Rabu, 18 Februari 2015

Apa Ini Cinta?

Aku membuka hatiku untuk mulai menerima kamu yang mengulurkan tangan untuk membantuku bangun, bangun dan berdiri dari lubang yang sangat gelap ini, yang aku juga tak tau sejak kapan aku disana.
Jam dinding terus berjalan, detik demi detik berganti, hari haripun tak mau kalah untuk mengejar. Aku dan kamu mulai membuka lembaran baru bersama. Lembaran cerita yang mungkin akan dikenang suatu hari nanti, entah itu senang maupun sedih.
Hari demi hari berlalu, hampir setiap harinya kuhabiskan denganmu. Semua begitu sangat berwarna, kau hadirkan warna yang belum pernah ada dikehidupanku. Warna pelangi yang begitu indah, bahkan terlalu indah jika harus berakhir. Apa mungkin karna hari hariku sebelumnya tak ada warna warni itu? Atau segitu mendung kah kehidupanku dulu sehingga hal se-simple ini begitu sangat berwarna jika denganmu? Hari demi hari kuhabiskan dengan semua canda tawamu. Pernah ku berfikir bahwa kau adalah matahari yang selalu menerangi kehidupanku, tapi aku salah kau hanya sebuah pelangi yang datang setelah mendung, yang bisa datang dan pergi sesukamu.
Kau pergi entah kenapa. Kau pergi seakan kau mengejar hal yang baru. Ya, kau benar benar pergi. Kau berjalan pergi menjauh dan aku hanya bisa melihat punggung itu dengan jaket abu-abu yang makin lama makin menghilang ditelan kabut.
Hari demi hariku mulai berjalan seperti biasa. Hari yang sebelumnya begitu berwarna tapi sekarang terasa biasa, terasa tanpa tujuan,terasa sangat hampa, terasa ada yang hilang. Perasaan apa ini? Kenapa perasaan ini makin lama makin abstrak? Kenapa perasaan ini tak berujung? Perasaan apa ini? CINTA? SAYANG? Apa semua ini tidak terlalu cepat jika disebut dengan cinta? Lalu kalau bukan cinta apa?
Aku begitu nyaman dengan semua canda tawamu dan semua caramu. Tapi, apa kau juga memiliki perasaan seperti itu juga?

Teman perempuan mu yang telah jatuh hati.
Untuk lelaki yang berhasil membuat warna dihidupku.


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^
  


LUCI 

Rabu, 11 Februari 2015

Tau kah kau?


Untuk lelaki yang berhasil membuatku menangis
Dari teman perempuanmu yang cengeng

Hari demi hari berganti, tak sedikit pun membuatku lupa akan sosokmu. Kamu yang selalu aku kagumi dari dulu. Kamu yang sempat menjadi kata kita, walaupun belum dalam sebuah ikatan status. Dan kamu orang yang pernah buat hidupku makin berwarna dengan semua kehebohanmu.
Tau kah kamu hingga sekarang aku masih mengharapkanmu? Masih merindukanmu? Dan masih menyayangimu? Tau kah kau akan perasaan itu? Aku rasa tidak dan bahkan tidak pernah tau.
Aku tau mungkin aku gadis yang bodoh, tolot, bego yang nyianyiakan cowo kaya kamu. Kamu memang bukan malaikat yang sempurna. Tapi, kamu bagai actor film laga yang begitu mengesankan dan membuat beberapa mata tertuju padamu.
Ingat kah kau saat kita masih dekat? Saat kau bilang kau cemburu karna kedekatanku dengan teman lamaku? Apa kau tak pernah berpikir bagaiman perasaanku? Perasaan saat kau menggonceng seorang gadis? Saat kau bercanda gurau dengannya dengan lepas? Saat aku sibuk dengan segala urusanku tapi kau berdua dengan gadis lain? Saat seseorang berkata bahwa dia lah pasanganmu bukan aku? Saat semua orang menganggap dialah yang dekat denganmu? Apa kau tak pernah memikirkan sedikitpun tentang perasaanku?
Cemburu? Marah? Aku tau, aku tak ada alasan untuk bisa melakukan itu dan aku tak pernah ada hak untuk itu padamu. Karna itu aku hanya bisa diam. Karna itu aku hanya bisa bilang semua baik baik saja. Karna itu aku hanya bisa berpikir semuanya akan membaik.
Aku memang tak pernah berharap kau mengerti apa yang aku rasakan, karena itu tak mungkin terjadi. Tapi, salahkah aku berharap jika kau tak secemburu itu saat aku dengannya? Salahkah aku berharap jika kau bisa berpikir positif atas hubungan pertemananku dengannya? Apa aku terlalu berlebihan mengharapkan itu?

Andai kamu tau, aku memang sayang sama dia, tapi hanya sayang sebatas teman dan tak lebih. Sedangkan kamu, kamu adalah tujuan dari petaku sekarang. Kamu adalah tujuanku. Tapi, aku rasa aku tak begitu berarti dikehidupanmu. Jadi, terimakasih kau telah hadirkan warna-warni dikehidupanku.

Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^




LUCI 

Senin, 09 Februari 2015

Dokterku di hari pahlawan

10 November 2014

Hari ini aku sadar, bahwa nggak semua malaikat bersayap.
Entah apa yang membuatku menganggapnya seorang malaikat.
Tapi hari ini, aku merasa benar benar melihat malaikat turun dari langit.
Iya kamu,
kamu yang berbaju putih,
kamu yang berjas rapi,
kamu yang berada didepan,
dan kamu yang mengikuti upacara bendera.
Hari ini aku merasa kamu sangat bercahaya.
Seolah malaikat yang turun dari nirwana.
Senyuman itu, paras itu
Semua terlihat berbeda dari biasanya.
Kamu terlihat sangat bijaksana hari ini.
Terlihat sangat dewasa.
Bisakah kau selalu seperti ini?
Tapi, mungkin semua gadis yang melihatmu akan luluh.
Iya semua gadis.
Karna kau begitu mengesankan.
Tau kah kau? Saat kau berfoto dengan gadis gadis itu?
Aku hanya bisa tersenyum manis melihat tingkahmu dengan yang lain
Seakan semua menyetujui bahwa kamu memang malaikat.
Kamu manis sekali, dan seakan tak ada gadis yang ingin melewatkan kesempatan itu.
Tapi hari ini,..
Tingkahmu menyejukkan hatiku.
Kamu yang mengerti..
Kamu yang sadar..
Kamu yang menghargai perasaan ini..
Tau kah kamu aku sangat beruntung bisa memiliki malaikat sepertimu..
Malaikat yang hari ini berwujud dokter.
Dan ku harap kau kan selalu jadi malaikatku.

Luna


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^


LUCI 

Kamu


Kamu..
Kamu adalah orang yang mengesankan…
Kamu juga orang yag bisa membuatku merasakan cinta begitu cepat..
Kamu, orang yang pantang mundur dan keras kepala
Kamu juga orang yang sabar ngehdepin aku.
Menghadapi semua ke-egoisanku, ke-childishanku, dan ke-sibukanku..
Dan kamu juga orang yang membuatku luluh..
Luluh dengan semua caramu untuk mendekatiku..
Dan kau tak pernah mengeluh..
Tau kah kau, kau terlalu gigih..
Hingga aku bisa secepat itu ditaklukan olehmu..
Trimakasih kau telah membuatku jatuh cinta..
Aku harap semua perjuanganmu tak kan sia-sia..
Bisakah kau bersabar untuk kali ini?
Aku takkan membuatmu menunggu terlalu lama.
Dan terimakasih telah berjuang sedimikian keras.

                                                                                                            Pembencimu



 Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^



LUCI 

Semua telah berakhir?


Bel pulang sekolah saat itu pun tiba. Aku dan kamu melakukan pembicaraan yang bisa dibilang serius. Kau berkata bahwa semua ini sudah berakhir, kau berkata bahwa kita takkan seperti dulu, kau berkata kau lelah dengan semua ini. Aku pun tak tau harus menjawab dengan jawaban apa,dan seketika dadaku seperti tertimpa sesuatu yang membuatku sangat sesak. Mata ini mulai terasa panas, tapi aku tak membiarkan semua itu menetes didepanmu. Aku pun pergi meninggalkanmu tanpa ada ucapan atau bantahan sedikitpun dariku. Air mata yang tadi kubendung perlahan pun mulai menetes. Perasaan seperti apa ini? Kenapa semua terasa begitu sakit?
Aku tak pernah berfikir akan seperti ini. Aku tak pernah berfikir hari ini akan datang. Kenapa semua itu terjadi? Ada apa denganmu? Apa karna kau lelah “menunggu”? Apa karna telah ada dirinya? Atau apa?  Semua pertanyaan-pertanyaan itu melintas difikiranku.
Apa kau tak pernah berfikir sedikitpun tentang perasaanku? Ini sanagat menyakitkan, sungguh menyakitkan. Seakan semua usahaku terbuang sia-sia. Dan kurasa semua usahamu juga terbuang sia-sia. Kenapa harus seperti ini? Jika kita memiliki perasaan yang sama kenapa kita tak bisa bersatu? Aku tau mungkin tak mudah bagimu berjuang, bertahan, apalagi memperjuangkan orang yang tak jelas dan jauh dibawahmu.
Kau pernah bilang, jika kau lelah dengan usahamu yang selalu kau lakukan, dengan ucapan temanmu yang selalu bertanya hubungan ini, dengan sikapku bersama teman lelaki, dengan ucapanku dan tingkahku, aku benar benar minta maaf aku tak pernah bermaksud seperti itu. Jujur aku sangat bertrimakasih kau telah memperjuangkan begitu hebat, tapi kenapa kau tak bisa sedikit lebih bersabar?
Aku tak berharap kau mengerti apa yang kulakukan untukmu, karna kukira kau lebih melakukan banyak hal untukku. Aku tak berharap kau membalas semua itu, karna menurutku rasa sayang itu adalah kekuatan bagiku. Disaat aku mengagumimu, aku memang tak tau harus melakukan apa, tapi aku bakal mencoba memperjuangkan yang saat itu aku punya. Selama itu kau yakin mejalani ini, selama itu juga aku yakin mempertahankanmu.
Tau kah kau aku melakukan hal bodoh demimu? Tau kah kau aku rela sakit karna melakukan hal bodoh itu? Tapi kurasa semua itu sudah tak penting lagi, atau bisa dibilang tak pernah penting.  Kau benar, aku memang gadis yang bodoh, tolol, egois, keras kepala. But, this is me.
Aku tak pernah menyesal telah berjuang sedemikian,tapi aku hanya kesal kenapa semua ini harus berakhir begitu cepat? Jika boleh jujur aku tak ingin semua ini berakhir. Tapi jika itu semua keputusanmu, baiklah aku terima.

Oh iya trimakasih telah diperjuangkan dengan begitu hangat ya^^

Pembencimu


Jangan asal copas ya readers, buat karya itu nggak segampang copy paste :)
Kalau mau nampilin karya ini jangan lupa masukin nama pengarang ya:)
Trimakasih^^


LUCI 
 

Dunia Kecil Lucita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez