Siang ini terik mentari tak ragu ragu tuk menyinari bumi. Siang ini terasa sangat panas. Angin pun seakan pergi entah kemana. Suasana sekolah ini pun terasa sangat panas, ya walau aku tau di kelas ada 2 AC yg sedang menyala. Tapi, entah kenapa aku memilih diam diluar melihat ke arah lapangan. Ya, sekarang aku berdiri di lantai atas dengan menghadap ke lapangan basket. Beberapa teman lelaki ku pun sedang berada di sana untuk sekedar bermain basket. Ku rasa terik mentari ini tak mengganggu mereka untuk melakukan hobinya. Baju seragam pun terlepas dan di taruh didekat ring. Mereka hanya menggunakan kaos polos yg membuat badan nya terlihat tegap. Termasuk juga kau. Tapi, kenapa kau hanya duduk di bawah ring? Kenapa kau tak bergabung dengan yg lain? Kenapa muka itu seperti itu? Ada apa denganmu? Kenapa mukamu tak sedap untuk di lihat? Kenapa wajah itu tampak sangat kusut? Tangan mu pun masih tetap memegang handphone, dan setiap detik pun wajah itu selalu tertuju ke layar handphone itu. Ada apa? Apa yg kau tunggu? Apa yg kau cemaskan? Kenapa wajah itu tak berpaling sedikitpun dari layar handphone itu? Dan seketika itu kau lansung beridiri dan membanting handphone putih itu ke arah kursi dekat lapangan, yg membuat beberapa mata tertuju padamu. Kau yg tak peduli dengan sorotan mata yg melihatmu pun lansung bergabung dengan teman temanmu dilapangan tanpa memperdulikan kondisi handphone yg kau miliki. Raut wajah dengan penuh emosi yg tertahan, itu lah yg kulihat siang ini. Wajah itu tak tampak se-cool biasanya. Wajah itu tampak sangat menakutkan. Ada apa? Apa yg terjadi? Bahkan permainanmu siang ini sangatlah kacau. Kau yg tak bisa mengontrol emosimu, seakan membuatmu tak bisa memasukkan poin ke dalam ring itu. Kemana dirimu yg dulu? Sosok orang yg tenang, cool, penuh senyum, canda tawa, sosok orang yg selalu jadi pusat perhatianku. Kemana sosok itu? Bahkan sekarang entah kenapa, aku takut melihatmu. Seakan aku melihat sosok monster yg siap memangsa. Ah kau sangat berbeda sekarang. Mengapa? Karna apa? Karenanya? Ah ya, aku tau pasti karenanya. Karena sosok perempuan itu. Sosok perempuan yg kau puja. Sosok perempuan yg kau damba. Entahlah kau sadar atau tidak. Tapi, sejak kau mengenalnya kau berbeda. Bahkan sangat berbeda dengan sosok lelaki yg selalu menarik perhatianku dulu. Sesekali kau tampak begitu hancur, penuh amarah, penuh emosi, penuh duka, penuh kecewa, dan yg lain. Dan entah kenapa , terkadang aku bisa melihatmu tapi aku tak merasa jika itu adalah kau. Kemana sosok dirimu yg dulu? Sosok orang yg santai, tenang, penuh wibawa, cool, semangat. Bahkan aku tak melihat ada yg menarik di dirimu. Kenapa aku melihat dirimu sangat hancur? Kenapa aku tak merasakan hadirmu walaupun kau berada tepat didepanku? Ahh sial kau bukan lagi sosok yg dulu ku kagumi. Dan aku harap itu hanya perasaanku saja. Ya perasaan gadis yg selalu senang mengawasimu dari kejauhan.
Jumat, 06 Mei 2016
Rabu, 04 Mei 2016
Abstrak
Malam ini, malam yg sangat indah, tapi kenapa aku tak merasakan keindahan itu? Aku ingat betul setahun yg lalu pada tanggal ini. Tanggal yg kita berdua nantikan setiap bulannya. Tanggal yg sangat berkesan buat kita. Tanggal yg membuat kita menjadi seperti itu. Tapi kenapa pada saat ini sangat berbeda. Kau tau, aku sangat menantinya, aku sangat menginginkan hari ini sejak lama. Walaupun aku tak yakin apa kau menantinya, atau bahkan kau sudah melupakannya.
Ku biarkan rambut hitam lurusku tergerai. Dress hitam itu masih melekat ditubuhku sejak tadi sore, dan sekarang hanya diberi tambahan jumper untuk sekedar melindungi tubuhku dati angin malam. Aku pun berjalan keluar dari homestay. Fikiranku saat ini terlalu kacau untuk berada di suatu ruangan. Akhirnya aku memilih pergi ke jaring jaring di tepi pantai. Aku biarkan diriku tidur terlentang disana. Kubiarkan fikiranku melayang layang tak tau tujuan. Entah kenapa fikiranku kacau. Entah kenapa aku merasa sangat bimbang. Entah kenapa perasaanku sangat abstrak. Aku ingin sekali menangis tapi aku tak tau sebabnya. Kubiarkan mata ini melihat ke arah langit langit malam. Malam ini, tak ada suara lain kecuali hanya deburan ombak yg terdengar dalam keheningan. Deburan ombak yg menyanyi dengan sendunya. Angin yg bertiup kencang pun menemani malam ku ini. Aku menyukai suasana ini, tenang dan damai. Tapi, kenapa hati ini tak bisa sedamai itu? Apa yg aku fikirkan? Kenapa perasaan ini sungguh tak bisa tergambarkan? Perasaan apa ini? Ku coba memejamkan mata dan mencoba merasakan semuanya, merasakan keheningan, kenyamanan, kesenangan, kedamaian. Tapi, kenapa aku bisa merasakannya? Kenapa aku merasa takut? Kenapa aku merasa sedih? Kenapa aku merasakan abstrak sepeti ini? Ahhh fikiranku terlalu abstrak untuk dijelaskan. Aku pun tetap memejamkan mata, setidaknya dengan ini aku bisa membuat diriku lebih tenang.
Maaf kalau pos nya ngga jelas.
Senin, 02 Mei 2016
Menghapusmu
Pagi ini aku terbangun oleh sinar mentari itu. Cahayanya memasuki ruangan ini yg membuat mataku silau. Aku pun bergegas untuk bangun, tapi entah kenapa mata ini masih ingin untuk terpejam diatas kasur. Aku pun langsung menuju kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka. Aku pun langsung membenahi rambut yg sedari tadi tak beraturan, aku biarkan rambut ini terurai. Rambut hitam lurus dengan panjang se punggung ini hanya ku beri aksesoris topi baseball yg berwarna merah muda dengan hiasan tulisan namaku didepannya. Kubiarkan baju yg sedari tadi kupakai tetap melekat ditubuhku. Aku pun melihat diriku di kaca, ya aku hanya gadis biasa itu lah ucapanku pada diriku di hari ini. Kaos ombre merah muda dengan haotpans biru muda pun siap menemani badan mungilku ini keluar. Kuputuskan untuk menikmati suasana pagi di homestay ini. Ya, sedari kemarin aku memang tinggal di homestay ini dan sepertinya aku akan disini untuk beberapa hari kedepan. Homestay ini memang tak sebagus yg lainnya, tapi entah kenapa aku suka dengan desain setiap ruangnya. Terlihat sederhana, terlihat unik, ya walaupun aku tau tempat ini sangatlah berbeda dari rumah tempat ku tinggal tapi aku tak begitu mengkhawatirkannya. Aku pun memutuskan duduk di salah satu ayunan yg sedari tadi tak berpenghuni di depan homestay. Dari sini aku bisa melihat keindahan tempat ini. Deburan ombak didepanku menjadi hal menarik pagi ini. Karna masih pagi aku pun memutuskan untuk bermain air di pantai ini. Indah nya pantai ini membuatku betah bermain air disini. Sesekali aku pun memainkan pasir pasir disana dan menulis beberapa kata aneh. Dan yg terakhir kutuliskan sebuah nama yaitu namamu. Nama sosok lelaki yg sudah beberapa tahun terakhir ini menetap di hatiku. Nama sosok lelaki yang ingin kuhapus dari ingatanku. Aku pun menulisnya di ujung pantai, dengan harapan itu akan terhapus dengan cepat. Tapi nyatanya itu tak berjalan sesuai keinginanku. Ombak yg sedari tadi sangat keras tiba tiba menghilang begitu saja, yg menyebabkan air tak mengenai tulisan yg kubuat ini. Hingga aku menunggu beberapa menit pun itu semua belum terjadi sesuai keinginanku. Tapi kenapa? Kenapa saat aku berniat seperti itu seakan pantai ini tak menyetujui jika aku akan menghapus namamu disini. Aku pun langsung menutup tulisan itu dengan setumpuk pasir yg kumainkan di kaki ku. Dan aku lebih memilih menikmatinya di atas jaring jaring sambil duduk duduk menikmati indahnya pantai ini. Sejujurnya aku memilih tempat ini sebagai liburan untuk menjauhkan diriku dari suasana kota yg membuatku ingat padamu, tapi entah kenapa di pantai ini aku masih tetap membayangkan sosokmu. Membayangkan sosok lelaki yg sudah menghianati semuanya. Sosok lelaki yg sudah membuatku sangat kecewa. Sosok lelaki yg dulu pernah menjadikan ku sebagai alasanya untuk tetap disini. Kenapa kamu selalu ada di fikiranku? Kenapa aku tak bisa secepat itu menghilangkan ingatanku tentangmu? Kenapa tak semudah itu? Sedangkan kau sekarang sudah bersama wanita itu. Wanita yg tak aku tau siapa dia. Wanita yg bisa merubah sikapmu terhadapku. Ya, semua berubah begitu saja. Ahh sial kenapa aku malah terus terbayang setiap detail darimu. Aku pun berganti posisi menjadi tiduran dengan menghadap kelangit. Aku ingin melepas semua perasaanku terhadapmu sebentar saja. Aku ingin menikmati suasana ini. Aku pun memasang earphon yg tadi kubawa. Ku bawa diriku relax dengan semua suasana ini. Dan aku harap setelah ini, perasaanku bisa lebih tenang dari sebelumnya dan perlahan semua itu akan terhapus oleh waktu.