatangan, dan semakin terasa banyak. Kita yang duduk berdekatan selalu menjadi sebuah kelompok tugas, yang membuat kita selalu bersama. Dan entah kenapa aku selalu berkelompok denganmu, apa kita sudah mulai akrab dari pada keanak lain? Tugas demi tugas pun kau selalu denganku, entah itu individu maupun kelompok, entah itu kelompok acakan guru maupun pilihan sendiri. Kau yang selalu denganku mulai hafal hal hal yang biasa kulakukan bahkan yang kukatakan.
Kau memang teman yang sangat baik bagiku. Kau adalah orang yang selalu berusaha membuatku tersenyum dan membuat hariku penuh warna. Bahkan aku masih ingat benar saat kau berusaha membuatku tertawa saat aku sakit. Kau yang duduk tepat disebelahku berusaha membuat candaan agar aku tertawa karnamu, tapi semua itu tak berhasil. Tapi kau tak pernah berhenti, kau melakukan hal konyol didepanku, yang akhirnya membuatku tersenyum. Kau yang mungkin saat itu lelah berkata “Aku ngelakuin ini semua itu biar kamu ketawa, jangan flat gitu dong mukanya, nggak enak buat dilihat tau”. Ya kata-kata itu yang akhirnya bisa buat aku tersenyum.
Aku pun mulai terbiasa oleh hadirnya dirimu, oleh hal konyol yang kau lakukan, oleh semua canda tawamu, dan semua tingkahmu yang selalu membuat bibir ini membentuk setengah lingkaran. Bahkan saat itu aku malah tak terbiasa jika tak ada sosokmu disekitarku. Entah apa yang saat itu kurasa yang jelas aku merasa ada yang hilang jika tak ada sosokmu di hariku, merasa tak ada semangat, merasa tak tau tujuan. Tapi, kurasa perasaan itu jarang terjadi dikehidupanku. Karna kau selalu ada denganku, kau selalu membuat hidupku penuh warna dan penuh semangat,kau selalu bisikkan kata kata yang membuatku semakin mantap untuk maju. Bahkan kau adalah orang yang selalu menemaniku saat aku mulai jatuh dan tepuruk.
Ingat kah kau saat aku merasa kedinginan dan kau memakaikanku jaketmu? Ingatkah kau saat kau kita bercanda gurau disekolah? Ingatkah kau saat kau bernyanyi bersamaku saat kerja kelompok? Ingatkah kau saat kau memarahi temanmu karna dia dekat denganku? Ingatkah kau saat kau ingin duduk bersamaku tapi malah di duduki oleh lelaki lain? Ingatkah kau saat kau mengajarkan ku bermain alat music? Ingatkah kau saat kkita kerja kelompok bersama? Ingatkah kau saat kau membuatku tersenyum saat aku sakit? Ingatkah kau akan semua itu? Hingga sekarang aku masih mengingat memori itu, walaupun aku tak tau bagaimana denganmu.
Dan hingga sekarang aku masih berharap kita masih bisa melakukan hal hal itu bersama, tapi aku tau itu tak mungkin terjadi. Saat kau pergi, entah kenapa aku merasa sayang denganmu, merasa aku tak ingin kehilanganmu, apa mungkin aku jatuh cinta? Jika iya pasti karna terbiasa aku tak pernah menyadari semua itu, dan saat kau pergi aku baru saja menyadi semuanya.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Kenapa dia kembali?

Suara jari yang sedang bermain diatas ketikan laptop mengisi suara suara sepi dikamarku. Aku yang sedari tadi sibuk membuka akun socialku hampir tidak memperdulikan kondisi diluar kamar yang sedang hujan. Lagu pun turut kuputar untuk meramaikan suasana kamar yang sepi ini. Sesaat semua akun socialku terasa sangat sepi tanpa notification, dan akhirnya kucoba membuka akun blogger yang biasanya aku tulis saat jam kosong.
Tap…tap…tap…tap… aku pun mulai menulis hal yang ada dipikiranku, kata demi kata berubah menjadi kalimat, kalimat pun terus bertambah hingga menjadi sebuah paragraph. Tiba tiba “twing” suara itu mengagetkanku, dan membuat konsentrasiku pecah. Kucoba untuk menelusuri ada notif apa di twitter milikku, tapi ternyata hasilnya nihil. Akhirnya, kucoba untuk mereload akun ini, dan ternyata ada sebuah massage yang masuk di akun ku. Dia, iya dia, kenapa tiba-tiba dia mengirimkanku sebuah sapaan? Aku pun lansung teringat percakapan terakhirku dengannya. Kucoba untuk menenangkan diri dan berpikir positif tentangnya. Tanpa berpikir terlalu lama aku pun membalas sapaan darinya.
Sapa demi sapa terjawab hingga akhirnya dia menanyakan kabar dan kesibukan sekarang. Kita pun mulai asik bercengkrama, walaupun masih ada yang mengganjal dihatiku. Topic demi topic berganti, hinggan kau menanyakan pin bb. Tanpa berpikir panjang aku pun lansung memberikannya padamu. Kau masih saja seperti dulu, seperti orang yang dulu kukenal. Kau selalu bisa membuatku kesal dengan segala tingkahmu, tapi kau juga bisa buatku tertawa hingga terbahak-bahak.
Kita pun sibuk bercengkrama lewat layar kecil handphone ini. Dan seketika kau membahas hal yang dulu kita lakukan, hal yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Ya, memori itu datang lagi. Aku pun yang mulai tak enak rasa, dan mulai mencoba mengganti topic pembicaraan, tapi kenapa kau tetap membahasnya? Kau berkata kau tak temukan penggantiku? Apa begitu sulit mencari hal yang baru? Apa tak ada gadis yang dekat denganmu disekolah? Kau pun tetap membahas hal yang sama sekali tidak ingin ku bahas.
Apa kau tak pernah berpikir kita sudah memiliki jalan yang berbeda? Bahkan sangat berbeda jauh. Lalu kenapa kau kembali dengan harapan seperti dulu? Kenapa kau masih berharap hal yang sama seperti dulu?
Aku bukan lagi orang yang kau kenal, bahkan aku bukan orang yang kau kagumi dulu. Lalu buat apa kau kembali? Buat apa kau meyakinkanku lagi? Bahkan saat aku sudah menemukan hal baru dikehidupanku, saat aku sudah bersama orang lain. Kenapa kau harus kembali? Aku bukanlah malaikat, atau orang yang sempurna, kau masih bisa mencari seseorang yang lebih dariku yang bisa mengerti tentangmu, dan yang selalu untukmu.
Maafkan semua kata kata jahat ini, tapi aku bukanlah orang yang suka diganggu oleh masa lalu, termasuk juga kau. Jadi kumohon pergilah, bawalah kepingan hati itu untuk orang lain. Karena aku sudah bersama orang lain, yang lebih membuatku bahagia.


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Sabtu, 07 Maret 2015

Pentas seni

Kuikuti acara pensi disekolahku. Music yang berbunyi sangat kencang mulai merasuk dalam telingaku. Hampi semua aliran music dari tadi aku bisa dengarkan disini. Lagu yang sedari tadi berganti selalu aku nikmati dari music yang bisa dibilang aliran keras hingga mellow. Hingga matahari pun naik keatas kepala, sinarnya pun mulai menyengat dan merasuk kekulit para penonton. Tapi ku rasa, bagi mereka tak ada rasa lelah untuk menunggu sang gues star datang. Panitia pun mulai menyiapkan kedatangan sang gues star. Band band indie pun masih setia mengisi panggung sambil menunggu sang gues star siap untuk naik ke panggung.
Dan salah satu gues star nya berasal dari kota pahlawan yaitu Surabaya. Band ini sangat dikenal oleh para remaja karena lagunya yang asik. He*yM*n*ter itulah nama bandnya yang kutunggu. Dan akhirnya waktu yang ditunggu oleh penonton tiba, sang guest star pun tampil dan mulai memainkan musiknya. Aku pun coba mengikuti setiap alunan lagunya seperti yang kulakukan sebelumnya. Aku pun mulai berdanksa ria dengan teman-temanku didepan panggung. Dendangan lagu yang semakin keras membuat kta semakin semangat untuk berdanksa.
Dan seketika sebuah lagupun dinyanyikan, aku pun kembali teringat saat itu. Saat aku datang keacara pentas seni sekolah temanku. Disaat itu aku pergi bersama dalam satu acara. Acara yang berlangsung dari sore hingga tengah malam. Aku pun larut dalam keramaian pensi. Tempat yang begitu ramai membuatku lupa semua hal yang tengah terjadi, aku pun sibuk bersenang-senang dengan teman-temanku. Kau yang datang dengan temanmu tiba-tiba datang menghampiriku. Kita pun larut dengan suasan malam dan music DJ yang berputar. Malam pun semakin larut tapi tak membuat semakin sepi, melainkan semakin ramai dan semakin asik acaranya. Hingga sang gues star datang, kita pun berdanksa ria, seakan kita menjadi satu dan tak peduli kenal atau tidak. Malam itu sungguh asik, sang gues star pun berganti dan berganti, music jass yang menemani malam membuat malam itu terasa indah. Aku pun tak bisa menjelaskan perasaan apa yang aku rasakan saat itu. Semua terasa sangat indah, tapi aku tau aku hanyalah gadis yang masih dibawah umur aku tak boleh pulang terlalu larut. Saat aku asik dengan gues star yang menyanyikan lagunya, tiba tiba handphone ku berbunyi yang menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Aku pun bergegas pulang karna takut semakin larut. Akhirnya aku pun harus berpamitan kepada temanku dan kamu untuk pulang duluan, dan aku pun harus mengakhiri semua yang terjadi pada malam ini.
Malam itu, semua terasa indah. Aku pun tak tau, apa itu karnamu, karna temanku atau karna apa. Tapi yang kutau aku merasa sangat senang sekali bisa melupakan semua hal dengan sekejap. Terimakasih kau telah membuat hidupku terasa indah.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Teringat olehku

Dari gadis yang masih sering mengingat waktu yang berjalan denganmu.
Untuk lelaki yang menemaniku diayunan

Detik demi detik berganti, jam pun silih berganti, hari pun tak mau kalah ikut berganti. Perlahan kupandangi taman kosong ini. Taman yang sangat sejuk dan indah. Taman yang berisikan hijaunya daun yang terpotong rapi, kursi taman yang membisu, dan ayunan yang bergerak karna tiupan angin. Aku pun duduk di salah satu ayunan yang sedari tadi tak berhenti bergerak. Kupandangi indahnya sore hari ini, dari sini.
Angin yang sedari tadi bertiup membuatku kembali membuka memori itu. Memori yang berisikan tentang kamu dan aku, yang pernah jadi kata “Kita” walaupun belum dalam ikatan status. Semua hembusan angin ini, makin lama makin membuat perasaanku semakin dalam.
Aku pun mulai hanyut dalam perasaanku sendiri. Aku mulai membuka memori itu lagi. Memori dimana kita bersama. Aku pun kembali teringat saat pertamakali kita dekat, saat salah satu dari kita cemburu dalam diam, saat kita tertawa bersama, saat kita berselisih, saat hari hari itu kita lalui bersama. Hingga sekarang kurasa memori itu masih tersimpan rapi dalam ingatanku.
Dan kondisi seperti ini, makin membuatku ingat kejadian saat itu. Hari dimana kau dan aku menghabiskan waktu bersama dari pagi hingga malam. Kita yang saat itu mengikuti kegiatan sekolah saling berharap untuk menghabiskan waktu bersama. Kau yang berharap bisa duduk bersamaku saat di bus tapi kejadiaan itu tak pernah terjadi karna dirinya. Dia yang menjadi sahabatku sedari dulu, dan dia juga yang telah jatuh hati kepadamu. Aku pun harus merelakan semuanya, termasuk jawaban “Iya” untuk mu demi dia. Jawaban yang seharusnya aku jawab saat di ayunan denganmu. Dan aku pun menolakmu demi menghargai perasaannya, karna saat itu aku berharap aku bisa menyelesaikan permasalahanku dulu sebelum itu terjadi lagi. Aku tau, kita hanyalah seorang remaja yang sedang jatuh cinta, yang berharap waktu akan berhenti saat kita bersama. Tapi aku tau itu takkan mungkin terjadi.
Entah mengapa semakin mengingat memori saat itu, aku semakin merindukanmu. Merindukan semua hal yang kau lakukan saat itu, saat bermain ayunan, saat kita tertawa bersama, saat kita berlari ke bus, saat kau membuatku sadar dari tidurku, saat kau memainkan jemariku, mata teduh itu, rambut itu, dan tangan itu, aku sungguh merindukannya. Ya, tapi aku sadar semua itu takkan terjadi lagi. Takkan ada kesempatan lagi. Aku pun mulai menghapus air yang membasahi pipiku saat ini, yang sedari tadi membuat mataku panas dan dadaku sesak.
Aku pun kembali mencoba menerawang kedepan dengan tatapan kosong. Aku berfikir bagaiman kamu yang sekarang. Apakah kau sudah menemukan yang lain? Karna kuingat kita sudah lama tak bertegur sapa dan berkomunikasi seperti dulu. Dan akhirnya aku pun mencoba mengecek semua akun social yang kau miliki. Alhasil semua itu makin membuat perasaanku jatuh semakin dalam ke sebuah lubang. Setelah aku tau bukan aku lagi yang kau mau, bukan aku lagi orang yang kau harapkan, bukan aku lagi orang yang kau sayang. Dan semua itu makin membuatku yakin bahwa kau telah menemukan yang lain, dan kau telah bahagia dengannya.
Dan sekarang tugasku untuk benar benar menghapus perasaan ini. Perasaan yang aku sendiri pernah jatuh kedalam nya dengan cukup dalam. Aku pun mulai bertekad untuk menghapus perasaan itu, dan berharap semua masih bisa seperti dulu, bukan seperti orang yang tidak kenal.
Aku pun kembali pulang karena matahari sudah mulai menghilang ditelan gelapnya malam, dan kuharap seiring itu pula aku bisa menghilangkan perasaanku padamu. Aku pun segera masuk ke kamar dan mulai membuka buku pelajaran untuk besok. Tapi, kenapa tiba-tiba ada namamu dilayar handphone ku? Kenapa kau kembali datang setiap kali aku bertekad melupakanmu? Apa maksud semua ini?

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^  

LUCI ♡

 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez